Archive for ‘nasib guru tik’

Juli 10, 2017

Adakah materi TIK smp yg bisa disampaikan cukup dengan papan tulis dan spidol?

Judul tulisan kali ini merupakan pertanyaan dari salah satu komentar pengunjung blog pada tulisan saya yang ini; mengajar tik tanpa komputer. Pertanyaan tersebut itu yang terjadi bagi guru yang mengajar mata pelajaran TIK, atau mulok Komputer dibeberapa daerah yang tidak memiliki fasilitas komputer. Hal seperti itu juga pernah saya alami, waktu itu saya mengajar mapel TIK pada tahun 2007 di salah satu SMP Satria Kencana, Cisereh,Cisoka, kabupaten Tangerang, walhasil saya hanya mengajar secara teori dan untuk praktiknya terpaksa saya patungan dengan teman untuk membeli satu unit komputer yang dipake rame-rame secara bergantian oleh anak-anak.

read more »

Oktober 30, 2013

Bagaimana Sih Menciptakan Pembelajaran TIK yang Interaktif dan Menarik?

Gambar milik stockfresh.com

Gambar milik stockfresh.com

Beberapa hari yang lalu saya mendapat sebuah email, yang intinya tentang Bagaimana Sih Menciptakan Pembelajaran TIK  yang Interaktif dan Menarik? Dari mas Rohman, begitulah nama si pengirim email tersebut. Pertanyaan ini menarik, karena saya sendiri mengajar mata pelajaran TIK di SD. Bagaimana menciptakan pembelajaran tik yang interaktif? Mungkin itu pertanyaan initinya, sebab kalau sudah interaktif biasanya pasti menarik. Untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif, tentu kita mesti banyak belajar dari para senior yang memang menerapkan model pembelajaran interaktif. Juga kita bisa mendapatkan sumber informasinya dari buku, atau dari internet. Ada banyak sekali model pembelajaran interaktif, kalau kita mau membaca dan menerapkannya di dalam kelas. Tetapi saya hanya ingin berbagi saja, bagaimana saya mengajar TIK untuk anak-anak SD.

read more »

Mei 18, 2013

Membangkitkan Kreatifitas Tanpa Batas Untuk Guru TIK

Salam kreatif untuk rekan guru TIK yang mudah-mudahan sudah tidak “galau” lantaran kebijakan pemerintah tentang mata pelajaran TIK di kurikulum 2013, tetap semangat, guru TIK selalu kreatif dan tak pernah membatasi ruang belajar dan mengajarnya hanya dalam kelas, sekolah atau lembaga. Tapi luas, tanpa batas. Luas melewati teritori, suku, ras dan batasan apapun yang membuat hambatan itu ada. Guru TIK bisa hadi didalam kelas tanpa dirinya harus ada, pun bisa mengajar di sekolah lain di luar sana tanpa harus pula dia berada disana. Dengan teknologi internet, guru TIK bisa berada dan mengajar di ruang kelas, sekolah, dan lembaga manapun tanpa dia harus berada disana. Jadi, biarkan pemerintah dengan kebijakanya, dan kita tetap mengajar TIK sesuai profesionalitas kita, walaupun tiba-tiba kita berada dalam kelas dengan buku dan nama mata pelajaran yang “aneh” menurut kita (mengajar PKN misalnya).

read more »

Juli 27, 2012

Posting Ke-200: Bukan sekedar ngeblog…

Ternyata saya sudah 199 kali posting, dan posting kali ini berarti yang ke-200.
Mimpi saya berikutnya bersama blog ini setelah posting yang ke-200?
Upgrade domain, atua masih tetap betah di subdomain gratisan?

Ngeblog (istilah yang sering digunakan untuk aktivitas menulis dalam media weblog)memang menyenangkan, banyak hal yang bisa dilakukan dengan aktivitas tersebut, menulis salah satunya. Dan yang lainnya tentu terserah si Blogger mau dibawa kemana aktivitas ngeblognya tersebut, sekedar menulis, sekedar berbagi informasi, sekedar menuangkan ide dan kreativitas, atau punya tujuan lain yang lebih dari sekedar ngeblog?

Seperti yang pernah saya tulis, pertama kali ngeblog tahun 2008 lantaran baca koran yang memuat artikel tentang blog. Pada waktu itu kalau gak salah ada wawancara singkatnya dengan beberapa blogger ngetop Indonesia, diantaranya Enda Nasution, Priyadi, Budi Putra, Budi Rahardjo dan beberapa blogger ngetop lainnya, topik yang dibahas koran tersebut kalau -gak salah juga- seputar “mendapat penghasilan dari blog”. Kebetulan waktu itu ada sedikit tentang tutorial singkat membuat sebuah blog di wordpress. Walhasil saya gunting tuh artikel dan saya simpan, niatnya untuk panduan saya membuat blog. Lalu?

read more »

November 2, 2011

Guru honorer: Stop mengeluh, mulailah membangun sistem bisnis…

Tidak dipungkiri nasib guru honorer di Indonesia memang sangat memprihatinkan, jauh dari kata sejahtera. Bayangkan saja seorang guru yang berlabel honorer paling tinggi memperoleh honor nya adalah 700.000; bahkan ada yang hanya dibayar 400.000; itupun dibayar per 3 bulan sekali sesuai dengan turunnya dana BOS suatu nominal yang memiriskan, apalagi orang-orang yang berprofesi sebagi guru honorer tersebut adalah para sarjana strata satu (S1).

Maka sepertinya masih cocok sebutan pahlawan tanpa tanda jasa untuk mereka yang merelakan hidupnya untuk menjadi guru honorer. Dan tidak heran jika kualitas yang diberikan dalam proses pembelajaran pun tidak maksimal, jauh dari tuntutan pemerintah yakni guru yang profesional.

read more »

November 1, 2011

Seperti apakah guru TIK yang profesional?

Guru komputer, tidak berbeda dengan guru bidang studi lainnya. Hanya media pembelajaran saja yang mungkin sedikit berbeda dengan guru bidang studi lainnya. Namun secara keseluruhan guru komputer juga adalah guru pada umumnya, memiliki tanggung jawab yang sama terhadap peran, profesi, siswa dan institusi. Setiap guru tentu memiliki integritas terhadap profesionalitas peran yang diembannya.

read more »