Menganalisa Tingkat Pendapatan Masyarakat Sekitar Sekolah, Perlukah?

Bagi pengelola sekolah, berbagai cara akan dilakukan agar sekolah bisa berjalan normal. Salah satu indikator sekolah bisa berjalan normal adalah, jumlah peserta didik baru di tiap tahun ajaran baru meningkat signifikan, atau minimal balance antara jumlah peserta didik yang lulus dangan jumlah peserta didik baru yang masuk. Indikator semacam ini mungkin tidak berlaku bagi sekolah milik pemerintah. Tapi sangat besar pengaruhnya bagi sekolah swasta dibawah bendera yayasan pendidikan biasa saja, alias yayasan yang sumber pendanaanya tidak disokong oleh perusahaan atau donatur pihak ketiga.

Umumnya sekolah swasta biasa tersebut sumber keuangan untuk operasional sekolah adalah dari iuran peserta didik, plus dana BOS dari pemerintah. Karena jumlah peserta didik sangat berpengaruh terhadap jumlah uang masuk, maka peserta didik merupakan aset utama sekolah. Semakin banyak peserta didik, maka kemungkinan besar pemasukan keuangan juga akan signifikan, itu itung-itungan matematikanya. Dan itung-itungan tersebut rasional tentunya. Karena umumnya besaran uang BOS tergantung jumlah peserta didik, semakin banyak maka semakin besar pula dana BOS diterima. Begitupun dengan iuran siswa yang biasanya hanya mencapai 65% perbulannya, kalau peserta didiknya banyak maka persentasi dikali jumlah peseerta didik akan menghasilkan nominal yang besar pula.

Karena dana BOS diterima per triwulan, itu juga jika lancar, maka pengelola sekolah harus punya dana lain untuk operasional sekolah terutama untuk gaji pegawai, maka iuran peserta didik yang 65% itulah yang biasanya digunakan. Dan tentu itu jumlahnya biasanya tidak akan cukup untuk operasional sekolah jika iuran yang dipungut tidak besar. Maka dana BOS lah menjadi tumpuan operasional berikutnya.

Maka jangan heran kalau sekolah-sekolah swasta sangat membutuhkan kuantitas peserta didik, karena alasannya tadi, semakin banyak peserta didik maka akan semakin signifikan pula keuangan yang akan diperoleh sekolah.

Pertanyaanya, bagaimana cara mendapatkan banyak siswa?

Ada banyak cara yang sering dilakukan oleh pengelola sekolah swasta untuk menjaring peserta didik baru ditiap tahun ajaran barunya. Seperti promosi langsung ke sekolah inputan, biasa disebut jemput bola, mengundang siswa inputan kesekolah dengan even tertentu, memberi peluang beasiswa, melonggarkan pembiayaan masuk, menggratiskan biaya sekolah untuk yang tidak mampu dan lain sebagainya.

Semua cara tadi lumrah dan merupakan rutinitas pengelola sekolah swasta. Karena itu cara lumrah, dan tentunya biasa, artinya semua sekolah swasta melakukannya.

Untuk promosi, saya menulis tips mempromosikan sekolah yang epektif (edisi analisa) dan 5 ara agresip untuk mendapatkan banyak siswa baru

Menganalisis pendapatan masyarakat sekitar sekolah

Cara ini belakangan banyak dilakukan oleh sekolah-sekolah swasta yang sudah memiliki tim manajemen yang baik. Artinya disamping cara promosi rutin dan biasa tadi, juga ada yang mengembangkan cara akademis untuk mendapatkan peningkatan jumlah peserta didik baru, yaitu dengan data.

Semakin valid data, maka semakin besar pula peluang-peluang unduk meningkatkan grafik peningkatan jumlah peserta didik baru. Salah satu data yang perlu dianalisa adalah data pendapatan / penghasilan masyarakat sekitar sekolah tiap bulannya. Nanti dari data tersebut akan diambil sebagai masukan dalam menentukan besaran biaya sekolah yang akan dibebankan ke peserta didik baru.

Contoh sederhananya, jika penghasilan masyarakat sekitar sekolah rata-rata dibawah UMR, maka pengelola sekolah harus rasional dalam menentukan jumlah biaya-biaya yang akan dikenakan kepada peserta didik baru tersebut. Jangan jomplang, sementara penghasilan masyarakat sekitar sekolah dibawah UMR tetapi biaya yang dikenakan sekolah tinggi. Kalau sudah begini jangan harap sekolah bisa mendapatkan jumlah peserta didik baru yang signifikan.

Bagaimana cara mendapatkan data penghasilan masyarakat sekitar?

Untuk mendapatkan data penghasilan masyarakat sekitar pengeloa bisa memanfaatkan data peserta didik sebelumnya, itu bisa menjadi gambaran data yang valid, tapi perlu pengolahan kembali agar data yang dibutuhkan benar-benar valid.

Cara mendapatkan data berikutnya dalah dengan melibatkan peserta didik, teknisnya macem-macem, bisa melalui penugasan mata pelajaran atau lain sebagainya.

Data penghasilan masyarakat sekitar juga bisa diperoleh dengan mudah di kantor desa setempat, kelurahan, atau kantor kecamatan.

Atau bisa juga menggunakan aplikasi yang dibuat khusus untuk menganalisa tingkat penghasilan masyarakat sekitar sekolah, banyak develope software yang diperuntukan untuk kebutuhan analisa data yang dibutuhkan sekolah saat ini, dengan aplikasi tentu lebih mudah mendapatkan data yang dibutuhkan dan valid tanpa harus mengeluarkan banyak energi, tapi tentu harus membayarnya untuk mendapatkan aplikasi semacam itu.

Kesimpulan

Data itu sangat dibutuhkan oleh sekolah. Terutama data-data yang bisa digunakan sebagai pendukung pengambilan keputusan. Salah satunya data penghasilan masyarakat sekitar sekolah yang nantinya akan digunakan untuk pengambilan keputusan dalam penentuan nominal biaya sekolah yang akan dibebankan ke peserta didik. Karena besaran biaya sangat berpengaruh terhadap kuantitas peserta didik baru, karena salah satu pertimbangan para wali siswa menyekolahkan anaknya di sekolah tertentu adalah pertimbangan biaya.

Selamat berpikir!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: