5 Hal Yang Membuat Mengajar TIK/Komputer Menjadi Lebih Mudah

Mengajar mata pelajaran TIK, atau mata pelajaran KKPI, atau mata pelajaran Produktif di bidang keahlian TIK Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memerlukan kreativitas dan inovasi agar materi yang disampaikan sesuai dan mencapai target kompetensi yang sudah disepakati dalam silabus pembelajaran. Kreativitas dan Inovasi tersebut tentu bukan sekedar mengajar dengan cara berbeda, menggunakan perangkat yang baru, tetapi lebih dari itu bagaimana memacu semangat siswa untuk terus menerus bersemangat ketika belajar aplikasi, mau ngoprek dan pada akhrinya mereka bisa tersenyum bahagia lantaran berhasil menyelesaikan tugas dengan mudah.

ilustrasi-tulisan-tips-mengajar-tik

Referensi gambar dari situs http://www.militarypolicy.info

Mata pelajaran TIK, KKPI, dan Produktif bidang keahlian TIK semuanya merupakan mata pelajaran dengan rumpun Teknologi Komputer yang lebih mementingkan kemampuan mengoperasikan, dan memahami fungsi-fungsi tools dari aplikasi yang diajarkan, praktik langsung menggunakan komputer merupakan metode mengajar wajib yang porsinya tidak boleh kurang dari 70% dari keseluruhan metode yang dilakukan, sisanya 30% pun tetap digunakan untuk kegiatan demontrasi hasil pemahaman ketika praktik, plus ujian tertulis untuk mengetahui pemahaman konsep dari materi yang dijelaskan guru.

5 Hal Yang Membuat Mengajar TIK/Komputer Menjadi Lebih Mudah

Pada tulisan kali ini saya ingin berbagi pengalaman mengajar pada mata pelajaran TIK dan bidang keahlian TIK, yang kemudian saya sebut lima hal yang membuat mengajar TIK/Komputer menjadi lebih mudah. Ingat, lebih mudah. Bukan sangat mudah.

  1. Membuat silabus sendiri. Karena mata pelajaran Komputer di tempat saya mengajar, baik di SD maupun di SMP merupakan mata pelajaran yang pengembangan materinya diserahkan kepada pengajarnya, tidak terpaku pada silabus umum, maka saya mempunyai kebebasan untuk menyusun kerangka SK KD, indikator, dan materi ajar yang akan diberikan kepada siswa selama dua semester perkelasnya. Dengan membuat silabus sendiri, kita lebih menguasai tentang materi yang akan diberikan kepada siswa dan bertanggungjawab terhadap standar kompetensi yang nantinya akan dikuasai siswa pada tiap materi ajar yang diajarkan. Pada saat penyusunan silabus tentu memasukan pertimbangan-pertimbangan lainnya yang kita lihat di sekolah, seperti fasilitas komputer, sistem dan software, dan keadaan siswa (intake) sebagai pertimbangan penyusunan bobot materi tiap SK KD nya. Bagi yang mengacu pada silabus umum, jika menggunakan kurikulum KTSP, tinggal disesuaikan dengan keadaan sekolah masing-masing, tidak perlu menggunakan semua indikator jika tidak sesuai dengan keadaan sekolah, atau bisa dengan menggantinya dengan indikator yang lebih sesuai dengan keadan sekolah dan siswa.
  2. Lab Komputer sesuai kebutuhan. Memiliki lab komputer lengkap memang menjadi keuntungan sendiri bagi Guru, dan ini mempermudah proses kegiatan praktik. Tapi lab yang lengkap belum tentun sesuai dengan kebutuhan. Misalnya jumlah komputer sesuai, 1:1 dengan jumlah siswa, tetapi ternyata spesifikasi dan software didalamnya banyak yang tidak sesuai, tentu ini juga akan mengganggu. Untuk itu menyiapkan segala kebutuhan praktik sudah harus dirilis di awal tahun ajaran baru, jika Lab nya sudah dikelola secara profesional maka guru wajib memberitahukan kepada laboran untuk melengkapi segala kebutuhan praktik tadi.
  3. Jadwal praktik yang tidak terlalu padat. Membimbing praktik terus menerus dengan tingkatan kelas yang berbeda akan membuat lelah Guru, untuk itu buatlah jadwal yang tidak beruntun. Maksudnya, jangan sampai dari jam 7.30 sampai 14.00 Guru terus menerus di dalam Lab untuk membimbing praktik siswa. Ini tidak baik. Bagaimana dengan sekolah yang jumlah rombelnya paralel? Untuk mengatasi masalah ini tentu dengan menambah jumlah guru tik.
  4. Membuat panduan praktik. Biar bagaimanapun siswa adalah pembelajar pemula, mereka butuh latihan lanjutan dengan materi yang sama agar mereka benar-benar terampil. Dan Guru tidak mungkin terus menerus bisa menemani latihan lanjutan siswa tersebut pada materi yang sama, karenanya peran panduan praktik belajar komputer sangat dibutuhkan agar siswa bisa melihat kembali runtutan cara pada tiap materi praktik. Panduan paraktik yang baik adalah panduan praktik yang berupa modul, bukan buku. Karena modul langsung lebih jelas dengan jumlah panduan praktik sesuai jam epektif di sekolah, berbeda dengan Buku yang hanya membahas materi-materi sesuai SK KD pada silabus umum yang perlu pemetaan materi kembali agar sesuai dengan jam epektif. Modul panduan praktik juga dapat meringankan beban mengajar Guru, karena siswa bisa lebih dahulu mencobanya secara mandiri.
  5. Membuat Bank Soal. Apa hubungannya Bank Soal dengan kemudahan mengajar? Pada akhirnya siswa akan diuji / test untuk mengukur sejauh mana tingkat keberhasilan KBM, dan alat uju yang paling sering digunakan adalah soal. Untuk itu menyiapkan kumpulan soal-soal selama satu tahun yang mencakup keseluruhan indikator pembelajaran, dan bank soal tersebut disosialisasikan atau diberikan kepada siswa, itu akan memudahkan siswa pada saat dilakukan test / uji kompetensi karena mereka sudah lebih dahulu menguasai setiap soal. Ini juga akan mempermudah Guru dalam hal proses penilaian. Apakah salah memberikan bank soal kepada siswa sementara pada saat ujian / test soal tersebut akan kembali muncul? Tidak, pada dasarnya ujian adalah test kemampuan siswa sesuai dengan materi yang sudah dipelajari dengan soal yang pernah mereka kerjakan.

Nah itulah lima hal yang menurut saya dapat mempermudah pekerjaan mengajar Guru untuk bisa mencapai target-target pembelajaran pada mata pelajaran TIK/Komputer. Tentu ini adalah pengalaman pribadi penulis, masing-masing Guru mempunyai metode dan model penyelesaian maslah mengajar sendiri-sendiri. Selamat mencoba!

Untuk tambahan pengalaman, baca juga tulisan saya yang ini: Tips Mengajar TIK Untuk Guru Baru mengajar TIK di Sekolah Dasar

Untuk yang membutuhkan Panduan praktik mengajar TIK di SD, silahkan melihat Modul TIK SD Kelas 1 2 3 4 5 6 Terbaru yang sudah saya buat tersebut, yang alhamdulillah sudah digunakan oleh lebih dari 700 Sekolah di seluruh Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: