Apa yang Sudah Dilakukan di Tahun 2013?

renungan akhir tahunBesok, tepatnya hari rabu adalah tanggal 1 Januari 2014, itu adalah hari pertama di tahun baru masehi. Tak terasa satu tahun begitu cepat beralalu, hitungan 12 bulan ternyata sangat sebentar. Mungkin ini karena “nikmatnya hidup” sehingga waktu itu begitu cepat berlalu. Dan usia pun makin bertambah saja bilangannya menandakan diri semakin menua. Pertanyaanya, apa yang sudah saya lakukan ditahun kemarin, tahun 2013? Kalau saya ingat-ingat, tidak ada hal-hal hebat yang sudah saya lakukan ditahun kemarin. Semuanya sama seperti tahun 2012, mengajar, cuma itu. Tidak ada lompatan berarti dalam waktu 12 bulan kemarin, tidak memulai inovasi yang bisa membuat perubahan lebih baik. Mengajar, dan mengajar, itu saja yang dilakukan selama 12 bulan.

Ditahun 2013, saya cuma pergi pagi pulang sore, mengajar mata pelajaran yang sama, di kelas yang sama, dan sekolah yang sama. Sangat monoton. Walau belakangan saya juga mengajar SMP dan SMK, tapi tetap saja dilingkungan yang sama. Pantas, kalau saya hanya menjadi orang biasa saja, toh kegiatan yang saya lakukan juga biasa-biasa saja. Cuma mengajar, cuma menjadi guru, cuma guru……..

Lalu apa yang akan saya lakukan di 2014?
Pertanyaan semacam ini juga keluar setiap menjeang tahun baru, apa yang akan saya lakukan, apa yang ingin saya lakukan, resolusi apa dan semuanya tanda tanya? Pertanyaan-pertanyaan tersebut berharap segera dijawab ketika memasuki tanggal pertama ditahun baru, tapi nyatanya rutinitas kerap melupakan PR untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Dan kembali direnungkan diakhir tahun, begitu, selalu menjadi perulangan yang sama setiap tahunnya.

Akhirnya untuk menghibur diri, cuma mengatakan “biarlah seperti air yang mengalir saja”, itulah kalimat yang sering diucapkan oleh orang yang kalah, yang tidak berhasil melakukan perubahan hidup lebih baik. Kita lupa, bahwa air mengalir selalu ketempat yang lebih rendah. Berarti kita membiarkan hidup menuju ke posisi yang lebih rendah? Astagfirullah. Padahal Allah SWT menciptakan manusia untuk menjadi khalifah atau pemimpin di bumi ini, dan pemimpin itu sangat tinggi derajatnya. Tidak ada pemimpin yang derjat hidupnya dikasta paling rendah, selalu berada dikasta paling tinggi. Dan untuk memperoleh kasta tinggi tersebut tentu harus dengan kerja keras luar biasa sebagaimana janji Allah SWT bahwa “tidak akan berubah suatu kaum kalau bukan dirinya yang merubahnya…”

Allahuakbar………!

Ya rab, izinkan kami jadi lebih baik lagi ditahun mendatang. Izinkan saya menjadi revolusioner untuk perjalanan hidup saya, agar perubahan hidup semakin baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: