Tips Bagi Kepala Sekolah SMK yang Baru Menjabat

Tips berikut saya tulis untuk temen-temen yang baru saja menjabat sebagai kepal sekolah menengah kejuruan, atau SMK. Lebih khusus lagi bagi temen-temen yang baru menjabat sebagai kepala SMK dibawah naungan yayasan, alias SMK swasta. Khususon lagi SMK swasta pada umumnya, alias bukan SMK swasta dibawah naungan yayasan yang sudah mapan dengan pengelolaan preofesional. Saya yakin bagi temen-temen yang berkecimpung di SMK swasta apalagi ikut merintisnya pasti banyak suka dukanya, mulai dari pengurusan izin, mencari siswa, menyicil ruang kelas dan fasilitas pendukung belajar, mengelola SDM dan banyak hal lainnya, hal semacam ini mungkin tidak akan ditemui di sekolah-sekolah swasta yang dibawah yayasan yang sudah mapan. Karenanya sangat menarik bagi saya untuk menuliskan tips ini sebagai motivasi dan sekaligus referensi buat temen-temen semuanya.

tips menjadi kepala sekolah

Tulisan ini merupakan pengalaman pribadi penulis selama ikut berkecimpung di sekolah swasta, khususnya SMK swasta “biasa saja” seperti yang sudah disampaikan dibagian awal tulisan ini.

Umumnya di sekolah swasta “biasa saja” tersebut jabatan kepala sekolah diawal berdiri diserahkan kepada siapa saja (baca: bukan orang yayasan). Tapi setelah sekolah tersebut berkembang signifikan, biasanya jabatan-jabatan strategis mulai “diambil” orang yayasan, terutama jabatan kepala sekolah. Jabatan-jabatan tersebut bisanya diisi oleh anak-anak dari pemilik atau pendiri yayasan, kalau orang-orangnya tepat tidak terlalu bermasalah, tapi akan bermasalah jika orang yang diposisikan pada jabatan strategis tersebut adalah orang-orang yang kurang tepat, misalnya sebelumnya tidak pernah ikut berkecimpung dari awal, tidak mengajar, dan tidak familiar dengan civitas sekolah karena tidak pernah “nongol” misalnya dan lain sebagainya yang ketika orang tersebut diposisikan pada jabatan strategis biasanya akan menimbulkan priksi, keresahan, dan ketidak kondusipan suasana.

Nah dalam tulisan ini saya akan membagi tips bagi kepala SMK swasta yang baru menjabat dengan opsi yang berbeda. Yang pertama untuk mereka yang baru menjabat sebagai kepala SMK swasta bukan orang yayasan. Dan yang kedua untuk mereka yang baru menjabat sebagai kepala SMK swasta yang merupakan orang yayasan.

Tips bagi kepala SMK swasta yang baru menjabat tapi bukan orang yayasan

Pejabat kepala sekolah bukan orang yayasan biasanya hasil proses pemilihan, atau ditunjuk langsung oleh pimpinan yayasan, yaitu guru yang mempunyai masa kerja cukup, punya prestasi, dan kriteria sebagai calon kepala sekolah.

Bagi temen-temen yang diberi amanah untuk menjadi kepala sekolah, sebaiknya anda melakukan beberapa hal berikut:

#1. Pererat kembali silaturahim dengan semua Guru
Ingat, Guru adalah mesin penggerak sekolah, dan anda adalah drivernya. Anda tidak mungkin membawa sekolah kearah yang lebih baik tanpa peran sentral Guru, maka pereratlah tali silaturahim. Buat sesering mungkin diskusi-diskusi yang membuat hubungan antara kepala sekolah dan guru mencair apa adanya, tidak ada hambatan karena perbedaan posisi jabatan, terutama dengan guru-guru senior. Semakin cair hubungan anda dengan sesama guru, maka semakin tidak sulit anda dalam mensosialisasikan kebijakan atau strategi manajemen sekolah yang anda rencanakan. Ingat pula, anda bukan direktur disebuah perusahaan yang bisa seenaknya memamerkan ketegasan dalam menyikapi keberadaan guru yang anda anggap tidak sesuai, misalnya dengan melakukan intervensi baik verbal maupun non verbal, kalau anda melakukannya maka anda sebenarnya bukan ingin membangun nilai-nilai di sekolah, dan jangan harap rencana-rencana strategis anda bisa berjalan. Rangkulah semua guru, jadikan mereka partner bukan sebagai bawahan.

#2. Buat manajemen kecil untuk mensukseskan rencana strategis anda
Agar rencana-rencana hebat anda terealisasi maka anda perlu suksesor dalam bentuk manajemen kecil yang terdiri dari para wakil kepala, kepala kompetensi (kalau di SMK), kepala bengkel, kepala lab, koordinator mgmp, kepala TU, dan urusan lainnya. Dengan manajemen kecil inilah anda bekerjasama secara masiv dalam berbagai hal terkait rencana-rencana hebat anda. Dengan manajemen kecil ini anda mendelegasikan tugas-tugas pengelolaan yang tidak perlu anda kerjakan karena anda akan mengerjakan pekerjaan yang lebih penting. Dengan manajemen kecil ini pula anda berbicara banyak hal mengenai sumber-sumber keuangan dan pengelolaanya, tidak perlu takut kalau sumber keuangan semuanya diketahui oleh manajemen kecil ini nantinya akan muncul persepsi berbeda. Jangan takut, semakin terbuka semakin kecil beban anda terhadap persepsi-persepsi. Dan dari manajemen kecil ini pula anda akan mendapat masukan dan kritikan, karenanya jangan alergi pula dengan masukan dan kritikan sebab itu fungsinya manajemen kecil agar kebijakan yang anda lakukan tidak salah arah. Tanpa membuat manajemen kecil ini anda akan bekerja sendiri dan jangan harap anda bisa menjadi kepala sekolah yang sukses, maka buat dan bekerjasamalah dengan manajemen kecil ini.

#3. Disiplinkan guru dengan cara yang baik tapi tegas
Tidak dipungkiri masih banyak prilaku guru yang tidak sesuai dengan etika profesinya, karenanya kepala sekolah mempunya kewajiban untuk mendisiplinkan guru tersebut, terutama dalam hal kewajibannya hadir pada jam pelajaran. Mendisiplinkan dimulai dari kehadiran guru pada jam pelajarannya untuk guru honorer / bukan guru tetap yayasan, kehadiran guru sesuai jam sekolah bagi guru tetap yayasan. Bagaimana cara mendisiplinkannya? Anda bisa memanggil guru yang bersangkutan ke kantor anda, kemudian bicara yang baik tentang keinginan anda untuk membangun sekolah yang lebih baik, dan sekolah yang baik tentu dibutuhkan guru yang baik, guru yang baik adalah guru yang mempunyai kedisiplinan tinggi, tentu dengan olah bahasa anda yang bisa dipahami oleh guru tanpa harus mengeluarkan intonasi yang tinggi. Jika beberapa kali anda sudah memberikan diskusi menarik kepada guru yang bersangkutan tetapi tidak juga ada perubahan, anda berhak membuat ketegasan dengan sebelumnya berdiskusi dengan manajemen kecil tentang masa depan guru tersebut di sekolah yang anda pimpin. Setelah mendisiplinkan kehadiran guru pada jam pelajarannya, disiplinkan pula administrasi mengajarnya, disiplinkan pula atitudenya, dan seterusnya. Tentu pada saat anda mendisiplinkan guru, anda juga harus mendisiplinkan diri anda juga jangan sampai anda seperti menepuk air di permukaan yang nantinya cipratannya akan membahasahi anda sendiri.

#4. Perhatikan kesejahteraan tendik dan non tendik
Saya percaya kesejahteraan berbanding lurus dengan produktivitas, atau kita balik, produktivitas berbanding lurus dengan kesejahteraan, dua-duanya merupakan padanan kata yang seimbang, bahwa kesejahteraan akan berimplikasi pada produktivitas guru dan non tendik di sekolah. Sebagai kepala sekolah yang mempunyai tugas pokok manajerial, mempunyai kewajiban mutlak terhadap peningkatan kesejahteraan tendik dan non tendik di sekolah yang anda pimpin. Caranya gimana? Buat sistem penggajian yang baik, termasuk tunjangan-tunjangan yang berhak diperoleh oleh tendik maupun non tendik baik tunjangan dari yayasan maupun mengusahakan tunjangan dari pemerintah. Sebagai pandangan penulis, untuk jumlah siswa diatas 300 siswa, anda bisa menaikan gaji 25 orang dengan gaji setara UMR, dengan asumsi sekolah anda memungut iuran SPP dari siswa dan menerima dana BOS dari pemerintah (contoh ini untuk SMK). Tentu anda akan berhadapan dengan kebijakan yayasan, maka tugas anda untuk bernegosiasi dengan yayasan agar grade kesejahteraan guru yang anda pimpin bisa lebih baik.

#5. Bersilaturahimlah dengan yayasan
Sebagai kepala sekolah yang bernaung dibawah yayasan, tentu keberadaan anda diharapkan menjadi penyambung regulasi yang dibuat yayasan agar dijalankan dengan baik oleh anda di sekolah yang anda pimpin. Untuk itu bersilaturahimlah dengan yayasan agar anda bisa memberi masukan dan terlibat dalam memberikan point-point penting dari regulasi yang akan anda emban dari yayasan. Kalaupun pada umumnya yayasan tidak mau tau, dan regulasinya harus dijalankan, maka jalankanlah, tetapi anda sebagai “maker” di sekolah tidak bisa diintervensi. Jalankanlah kebijakan administratif yang diberikan yayasan, dan yang lainnya anda yang menentukan kebijakan snediri bersama manajemen kecil di sekolah. Point utamanya, jaga keharmonisan dengan yayasan, berperanlah sebagai patner yang baik dan dengan kecerdasan anda anda bisa bijak untuk semuanya, artinya dengan yayasan baik, dan dengan tendik dan non tendik di sekolah pun anda sebagai pemimpin yang baik yang bisa mensejahterakan mereka.

#6. Bangun kerjasama dengan pihak luar
Kerjasama dengan pihak luar dimulai dengan membangun hubungan yang baik dengan pengawas pembina, organisasi kepala sekolah (kalau smk; MKKS), dengan orang-orang Dinas, dengan Dunia Industri, dengan calon Donatur, dan masyarakat terutama para orang tua siswa. Dengan anda berhasil membangun kerjasama yang baik dengan yang saya sebutkan, maka peluang-peluang untuk mendapatkan respons dan terutama bantuan akan cenderung lebih mudah, dan ini akan membawa dampak positif bagi perkembangan sekolah anda.

Tips Bagi Kepala SMK Swasta Orang Yayasan

Orang yayasan umumnya pada yayasan “biasa” adalah anak-anaknya, atau saudara dari pemilik yayasan. Tapi kebanyakan adalah anak-anaknya, anak dari pemilik yayasan.

Jika anda adalah orang yayasan (bisa anak, bisa saudara, atau bisa istri atau suaminya dari anak pemilik yayasan) tipsnya kurang lebih sama, tapi ada point penting yang mendasar yang perlu anda pelajarai, pahami dan praktikan. Menurut aturan, seseorang yang ditunjuk atau dipilih untuk menjadi kepala sekolah itu minimal 5 taun berkecimpung dengan sekolah yang akan dipimpinnya, entah menjadi guru, atau keterlibatan lainnya, atau sekurang-kurangnya 1 tahun. Tapi di sekolah swasta, biasanya aturan seperti ini tidak perhatikan, dan pemilik yayasan “bebas sesukanya” dalam menempatkan anak-anaknya atau saudaranya untuk menjadi kepala sekolah. Karenanya sering terjadi kesenjangan yang menimbulkan priksi-priksi yang tidak baik, kalau anaknya mampu maka sekolah akan berjalan dengan semestinya, tapi kalau tidak mampu maka tidak sedikit sekolah swasta yang koleps atau minimal mengalami kemunduran.

#1. Perkenalkan diri anda dan posisikan diri anda sebagai anak yayasan yang baru belajar menjadi kepala sekolah
Banyak terjadi, tiba-tiba ada kepala sekolah baru, atau bahasa sehari-arinya “ujug-ujug”. Hal ini membuat orang bertanya-tanya dan kadang membuat persepsi tidak baik bahkan antipati, apalagi kalau anda sebelumnya tidak pernah berkecimpung dalam urusan sekolah yang nantinya akan anda pimpin. Untuk itu perkenalkanlah diri anda baik-baik. Caranya bagaimana? Yaitu dengan sowan dulu dengan guru-guru senior, ngobrol banyak hal, mencari tahu seperti apa kondisi sekolah dan prospek kedepannya, setelahnya baru kemukakan program yang ingin dijalankan dibawah kepemimpinan anda. Intinya membaur dulu, kehebatan anda bukan ditunjukan dengan ujug-ujug memploklamirkan kebijakan baru yang mungkin malah membuat kesenjangan, tapi kehebatan anda ditunjukan dengan kemampuan anda membaur dengan cepat bersama guru-guru senior dan guru-guru yang sudah lama dibanding anda, sehingga anda dan guru-guru lama tersebut saling memahami. Kalau anda tidak bisa membaur dalam jangka waktu cepat, maka bersiaplah anda untuk prustasi dan akhrinya mengultimatum semua guru untuk mengikuti program baru anda secara ototriter. Kalau yang seperti ini terjadi, maka bersiaplah ada ketidaknyamanan di sekolah anda, dan jangan harap anda menjadi pemimpin yang hebat yang bisa membawa lokomotif sekolah yang anda pimpin kearah yang lebih baik.

#2. Posisikan diri anda sebagai kepala sekolah bukan sebagai orang yayasan
Karena anda adalah orang yayasan, maka legitimasi itu akan melekat, untuk itu lepaskanlah ketika posisi kepala sekolah anda pangku. Kebijakan anda adalah kebijakan kepala sekolah, yang seharusnya membela hak-hak warga sekolah anda, memajukan lembaga yang dipimpin yang didalamnya ada berbagai struktur jabatan dalam lingkup lembaga bukan lingkup yayasan. Maka struktur dalam lembaga yang anda pimpin bertanggungjawab kepada anda sebagai kepala sekolah bukan sebagai orang yayasan, untuk itu ketika anda memiliki jabatan di struktur yayasan maka lepaslah ketika anda saat ini sebagai kepala sekolah, itu tak lain agar posisi anda benar-benar sebagai kepala sekolah. Agar pada saat dibutuhkan untuk menyelesaikan permasalahan sekolah, anda menyelesaikannya tepat sebagai kepala sekolah bukan sebagai orang yayasan, agar struktur dibawah kepemimpinan anda tidak bingung ketika berkoordinasi dengan anda apakah sebagai yayasan atau sebagai kepala sekolah.

#3. Jangan membuat kebijakan baru yang sporadis
Jangan mentang-mentang anda sebagai kepala sekolah baru, maka semua kebijakannya pun baru. Pelajarilah kebijakan yang dibawah kepemimpinan kepala sekolah lama, kalau ada yang baik tetap dipertahankan, kalau ada yang tidak sesuai jangan buru-buru dihilangkan tetapi diperbaiki apa kekurangannya. Kalau memang benar-benar tidak mungkin dipertahankan baru dihilangkan, dan rapat sekolah adalah sebenar-benarnya forum untuk menyelesaikan semua permasalahan sekolah salah satunya mensosialisasikan kebijakan baru anda.

#4. Buat aturan yang disepakati bersama
Satu hal lagi kenapa banyak kepala sekolah gagal menerapkan aturannya dengan lebih soft kepada organisasi yang dipimpinnya, lantaran aturan yang ingin diterapkan dibuat sendiri ditengah malam kemudian besoknya langsung ingin direalisasikan. Buatlah aturan secara bersama-sama bersama para waka, para guru, kemudian sepakati bersama termasuk konsekuensi logisnya maka yang seperti ini adalah aturan yang akan mengikat bersama karena dibuat secara bersama-sama. Point-point aturan ini nantinya akan muncul di fakta integritas berkekuatan hukum tanpa membebani siapapun yang akan menandatanganinya, dan pada akhirnya semua warga sekolah akan menghormati dan melaksanaan aturan tersebut.

4 hal ini adalah point penting yang harus anda perhatikan manakala diberi amanah oleh keluarga (yayasan) untuk memimpin sekolah. Tetaplah menjadi bagian dari warga sekolah pada umumnya meskipun anda punya otoritas terhadap kebijakan-kebijakan di sekolah yang anda pimpin, itupun jika anda ingin mempertahankan kondisi sekolah tetap nyaman untuk semua warga sekolah. Anda boleh mempunyai ambisi yang tinggi tentang sesuatu yang ideal menurut pandangan sendiri, tapi semuanya membutuhkan kerjasama dengan semua warga sekolah, karenanya bangunlah komunikasi yang baik yang tidak membuat warga sekolah serbasalah ketika berhadapan dengan anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: