Siswa Doeloe dan Siswa Sekarang

Kalau anda guru, apa tanggapsiswa guru sekarangan anda dengan siswa-siswa anda? Pastinya banyak tanggapan, tergantung pengalaman masing-masing, plus kultur dan habbit sekolah masing-masing. Kalau apa yang sering saya lihat dan alami, siswa-siswa sekarang itu cenderung sangat dekat dengan guru, saking deketnya seolah tidak ada gap guru-siswa. Kalau ngobrol, bisa curhat apa saja, sampai ke persoalan pacar diceritain, ini untuk yang anak SMA. Yang anak SD lain lagi, minta dibukain tutup botol minum, minta dibukain bungkus makanan. Yang SMP, hampir sama dengan anak SMA bisa curhat apa saja termasuk gaya rambut dan pakaian. Singkatnya siswa sekarang itu tidak sungkan dengan guru. Apakah ini salah? Menurut saya sih tidak, tidak ada masalah. Mungkin persepsi orang beda-beda, ada yang jaim dan tidak mau deket-deket dengan siswa sebab kalau terlalu dekat katanya siswa suka ngelunjak. Atau kurang pantas katanya guru deket-deket sama siswa, bisa tidak ada wibawa nantinya.

Doeloe, atau dulu. Kata orang tua saya, siswa itu “hormat banget sama” gurunya. Kalau ketemu guru salaman, kalau kata guru begitu ya begitu, manut. Tiadak ada katanya siswa yang kalau ngobrol dengan gurunya sampai nempel-nempel.

Dan memang saya juga masih merasakan apa yang diceritakan orang tua saya tersebut, maklum saya lahir di era peralihan. Waktu jamannya SD, itu tahun 92 an, kami memang sangat sangat takut sama guru, takut tersebut mungkin pengejawantahan dari hormat kami yang berlebihan. Kalau bicara dengan guru pasti muka kami nunduk tidak berani melihat muka guru, takut tidak sopan. Kalau disuruh ini itu pasti kami turuti, disuruh belajar malam di rumah teman, kami turuti padahal waktu itu belum ada listrik jadi bisa dibayangkan seperti apa kondisi kalau malam. Pokoknya sama guru itu taat, patuh, hormat. Sampai kalau lagi main gundu kemudian dari kejauhan terlihat ada guru mau lewat, kami langsung lari dan ngumpet. Bandingkan coba dengan anak sekarang?

siswa guru sekarang

Siswa sekarang dengan guru seperti teman saja, deket banget, saking deketnya sampai ada affair (lah yang ini mah oknum namnya). Siwa ledek-ledekan dengan guru itu biasa. Siswa adu joke dengan guru itu biasa. Siswa nyubit, nyolek guru mungkin……. ada yang biasa juga. Siswa adu komen di sosmed itu biasa juga. Siswa memprotes gurunya lantaran tidak asyik ngajarnya itu biasa juga. Siswa jelek-jelekin guru………heheh itu cuma ada dalam meme dibawah ini.

meme lucu

Namanya juga jaman edan, begitu kata temen saya. Makanya mengajar di jaman edan gurunya harus siap menghadapi hal-hal tidak menarik yang bisa saja masuk dalam pikiran dan itu bisa menjadi penyebab penyakit. Kalau tidak siap, guru bisa sakit kepala terus tiap hari, kalau tidak legowo guru bisa kena serangan jantung mendadak, terkena gejala darah tinggi dan penyakit lainnya. Tenang, dan berusaha menjadi guru luar biasa di jaman edan, luar biasa edannya (hehe).

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: