Kumpulan Puisi ku

Tanpa Nikah

Jalani sayang,
ucap sayang dan terus hembuskan hipnose perayu birahi
lumpuhkan nadi
lemahkan tali kekang
tali kutang
lalu………sayang,
kau dan kitapun terpedaya
dalam kekejian yang terasa enak
tak jera
mengelak hilap
lalu mengulang hilap
sampai kau bertubuh dua
dengan anak
anak yang tak tahu orang tuanya belum menikah

tanpa nikah ,
lalu nikah,
seolah biasa
bisa nikah

kita bosan lihat ,
semua tanpa nikah
dipojok kota
dipeloksok desa
seolah biasa
tanpa nikah
lalu nikah
bisa nikah

bertanyalah hati pada nurani yang bersembunyi
dimankah adap
dimankah buah didik
ilmu didik
hasil didik

lenyapkah tergerus peradapan
hangus terbakar birahi yang dijajar-jajar
dietalase
etalase pergaulan yang menggemerlapkan adap
adap yang terdistorsi
lalu anggap biasa
tak kenal dosa
itu biasa

—————————————————————————————

Menunggu celah terang

Ini gelap,
awan mendung di pelupuk mata
rintik gerimisnya mulai berjatuhan
sebentar mungkin menggelegar
atau mulai
dan mulai lagi

Di mata ini aku tinggalkan tatapan
tatapan untuk menaklukan hati
hatinya
bukan hati -hati batu

——————————————————————————-

Air Mata Bu Ranik

Getir adalah ceritanya
dari sosok wanita hebat
dari tragis dan nestapa hari-hari nya

baru kemarin
air mataku hampir banjiri pelataran pipi dan pelupuk mataku
sesengguk tangisnya sekan menceritakan kepedihan hatinya
kepedihan yang ia sekam begitu lamanya

kemarin,
semuanya menangis ,luapkan emosi
mengeluarkan perasaan yang berbaur dalam hati-hati wanita yang lemah

Bu ranik,
ini puisi untuk mu
ini terakhir mu dan tangismu kan kuingat sebagai cinderamata
cinderamata yang bernilai harganya ,sebanding pengabdianmu

Bu Ranik,
Pengabdianmu kau akhiri kemarin
kau titipkan kisah sedih kepada hati-hati wanita yang lemah itu
kau titipkan sejuta pertanyaan
sejuta keingintahuan tentang mengapa kau begitu kejam
tinggalkan kami

selamat jalan Bu Ranik,
Selamat berpisah,kami akan merindukanmu kapanpun!

————————————————————————————-

Sebuah jawaban…

Ini malam panjang yang ku nikmati sendiri,
menikmati hati yang lelah
lelah,
setelah kalah.

sebuah jawab
kata
dari entah jiwanya atau ketakutannya,
dari bijaknya atau paranid masa lalunya
entah

aku lemah kini
letih hentikan semangat
aku telah berhenti di sebuah kata
kata dari bijaknya

jawabannya
untuk aku lemahnya

——————————————————————-

Rintik kerontang

di sini, monitor bukan wajhmu
tapi oase siluetmu kontras
jelas

disini,
bukan disampingmu
tapi teras jelas
aku di dekatmu

disini,
aku sendiri,
tapi di pikranku tidak sendiri
ada kamu
ada semua tentang hari hari indah
hari esok
yanh jelas terbayang, lengkap.

aku memelukmu kini
sekali dalam bayang semu
benar!

———————————————————————–

Untuk Fatimah

Lelaki itu kini telah kau genggam
jiwanya
ruhnya
dan hidupnya

Lelaki itu,kini
terpenjara hatinya
dikerangkeng rindu yang tak terjawab

dia kini
di buminya tak seperti dulu
kini lemahnya dipusaran kerinduannya

dia merengek
kerap merengek sendiri
meraung sendiri
dan terisak ketika rasa begitu menohok
karena rindunya
tak terjawab

———————————————————–

Galauku

Malam itu terasa panjang
dan
aku
kini
Galau

mengingatmu terus
kemanapun terus
dan aku tak bisa
begini terus

galauku di resah menanti
lama
dan kau seolah tak mengerti
aku
kini

galau.

———————————————————————-

Masih ada harapan

Di sini lelah itu ada
membuat remuk sendi-sendi
sendi ….
sendi,
bdgoyoiuiouulkuumnmhj
jhiojhiohiuoijujni hihn
jihchohifhjohv
jihknhivhiohv9yihoy9
jhkninoih9uoj
piu080

—————————————————————————

Capek

Capek hati
beban pikir
tapi terus mikir
kapan ?
aku terus seperti ini
Kapan?

—————————————————————————

Biarkan aku…

Sepi bukan cerita baru
bukan bencana
atau kegetiran yang sering
tapi
itu adalah hari-hariku

Biarlah aku dengan hidupku
tanpa warna kasih
warna rindu
warna-warna gemerlapnya

cinta

Biarlah,
aku begini

Biarlah kesepian ini ku telan sendiri
biar lenyap saja di perutku
biar….

Biarlah ku bunuh satu demi satu
hasrat, rasa, rindu, dan sebuah keinginan mulia sekalipun
biarlah,
kurangkai saja perih,remuk,dan kegetiran-kegetiran
dalam hari hari pelikku

biar kau saksikan aku
hingga mati
hingga lenyap dalm pikiran angkuhmu
hingga tak ada sisa dalam ego-ego yang hebat itu
biar……

———————————————————————

Sepertinya aku salah…

Mungkin semua harpanku akan menjadi impian,
menjadi angan yang terus terbang di awan,
menjadi igau ,
dan ………..

lalu pantaskah jika aku bertanya,
apakah aku akan cuma bermimpi,
cuma mengiggau
cuma terus berangan,

dan,
apakah aku sudah cukup pantas……
untuknya!

kemudian aku berlari kecermin
melihat diri dalm remang cahya hidup
kulihat buram
cahyanya tak terangi asa harap
dan,
dia terlalu terang
terlalu berlemilauan
untuk aku saat ini

aku merunduk sesaat
menghela napas dalam
dan lepaskan jauh melewati rongga berat paru-paru hidup
lepas ,
coba selepasnya
agar ringan
agar tak beban
agar aku biasa

lalu bayang dicerminku tertawa
tertawakan aku yang bernapas berat itu
dia seperti hendak meludahiku
dalam nyinyirnya, dia lepaskan kata;
kau bisa atau terus dengan keyakinanmu
atau kau tak bisa dengan ketidak yakinanmu

aku semakin merunduk
pikirkan kata itu
kata yang menghakimiku
kata
yang sepertinya mengarahkanku
untuk bersikap
berani
berani untuk terus
atau berani untuk mengakhiri

aku ………
masih di cermin itu
dan kulihat bayangannya
senyumnya
dan kontras , jelas, dirinya
di cermin itu………………..

———————————————————————–

Untuk mu pak tua yang kini tiada

kemarin kau adalh lelaki gagah dengan keras hidupnya
kemarin kau adalh si kokoh yang selalu tegar
kemarin kau adalh sosok yang tak luput di mataku
kala hendak pergi
atau
kala pulang

kini
kau tak lagi kulihat
tak lagi kutemukan di bale-bale itu
kini kau tak bakal kulihat lagi senyum
kokoh batuk
dahak beriak
dan keriput yang kau hapal lekuknya

kini,
tubuh renta itu telah tiada
telah tiada
kini tebuh renta itu berbaring di ruang gelap tanah astana
astana merah
merah yang akan emukan ia dengan yang mempunyai
jiwa
jiwanya

——————————————————————————–

Dikepung Bidik

Kita berdiri ditengah kepungan bidik
bidik amunisi
amunisi peradapan

kita benar dibidik
untuk terus dibidik
sampai kita kena
tersungkur
terbujur
dan kaku

Kita benar dibidik
terancam
terus terancam
tapi kita terus biarkan bidik itu
kita tak peedulikan bidik
kita biarkan lengah
kita birakan

lalu bidik itu tepat menohok kita
kita tetap biarkan walu sakit
benar,

kita tergelelepar , meronta, menyeringai kesakitan
merasakan sakit
merasakan perih
merasakan semua deita itu
tap tetap kita lengah lagi
untuk terus membiarkan bidik
itu!

——————————————————————-

Jadwal harian , Juni 2002

Mandi
Sibuk-sibuk sebentar
Bengong
Bengong
Tidur-tiduran
Tidur beneran
Tidur nyenyak
Bangun, ambil wudhu shalat dzuhur
Bingung lagi, eh…makan lagi
Tidur-tiduran atau baca-baca
Ngopi biar gak jenuh banget
Ngapain aja
Tidur-tiduran
Tidur beneran
Bangun, ambil wudhu shalat asyhar
Baca-baca atau makan apa aja
Main Volley atau Sepak bola
Mandi,
Shalat maghrib
Baca Al-qur’an
Makan malam
santai-santai, nongkrong di W.C
Ambil wudhu, shalat isya
Bingung,
Nyambangi teman
Bengong,
Melamun sampai tidur………………..

Mulyadi tenjo, 10 Juni 2002

——————————————————————

26 Komentar to “Kumpulan Puisi ku”

  1. Puisi-puisimu bagus.. ku tunggu puisimu selanjutnya…

  2. Ko puisinya ttg ku.. It’s wonderful, tapi terlalu b’lebihn..

  3. Ku br pulang dr situ gintung.. Ko ak mesti tanggung jawab?? Sapa yang mulai duluan..

  4. Tadi ku pulng buru2 karna ku harus k’bali k skolah m’ngerjakan tugas2ku agar nanti pulang tdk t’bebani oleh itu smua..
    Skarang ku d sd d temani pa hendra tadinya sih ku lg ngetik tp mati lampu, ya dah iseng ku buka blogmu.. Yad, buknya ku tdk ingn melaksnakn sunah rosul itu, tp ada b’berapa hal yg tdk bs ku katkn padamu n suatu saat ku akn m’laksanakn sunah rosul itu..
    Yad.. Ku ga bs ngrm pesan d “curhat” napa ya?..
    Entahlah hari jum’at ku bs atw tdk coz rencana ku akn pulang rabu sore..
    Eh makash ats pujiannya..

  5. Skrg ku mau ng’lesin anaknya ibu minml smp jam.9 malm..
    Yad.. Sudahlah jngn terlalu b’lebihan tentangku..

  6. Eh ko photonya d gnti, foto sapa tuh?? Besk pagi ku pulang k sukabumi mgkin kembali ke parung hari minggu..

  7. Sbnarnya ku bingung harus bgmana m’hadapimu agar kamu tidak memikirkan aku.. Skarang sblum les ku mau k alpa dulu nganter anaknya ibu.. Jika kamu mau ketmu ku akan mampir ke statsiun tapi kamu ada ga?

  8. Yad, sory bgt.. Ku bw anak kecil jd ribet n ku dah d tnggu ma anaknya ibu tuk belajar.. Maaf yah..

  9. Puisinya Bagus,dan teh leli itu siapa yah?
    sepertinya mas suka banget , deh sama dia. saya dukung deh mas, mudah2an kalian berjodoh,amin

  10. Aslmkm.. Hello..
    Eh curang ya, commentmu aja yang di hapusin, punyaku juga dong.. Btw d tempatmu partai apa yang unggul?

  11. Mul, pengen cepet hari senin deh, biar cepet ngeliat kamu. kamu pasti kangen banget ya sama aku. sabar ya…pasti ketemu lagi kok, eh…kapan mau beli bukunya? bareng ya, aku juga pingin beli buku lagi..

  12. Ohya… Dah ah ky ank ABG aja.. Eh kakaku lg coba internet pake tutup panci tapi blm on he..

  13. Eh, itu td jawaban sapa?? Ku perasaan ga ngirim jawaban itu..

  14. Benr yg td tu bukan jwbn aku.. Biasa ka2ku pake speedy tp skrg lg praktek pake penggorengan katanya penasaran tp blm on terus napa ya?.. Maksudnya foto apa?

  15. besok pagi , atau minggu sore kamu kembali?
    salam ya sama ortu?
    dan jangan lupa oleh2 dari suka bumi, aku pasti kangen malam ini!

  16. Leli mungkin saat ini kamu udah kembali, atau di perjalanan? capek pasti! oleh2nya ya jangan lupa!
    besok saya tagih..

  17. Ku masih d bogor lg jalan dl ma temen2 mgkn nyampe malam.. Sory ku ga bw apa2, jd bsk jgn nagih ok..

  18. asss..teh leli,
    capek yah kalau pikiran sudah terdistorsi,
    yang ada dada sesak banget.
    saya mungkin telah memulai sesuatu yang salah ,
    dan sekarang …seperti ini akibatanya.

  19. Wlkmslm.. Yad.. Ku bingung hars ngomong apa sm drmu.. Yg pasti ku sangat ingin melihat drmu seperti sedia kala.. Aku dan Nida mash m’butuhkanmu..

  20. Kalau saat ini baca,
    teh leli, Insya allah aku baik2 saja. dan perlahan-lahan saya akan bunuh sedikit demi sedikit perasaan yang begitu kuat dalam hati saya terhadap Leli ini. saya akan menyimpannya dalam hati, dalaaaaaam banget, biar sakitnya tidak kelihatan.biarlah hari2 saya kurangkai lara-lara indah dalam penatnya rerumit hati. insya allah saya baik2 saja!

  21. Assalamu’alaikum..
    Pa mulyadi, yang tabah yah, insya Allah dengn do’amu almarhum tenang disana…

  22. dulu q tdk pernah menyadari akan arti intropeksi diri! tetapi setelah sy membaca puisi2 mas emul saya sadar bahwa saya memang tidak pantas untuk wanita dngan paras ayu tubuh yang indah laksana ranting pohon yang melengkung …see mas mul …

  23. mas puisi’y keren2 low suatu saat sy jiplak boleh gx

  24. ai………………puisi ny dalem bgt oe……jd teraru bacanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: