Black Campaign di Industri Pendidikan

Istilah black campaign belakangan sering kita dengar kembali, itu lantaran saat ini merupakan tahunnya pemilihan umum. Tapi istilah black campaign yang akan saya singgung disini tidak berkaitan dengan urusan pemilu, melainkan di lingkup industri pendidikan saat ini, industri tempat saya bekerja saat ini tentunya. Arti kalimat black campaign sendiri jika diterjemahkan kedalam kosa kata bahasa Indonesia, yaitu kampanye hitam. Dan jika didefinisikan secara serampangan yaitu kampanye yang menjelek-jelekan lawan, kalau dalam urusan pemilu biasanya dilakukan oleh lawan politik. Nah kalau dalam ranah industri pendidikan, dilakukan oleh kompetitor, misalnya dalam satu wilayah ada beberapa sekolah dengan tingkat yang sama maka tak jarang istilah kampanye hitam itu muncul di masyarakat seperti di sekolah A terkenal bebas jarang ada gurunya, di sekolah B terkenal sering tawurannya, di sekolah C terkenal expensive. Sekalipun hal seperti itu seperti opini saja, tapi kalau opini semacam itu kalau yang menyampaikannya adalah kompetitor maka itu bisa disebut black campaign.

promosi sekolah yang salah

Terlalu banyaknya sekolah dalam satu wilayah, biasanya memunculkan kemungkinan terjadinya black campaign tadi.

Karena seperti yang kita ketahui saat ini, lembaga pendidikan sekarang sudah masuk ke ranah Industri, bukan lagi lembaga sosial sebagaimana tercantum dalam undang-undang. Karena sudah ranah industri, maka orientasinya bisnis. Semakin banyak siswa maka semakin banyak pula kemungkinan provit sekolah, terutama untuk sekolah-sekolah swasta yang memang salah satu sumber pemasukan keuangannya adalah dari siswa. Baik dari iuran SPP dan kegiatan, maupun dari sumber lain dari pemerintah yaitu BOS, KIP, dan bantuan lainnya yang biasanya parameter mendapatkan nominal besar kecilnya bantuan adalah dari berapa banyak jumlah siswa. Semakin banyak jumlah siswa maka semakin banyak pula nominal bantuan yang diterima.

Mudah-mudahan kedepan tidak adalagi praktik-praktik yang mengarah ke black campaign….. semestinya antar sekolah saling bekerjasama membangun kualitas pendidikan bersama, bukan malah saling menjatuhkan dengan praktik black campaign…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: