Perbedaan Menggunakan Modul dan Buku Komputer Untuk Bahan Mengajar

Perbedaan Menggunakan Modul dan Buku Komputer Untuk Bahan Mengajar–Assalamualaikum, dan apa kabarnya rekan Guru TIK/Komputer SD semuanya? Minal aidin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin tentunya karena saat ini masih suasan Idul Fitri 1438 H. Diantara pembaca blog ini tentu ada yang bertanya, apa sih perbedaan modul dengan buku komputer? Terutama bagi rekan guru yang baru mengajar mata pelajaran TIK/Komputer di tahun ajaran ini. Pertanyaan yang sangat wajar, saya pun dulu seperti itu.

Ini sharing pengalaman saja, dulu di sekolah tempat saya mengajar menggunakan buku untuk pegangan guru dan siswa dari penerbit inti langganan. Dan setelah kurang lebih dua tahun, ada beberapa hal yang mengganjal perasaan saya terkait materi yang ada dalam buku komputer tersebut. Diantaranya materinya tidak sesuai dengan habit sekolah tempat saya mengajar. Lainnya, materi yang ada dalam buku ada yang basic sekali tapi ada yang terlalu tinggi. Disalah satu buku komputer kelas 3 SD ada materi photosop dan Corel misalnya, padahal materinya bisa dilakukan menggunakan software sederhana seperti paint dan powerpoint. Jadi aplikasinya tinggi tapi materinya sederhana, artinya kecanggihan aplikasi tidak sesuai dengan materinya, padahal software photosop dan corel itu mahal sekali, dan memakan drive komputer lumayan besar. Ini jelas tidak relevan dengan kondisi sekolah dan siswa secara umum di Indoensia.

Dan banyak hal lainnya yang pada akhirnya saya memaksakan diri untuk menyusun modul-modul pembelajaran komputer tersebut.

Untuk perbendaharaan pengetahuan, saya akan menjelaskan terlebih dahulu perbedaan modul dan buku.

Modul merupakan satuan bahan ajar yang dapat dipelajari sendiri oleh siswa (self instruction). Modul dibuat untuk satu kompetensi mata pelajaran atau satu paket bahan ajar (learning materials). Dengan menggunakan modul, siswa bisa belajar secara mandiri sesuai instruksi-instruksi yang ada dalam modul. Instruksi-instruksi tersebut dibuat sesederhana mungkin dan dilengkapi dengan gambar petunjuk yang memudahkan siswa untuk memahami dan mengikutinya. Bahasa dalam modul juga sederhana sehingga gampang dipahami.

Materi dalam modul sistematis, jelas dan terstruktur. Tidak neko-meko, atau hanya gambaran umumnya saja, melainkan jelas dan detail. Terstruktur maksudnya, sesuai dengan materi ajar pada silabus. Misalnya untuk materi satu semester dalam modul dibuat menjadi beberapa kali latihan, ukuran normalnya sekitar 15 sampai 20 kali latihan terstruktur. Berbeda dengan buku yang hanya membahas sesuai SK KD nya saja biasanya, sehingga yang dimuat secara materi hanya gambaran umumnya saja, sehingga guru harus membuat latihan tambahan sesuai materi umum yang ada pada buku. Secara praktik, jelas jika menggunakan buku siswa tidak bisa belajar sendiri harus dipandu oleh gurunya untuk mempraktikan materi-materi umum tersebut.

Point pentingnya adalah…

Menulis modul berarti mengajarkan isi modul itu melalui tulisan. Ketika menulis modul, penulis harus membayangkan bahwa seolah-olah ia sedang mengajak pembaca berbicara. Seolah-olah membimbing langsung dengan pengguna modul. Karenanya, bahasa dan petunjuk dibuat sebisa mungkin benar-benar mampu dipahami oleh semua orang. Terlebih modul yang dibuat untuk siswa sekolah dasar.

Bagaimana dengan modul komputer SD yang saya buat?

Seperti penjelasan tadi, ketika saya menulis modul saya benar-benar membayangkan siswa saya yang berumur antara 7 sampai 12 tahun, benar-benar berusaha memahami bagaimana cara anak usia SD tersebut memahami tulisan yang saya tulis, petujuk gambar yang saya buat, dan latihan yang saya sertakan. Dan itu tidak mudah.

Berbekal pengalaman mengajar praktik mata pelajaran TIK/Komputer di Sekolah Dasar Swasta selama kurang lebih 8 tahun, menjadikan saya sedikit banyak paham dengan gaya belajar siswa sekolah dasar baik ketika dalam kelas maupun ketika praktik di dalam lab komputer. Hasilnya adalah modul komputer yang saya buat tersebut.

Dalam modul komputer yang saya buat terdiri dari:

  • materi teori untuk pemahaman awal
  • materi praktik yang dibuat terstruktur, setiap modul kurang lebih terdiri dari 24 sampai 30 latihan. Karena modul yang saya buat untuk digunakan selama satu tahun pelajaran tiap kelasnya.
  • disertai dengan petunjuk menggunakan gambar screen shoot menu aplikasi, dan tak lupa menggunakan gambar petunjuk step by step proses penggunaan menu dan sub menu pada tiap latihan / praktik
  • dilengkapi dengan latihan soal baik soal praktik maupun soal teori untuk ulangan umum
  • modul mengacu pada kurikulum ktsp yang sudah disesuaikan
  • bagi yang menggunakna modul juga disupport dengan materi tambahan yang selalu saya update pada blog ini,
  • dilengkapi dengan kelengkapan administrasi yang saya lampirkan melalui blog ini

Selebihnya silahkan melihat sendiri DAFTAR ISI MODUL TIK SD KELAS 1,2,3,4,5,6 TERBARU disin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: