Internet Jadi Masalah Buat Siswa saya…

internet jadi masalah buat siswa sayaBeberapa hari ini saya sering mendengar “curhatnya” rekan-rekan guru, bahwa anak-anak (baca: siswa) lebih senang memperhatikan laptopnya ketimbang memperhatikan gurunya ketika sedang belajar. Ada lagi yang curhat, bagaimana sebaiknya mendisiplinkan anak-anak dalam hal penggunaan internet, maklum intensitas penggunaan internet anak-anak lumayan tinggi. Dan menurut rekan guru lainnya, mending kalau yang dilihat di internet itu sesuatu yang bermanfaat, ini kebanyakan Games dan sosmed. Ada lagi salah satu guru yang curhat bahwa adiknya kalau di rumah kerjaanya di depan laptop mulu, sampai makan, minum pun di depan laptop. Beranjak dari depan laptop kalau udah kebelet pengen pipis, atau sholat saja, selain itu ya melototin laptop saja. Mendengar “curhat IT” seperti itu sebagai guru yang secara langsung atau tidak telah berkontribusi menciptakan pola hidup anak-anak seperti itu, berkaitan dengan mata pelajaran komputer yang saya berikan, tentu saya mesti berkontribusi juga untuk mendengarkan dan menjawab curhatan rekan guru tadi. Lantas, apa jawaban saya?

Anak-anak lebih senang memperhatikan laptopnya ketimbang memperhatikan gurunya?
Laptop, plus koneksi internet, dan situs jejaring sosial atau games memang akan lebih menarik ketimbang gurunya yang cuma ceramah di depan kelas. Untuk itu diperlukan kreatifitas guru ketika mengajar, terlebih berhadapan dengan siswa yang diperbolehkan membawa laptop, dan gadget oleh sekolahnya. Salah satunya dengan melibatkan pembelajaran berbasis IT. Jadikan laptop, internet, gadget sebagai media belajar. Untuk itu guru perlu banyak mencari informasi seputar penggunaan media belajar berbasis IT tersebut, terlebih di kurikulum 2013 katanya semua mapel terintegrasi dengan TIK.

Dan aturan yang jelas, tegas serta disepakati bersama (antara siswa dengan guru) tentang penggunaan laptop, internet dan gadget hanya diperbolehkan dalam pelajaran tertentu yang melibatkan perangkat tersebut. Dengan aturan yang jelas, disepakati bersama dan dibuat konsekuensi logisnya sebagai penegas aturan maka kontroling akan berjalan. Point-point dari aturan ini yang harus dirembukan bersama oleh masyarakat sekolah sebelum di flur ke anak-anak.

Cara mendisiplinkan anak dalam penggunaan internet?
Ketika perangkat ada ditangan anak, koneksi internet disediakan, maka tidak mudah mengontrol aktivitas berinternet mereka. Sekalipun kita bisa menggunakan sistem monitoring misalnya, perlu diketahui bahwa kita bisa memonitor aktivitas berinternet seseorang dengan penggunaan aplikasi tertentu, tetapi itu tidak menjamin 100% aktivitas anak terkontrol. Karena anak usia SMP biasanya eksplorasinya lumayan jauh, misalnya akses internet dikontrol menggunakan aplikasi tertentu maka si anak pun akan mencari tahu kelemahan aplikasi tersebut. Toh yang semacam itu bisa dengan mudah ditemukan di internet. Putus saja akses internetnya di jam tertentu! Anak-anak juga bawa modem sendiri. Blokir situsnya! Blokir kan bisa tapi kalau satu jaringan, kalau anak pake modem, ya tidak bisa. Lagi-lagi yang diperlukan adalah aturan yang jelas.

Soal anak yang kecanduan internet?
Untuk yang ini memang menjadi PR penting bagi kehidupan berteknologi saat ini. Disatu sisi teknologi, katakanlah internet itu sangat penting, tapi disisi lain juga menjadi masalah, salah satunya membuat kecanduan dan antisosial. Untuk masalah ini dibutuhkan peran serta semua pihak, baik guru, guru TIK tertuama, dan orang tua. Ketika di sekolah, adalah tugas semua guru untuk selalu mengingatkan bahwa dunia maya itu mengasyikan, tetapi jangan sampai meninggalkan dunia nyata sebab biar bagaimanapun kita hidup tidak di dunia maya. Dan ketika di rumah, adalah tugas orang tua untuk mengingatkan hal tadi.

Saran saya
Internet saat ini tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita, terutama kehidupan anak sekolah, karena sekolah ikut andil dalam memasyarakatkan internet tersebut itu perlu tanggungjawab kita untuk selalu memberikan edukasi yang baik tentang pemanfaatan internet tersebut. Soal kontroling, itu hanya bagian dari langkah preventif kita dalam meminimalisir hal-hal yang tidak kita inginkan. Menurut saya, yang lebih penting adalah memberikan edukasi tadi supaya anak tahu apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan saat berinternet. Selain itu, menguatkan pengetahuan agama itu sangat penting, sebab dengan pengetahuan agama yang baik anak akan bisa memfilter sendiri kegiatan berinternetnya. Dan ini tidak mudah, tetapi harus selalu diupayakan terus menerus…

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: