Usia Yang Tepat Untuk Pertamakali Mengajar Anak Belajar Komputer

Pada usia berapakah sebaiknya anak diperkenalkan dengan aplikasi komputer? Pertanyaan seperti itu kerap saya temukan di thread forum pendidikan berbasis TIK, banyak ibu-ibu atau para orang tua yang menanyakan prihal usia yang pas untuk mengajarkan anaknya aplikasi komputer. Sebagai guru yang sering menulis contoh-contoh pembelajaran / materi pelajaran komputer untuk anak SD saya juga kerap mendapatkan email dengan pertanyaan serupa. Untuk itu pada tulisan kali ini saya akan berbagi, ini berdasar pengalaman pribadi, tentang usia yang cocok untuk anak ketika pertamakali mereka belajar aplikasi komputer.

Beberapa tahun sebelum kehadiran gadget begitu masif, banyak temen-temen saya yang menyarankan agar pertamakali anak belajar komputer adalah usia SD, itupun tidak dimulai dari kelas 1 (satu), melainkan di kelas 3 (tiga). Dengan beberapa pertimbangan, diantaranya untuk fase kelas 1-2 anak sebaiknya difokuskan pada pembelajaran lain, misalnya baca tulis, atau program lainnya.

Tapi saat ini, temen-temen bisa memperhatikan, gadget sudah familiar dengan anak-anak, atau hampir tiap anak akrab dengan gadget seperti ponsel dan tablet. Untuk kasus ponsel, biasanya anak mengambil alih kendali ponsel orangtuanya ketika orangtunya lengah atau membiarkannya, untuk kasus tablet biasanya para orangtua sendiri yang sukarela membelikannya.

Dengan gadeget-gadget tersebut anak mulai paham dan familiar dengan fitur dan aplikasi didalamnya, karena fitur atau aplikasi yang mereka ingat melalui icon-iconnya yang sering mereka lihat manakala orangtuanya mengklik icon-icon tersebut. Misalnya facebook, mereka tahu dan tau cara loginnya melalui icon huru F, twitter melalui icon burung, dan youtube dengan icon youtubenya. Percaya atau tidak anak akan lebih cepat hafal penggunaan aplikasi melalui icon-icon tersebut, dalam teori pendidikan inilah yang disebut gaya belajar visual, dan usia anak-anak adalah masa-masa gaya belajar visual tersebut.

Pada usia berapakah sebaiknya anak belajar komputer?

Batasan usia untuk kali pertama anak diperkenalkan dengan aplikasi komputer sebenarnya tergantung kepada orangtuanya, tergantung pula pada lingkungan, dan tergantung pula pada sekolah si anak.

Jika orang tua anak menginginkan anaknya mengenal perangkat komputer lebih dini, misalnya ada orang tua sudah ingin mengenalkan perangkat / aplikasi komputer kepada anaknya sejak anaknya tersebut dibangku TK, sekalipun di TK anaknya tidak ada pembelajaran komputer orangtua tersebut bisa saja mengajar anaknya secara mandiri di rumah.

Begitupun kalau lingkungan sekitar menuntut para orang tua mengenalkan komputer lebih dini, maka itu bisa terjadi, seperti halnya yang terjadi di Singapura, misalnya, sebagian orang tua dikabarkan mengalami sindrom “kiasu”, yaitu ketakutan berlebihan anak mereka akan tertinggal dari teman-temannya bila tidak diperkenalkan pada komputer sejak dini. Para orang tua ini berambisi agar anaknya menjadi jagoan komputer. atau ternyata di sekolah tempat anak belajar sudah ada program pembelajaran komputer sejak TK.

Sekalipun demikian, pendapat pribadi penulis bahwa mengenalkan perangkat komputer kepada anak sebaiknya ditunda terlebih dahulu sebelum anak mengenal baca dan tulis.

Ada beberpa keuntungan jika anak belajar komputer lebih dini, berikut beberapa keuntungan yang penulis ambil dari parenting.co.id

  • Meningkatkan keterampilan belajar. Penelitian menunjukkan, anak yang menggunakan komputer memiliki performa akademis lebih baik.
  • Menstimulasi kreativitas dan imajinasi. Pemrograman komputer, walau sederhana akan terasa menantang bagi anak. Anak belajar mengidentifikasi masalah, menganalisa pilihan, dan memilih solusi terbaik. Batasan anak dalam membuat program hanyalah imajinasinya sendiri.
  • Meningkatkan perkembangan kepribadian. Program komputer memungkinkan anak melakukan kesalahan, memperbaiki, dan mencoba lagi tanpa takut dimarahi. Anak jadi terbiasa berani mengambil risiko, memiliki sifat yang lebih independen, dan lebih percaya diri.

Selain hal positif diatas, beberapa hal negatif juga perlu diwaspadai ketika memperkenalkan perangkat komputer terlalu dini kepada anak;

  • Bisa jadi ia lebih senang duduk di depan komputer seharian daripada melakukan hal-hal lain.
  • Kurang bersosialisasi dan bermain
  • Cenderung jadi penyendiri dan
  • Kurang berkomunikasi

Di sinilah peran orangtua untuk menyeimbangkannya dengan kegiatan lain. Jadi, anak tetap terasah kemampuannya di bidang lain, seperti keterampilan berkomunikasi dan bersosialisasi.

Baca: Panduan berinternet untuk anak disini

Dan perlu diperhatikan, bahwa anak tidak boleh belajar komputer sendri, perlu ada pendampingan dari orangtuanya, atau instruktur yang memahami materi yang sesuai untuk dipelajari oleh anak-anak.

Lihat: Materi pembelajaran komputer untuk anak SD lengkap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: