Dulu-duluan Promosi PSB

psb 2013 2014 smpit parungpanjangEntah strategi marketing yang memang harusnya begitu, entah lantaran takut tidak kebagian siswa? Belakangan banyak sekolah swasta yang sudah membuka penerimaan siswa baru untuk tahun ajaran baru 2014/2015. Padahal semester dua baru saja dimulai. Memang memilih promosi jauh-jauh hari akan lebih baik, setidaknya ketika sekolah-sekolah lain baru memasang banner dan membagi-bagikan brosur, sekolah yang sudah lebih dulu promosi sudah tenang lantaran di buku calon siswa baru sudah terisi penuh oleh kandidat calon siswa untuk tahun ajaran baru tersebut. Berikutnya tinggal merencanakan even promo internal seperti workshop, atau even menarik lainnya yang dikemas dengan budaya sekolah masing-masing. Tapi dulu-duluan promosi kadang terlihat tidak sehat, misalnya dengan memberi iming-iming “khusus pendaftar bulan ini discount ….%”, wah kalau yang seperti ini sudah terlihat propaganda bisnisnya…

Promosi pada dasarnya memang dibuat sebagau cara untuk membujuk atau mempengaruhi orang lain (baca: calon konsumen) untuk membeli produk yang ditawarkan. Tujuan utama dari promosi adalah menginformasikan, mempengaruhi dan membujuk, serta mengingatkan pelanggan sasaran tentang perusahaan dan produknya. Dengan promosi lebih dulu berarti mempunyai kesempatan lebih banyak untuk menginformasikan tentang PSB kepada calon siswa dan para orang tua, dan keuntungan lainnya saat orang calon siswa dan orang tua si calon siswa menerima brosur promosi misalnya dia akan membacanya berulang sampai datang brosur dari sekolah lain yang biasanya baru ramai pertengahan maret atau juni. Dan ini memungkinkan promosi lebih mengena karena semua informasi akan dibaca, dicerna, dan dipertimbangkan selama kurang lebih 3 bulanan, kans mempengaruhi “mindset” calon siswa dan orang tua calon siswa pun lebih tinggi.

Promosi lebih cepat menurut saya sah-sah saja, terlebih (tidak dinapikan) bahwa persaingan untuk mendapatkan siswa baru antar sekolah swasta itu sangat tinggi. Belum lagi kebijakan yayasan, strategi bisnis, dan misi-misi lainnya pasti memaksa tim marketing sekolah untuk bekerja lebih cepat.

Dan tidak bisa ditutup-tutupi, sekolah saat ini memang tidak bisa dipisahkan dari kepentingan bisnis. Memperoleh siswa sesuai target akan melonggarkan beban operasional lembaga, dan ini juga sama dengan memperpanjang umur lembaga penyelenggara pendidikan tersebut. Akan sangat kontradiktif, jika siswa yang diperoleh sangat tidak sesuai target maka beban operasional akan terasa beratnya.

Maka tidak heran jika promo Discount menjadi pembujuk yang mungkin dianggap lebih mempengaruhi para orang tua siswa untuk mendaftar lebih awal. Ini strategi pasar swalayan yang diterapkan dalam bisnis sekolah. Sangat membujuk, walau propaganda. Propaganda terhadap sekolah lain untuk juga ikut-ikutan memberi discount besar-besaran….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: