Sekolah Berbasis IT itu apa sih?

sekolah berbasis IT TIKSekolah Berbasis IT itu apa sih? itu pertanyaanya. Istilah sekolah berbasis IT saya dengar tadi sore dalam rapat evaluasi PSB di sekolah tempat saya mengajar. Dalam rapat tersebut ketua yayasan flash back mengenai sejarah pertama kali mendirikan sekolah tingkat menengah pertama (SMP) yang dirancang berbeda dengan sekolah umum lainnya. Salah satu rancangannya yaitu membuat sekolah berbasis IT. Dengan konsep tersebut diharapkan sekolah yang didirikan menjadi “unik” dan dengan ke-unikannya diharapkan pula bisa bersaing dengan sekolah umum lainnya. Maka jadilah SMP berbasis IT, tetapi baru setahun berdiri persoalan pun muncul yang akhirnya berdampak pada keberlangsungan sekolah. Persoalan tersebut antara ain, “minggatnya” kepala sekolah yang notabene adalah penggagas dan konseptor sekolah berbasis IT tersebut yang tentunya berpengaruh terhadap sistem dan manajerial sekolah,  terutama menyangkut proses KBM berbasis IT-nya. Dari apa yang saya lihat tersebut, ini menjadi pengalaman berharga tentang sekolah berbasis IT. Bahwa sebelum mendirikan sekolah berbasis IT setidaknya harus memperhatikan beberapa hal berikut…

Setidaknya ada 6 komponen penting, yaitu:

  1. Kurikulum
  2. Sarana
  3. SDM
  4. SIM dan sistem administrasi manajerial sekolah
  5. Inprastruktur
  6. Proses KBM

Untuk Kurikulum ini perlu rembukan bersama, antara konseptor, pakar dibidangnya dan pemilik modal tentunya. Tetapi satu pendekatan yang bisa diterapkan salah satunya school based quality management yang memfokuskan pada perbaikan proses pendidikan yang epektif. Untuk ranah ini saya tidak banyak tahu, pembaca bisa mencari referensi lainnya yang lebih tepat mengenaik kurikulum yang cocok untuk sekolah berbasis IT. Untuk sarana, karena sekolah yang kita bicarakan adalah sekolah berbasis IT, maka fasilitas yang harus ada juga mesti mendukung, terutama fasilitas IT-nya. Fasilitas yang harus ada diantaranya:

  • ruang kelas yang sudah dirancang sedemikian rupa dengan fasilitas multimedianya
  • laboratorium yang terintegrasi dengan TIK (IPA, PLH, Komputer/Multimedia) yang juga mendukung fasilitas IT nya. Untuk lab komputer pada sekolah berbasis IT bukan lagi berperan sebagai sarana belajar komputer melainkan sebagai tempat melakukan riset atau projek. Sebab untuk belajar komputer dan yang terintegrasi dengan komputer setiap siswa seharusnya sudah memiliki fasilitas sendiri, seperti laptop dan gadget pendukung lainnya.
  • akses internet dan intranet
  • dan fasilitas lainnya yang mendukung KBM berbasis TIK

Sumber daya atau orang-orang yang terlibat dalam penyelengaraan sekolah berbasis TIK seharusnya juga adalah orang-orang yang memiliki latar belakang TIK atau minimal orang-orang yang memiliki pengetahuan dibidang TIK sesuai dengan job desk masing-masing. Kalau Guru, maka ia siap menggunakan TIK dalam proses KBMnya minimal ia mampu membuat media pembelajaran interaktif berbasis TIK dan mengaplikasikannya dalam setiap pembelajaran.

Beberapa kompetensi SDM di sekolah berbasis TIK yang minimal harus dipenuhi adalah:

  • Mampu mengoperasikan komputer
  • Mengerti dan mampu menjalankan Learning Management System (LSM)
  • Mampu membuat bahan mengajar multimedia / digital
  • Memahami Knowledge Management Tool
  • Memahami Learning Tool

Sedangkan untuk sistem informasi sekolah dan sistem administrasi sekolah, setidaknya memiliki fasilitas minimal:

  • Lab multimedia dan lab lainnya yang terintegrasi dengan TIK
  • Jaringan komputer
  • Internet dan intranet
  • Website sekolah yang dikelola dengan baik
  • Learning Management System
  • Sistem informasi sekolah seperti SMS Gateway
  • Sistem Informasi Akademis
  • Sistem Administrasi Sekolah
  • Bahan ajar digital

Sedangkan untuk proses KBM, tentu harus melibatkan seluruh fasilitas TIK yang ada, dan bukan sekedar menyalakan laptop, pasang projektor dan siswa menyaksikan slide – slide presentasi berbasis presentation, melainkan dengan menggunakan learning managemen system, media digital, dan model kelas online lainnya yang tentu disesuaikan dengan materi ajar.

Untuk membuat sebuah sekolah berbasis IT memang tidak mudah, diperlukan banyak hal. Selain biaya yang besar, juga diperlukan model yang harus mengadopsi sekolah yang sudah terlebih dahulu menjalankan konsep sekolah berbasis IT, dan ini tidak mudah. Peran konsultan pendidikan, konsultan IT dan pakar IT, perusahaan IT, serta pihak lainnya yang memahami dengan benar seperti apa konsep sekolah berbasis IT tersebut sangat diperlukan, sebab tanpa melibatkan mereka saya yakin mewujudkan sekolah berbasis IT itu hanya omong kosong….

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: