Memanfaatkan Gadget Siswa Untuk Mendukung Pembelajaran, Epektifkah?

Di sekolah tempat saya mengajar, SMK, belum ada aturan siswa tidak boleh membawa handphone. Lantaran itu pembelajaran sering terganggu oleh aktivitas siswa dengan handphonenya. Sampai saat ini kami masih memikirkan aturan yang tepat tentang keberadaan handphone siswa tersebut, apakah nantinya akan dibuat aturan saklek siswa tidak boleh membawa handphone, atau boleh membawa handphone tapi selama kegiatan pembelajaran handphone-handphone siswa tersebut “diamankan” dengan cara dikumpulkan pada tempat khusus dan baru diberikan pada saat jam pulang yaitu jam 15.30. Kedua opsi tadi tentu sama-sama tidak menyenangkan bagi siswa, tapi kalau tidak ada opsi yang diambil maka selama itu pula kegiatan KBM akan terganggu.

Atau menegaskan aturan ketika belajar di kelas tidak boleh membuka handphone, ini sebenarnya epektif jika semua guru berlaku tegas, faktanya tidak semua guru bisa tegas dengan aturan ini sebab guru juga selalu membawa handphone kedalam kelas, dan ini jadi alibi siswa manakala aturan itu diterapkan kepada siswa sementara gurunya tidak diperlakukan sama. Maklum sekolah kami masih sekolah swasta biasa yang masih perlu banyak pembenahan, mungkin di sekolah yang secara manajemen sudah mapan, handphone ini sudah tidak menjadi hal yang perlu mendapat perhatian khusus.

Sebaga contoh, di salah satu sekolah tempat teman saya mengajar, aturannya saklek, seluruh siswa tidak boleh membawa hanphone, dan itu dipatuhi sebab kalau ketahuan ada siswa yang membawa hanphone sanksinya berat. Atau saya juga pernah membaca, di salah satu SMK swasta di jawa tengah malah hanphone ini dijadikan alat pembelajaran.

elearning sd smp sma smk

Contoh pelibatan handphone siswa pada saat pembelajaran saya, sederhana, dan baru itu….

Nah yang terakhir ini yang ingin coba saya terapkan, tapi formulasi pelibatan perangkat ponsel sebagai alat belajar rutin di kelas ini yang perlu pemikiran lebih serius. Karena nantinya akan melibatkan guru, yang tidak semua guru paham pelibatan perangkat ponsel kedalam kbm ini. Dan tidak mungkin pula kbm terus-terusan menggunakan hanphone, nah ketika kbm tidak menggunakan hanphone ini juga perlu dipikirkan. Belum lagi tidak semua siswa memiliki smartphone, tidak semua siswa mampu berlangganan internet, bisa menggunakan akses wifi sekolah tapi tidak akan cukup untuk mengakomodir kebutuhan bandwith jika digunakan bersamaan dengan jumlah banyak.

Kalau masalah aplikasi untuk pembelajaran, saat ini bukan hal yang susah, banyak aplikasi gratis seperti moodle, bahkan aplikasi sosial media seperti WA, telegram, bahkan Facebook dan Ig juga bisa dijadikan perangkat pembelajaran. Atau kalau mau repot sedikit, tinggal membuat aplikasi sendiri. Cuma itu tadi, pemanfaatan yang terus menerus untuk kegiatan kbm bisa tidak? Siswa juga lama-lama bosen, termasuk gurunya.

Saya sendiri, melakukan pelibatan ponsel siswa dalam kbm sesekali saja sesuai kebutuhan, dan sifatnya sebagai media bantu seperti mencari data, atau contoh protoype. Dan yang seperti ini belum epektif untuk menyibukan siswa agar tidak menggunakan HP nya untuk kegiatan yang tidak produktif di dalam kelas.

Ada yang punya pengalaman mengenai keberadaan handphone siswa ini?

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: