Marhaban Ya Ramadhan

Kalau jadi dan sidang isbat memutuskan tanggal 29 juni besok adalah hari pertama ramadhan. Kalau dipikir-pikir ternyata setahun itu sebentar sekali, pantas kalau ada pepatah orang arab yang mengatakan, “waktu ibarat pedang, kalau kamu tidak memotongnya maka dia akan memotongmu” , adalagi tuah yang disampaikan Hassan al-Bashri rahimahullah: “wahai anak adam, sesungguhnya kamu itu waktu, setiap berlalu satu hari maka berlalulah sebagian kamu”. Begitulah kira-kira gambaran waktu yang kita lalui, tidak terasa dan begitu saja berlalu, kalau kita lengah dan tidak memanfaatkannya maka besar kemungkinan waktu yang kita lewati tidak berarti apa-apa. Maka waktu yang kita lalui tersebut terbuang sia-sia. Dari ramadhan tahun 2013 lalu, hingga ramadhan besok, mengakumulasi seluruh pekerjaan hidup kita. Dan pada saatnya kita harus bercermin untuk melihat raut muka kita, karena raut wajah dan pancaran mata kita menggambarkan usia kita, itu artinya sudah berapa lama waktu yang sudah kita habiskan di dunia ini, dan selama itu apa saja yang sudah kita kerjakan? Lebih tepatnya ibadah apa saja yang sudah kita kerjakan selain ibadah wajib?

Marhaban ya Ramadhan…
Begitulah sambutan muslim bertaqwa ketika ramadhan datang, disertai dengan kegembiraan luar biasa. Sudahkah saya atau kita seperti itu? Di wakk facebook saya ucapan “marhaban ya ramadhan” mulai bermunculan, bahkan disertai dengan gambar-gambar islami yang sangat menarik. Terus terang itu lebih menarik ditengah-tengah perang opini para simpatisan pasangan capres, yang kadang itu malah saling menjelek-jelekan, membuka kasus, dan mencari-cari keburukan masing-masing rival capres yang di dukungnya. Mudah-mudahan datangnya ramadhan dapat mendinginkan suhu politik di negeri ini.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan bagi kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan bagi orang-orang sebelummu, agar kamu bertakwa” (Al Baqarah:183)

Mudah-mudahan kita semua termasuk kedalam seruan ayat diatas, yakni orang-orang yang beriman. Amiin. Bicara ramadhan kita selalu yang dibicarakan adalah fadillah-fadillah di dalam bulan seribu bulan tersebut. Tapi kita kadang lupa, untuk mendapatkan fadillah-fadillah tersebut, juga harus disertai dengan ilmunya. Bukankah ibdah tanpa disertai dengan ilmunya nilainya kosong. Sepertihalnya ramadhan ini, minimal kita tahu niatnya, hal yang membatalkan, rukun puasa, dan syukur-syukur tahu lebih jauh lagi fikihnya.

Begitulah!

 

 

One Comment to “Marhaban Ya Ramadhan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: