Promosi Sekolah Menjelang PPDB

Siswi SMPI Nida El-Adabi dalam Lomba di SMA Matlaul Huda Parungpanjang Bogor (22/2/2014)

Menjelang penerimaan peserta didik baru (PPDB) banyak sekali sekolah-sekolah yang membuat event kreatif, entah bentuknya lomba, TO, pertunjukan musik dan lain sebagainya. Lantaran itu, banyak pula tamu yang hilir mudik membawa undangan dan brosur. Biasanya di meja kesiswaan tumpukan surat undangan itu parkir, lalu di share dalam rapat guru. Jadi, setiap rapat guru pasti ada info lomba yang disampaikan bidang kesiswaan tersebut. Banyaknya even menjelang PPDB merupakan strategi sekolah, biasanya-sekolah swasta-untuk mendapatkan siswa baru. Jadi, ini bagian dari strategi promosi. Dan kalau dilihat, sekolah-sekolah swasta saat ini cukup kreatif dalam strategi promosinya bahkan sporadis. Selain even di sekolah, juga mendatangi sekolah dengan level dibawahnya (kalau SMP mendatangi SD, SMA mendatangi SMP), dan ternyata bukan cuma itu, bahkan ada yang membagi-bagikan brosur ke pasar, swalayan, mall dan tempat-tempat umum lainnya, ini yang saya sebut sporadis.

Banyaknya sekolah swasta yang bermunculan membawa persaingan luar biasa dalam strategi mendapatkan siswa baru. Bukan cuma program unggulan, fasilitas, kualitas SDM yang ditawarkan tapi kreatifitas dalam membangun strategi pemasaran juga menjadi hal paling penting dalam mempromosikan sekolah. Jadilah banyak even yang diadakan sekolah swasta disetiap menjelang PPDB tiap tahunnya.

Sebagai contoh, di lingkungan Sekolah saya saja ada lebih dari lima sekolah swasta unggulan yang lokasinya berdekatan. Tentu ini memberikan warna dalam dunia pendidikan dilingkungan sekitar, karena masing-masing sekolah mempunyai kultur dan program unggulan sendiri. Banyaknya sekolah swasta unggulan juga memberi banyak pilihan bagi para orang tua dalam memilih sekolah terbaik untuk anaknya. Disisi lain, ini akan menjadi persaingan dalam memperoleh siswa baru disetiap tahun ajaran baru. Walaupun kultur dan program menciptakan segmen sendiri tetap saja persaingan itu terjadi. Karena setiap sekolah tidak mau sepi peminat hanya lantaran kurangnya promosi.

Maka tak heran kalau disana sini banyak lomba yang tak lain bagian dari strategi promosi untuk mendapatkan siswa baru. Membuat lomba, mengadakan try out, workshop, dan event lainnya menjadi strategi promosi. Ini merupakan strategi kreatif yang lebih jujur, artinya ketika target calon siswa diundang datang untuk mengikuti event mereka akan melihat keadaan sekolah. Dari sini mula ketertarikan calon siswa untuk memilih sekolahnya kelak.

Seperti yang lainnya, kami pun melakukan hal yang kira-kira sama dalam mempromosikan sekolah. Kami mendatangi sekolah (karena yang kami promosikan SD maka yang kami datangi TK, PAUD, RA) dan membangun kerjasama dengan mereka, menyebarkan brosur, menyebar info via sosial media, blog, memasang banner, membuat even. Selain itu biasanya kami membangun komunikasi dengan para orang tua siswa, karena dari mulut merekalah sekolah kami ter-promosikan.

Satu hal, ketika sekolah sudah melebur jadi sebuah industri, walau kedengarannya satir tapi memang begitu adanya. Maka mau tidak mau sekolah juga harus menyiapkan strategi marketingnya. Dan ini tidak bisa semuanya dikerjakan oleh guru, tetapi mestinya dibuat biro khusus untuk mengelola pekerjaan ini. Biarkan guru berpromosi dengan kualitas mengajarnya, sementara hal-hal teknis seputar marketing lebih baik biro khusus itulah yang mengerjakannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: