Lebih Mudah Berbohong

berbohongSaya pernah membaca tulisan disebuah tabloid komputer. Bahwa orang saat ini cenderung lebih mudah berbohong. Berbohong sepertinya bukanlagi hal yang berat untuk dilakukan, seperti bukan pekerjaan yang oleh agama itu dilarang. Masih dari tulisan yang sama, bahwa kenapa orang mudah sekali berbohong di internet? Tak lain lantaran keterlepasan kita dar i atribut-atribut asli, seperti nama, rupa, fisik dan lain sebagainya. Ketika kita chating misalnya, pernahkah menggunakan nama samaran? Pun ketika membuat akun facebook, adakah data diri yang disamarkan, misalkan umur, pekerjaan, status, photo diri, dan lain sebagainya. Berbohong semacam itu memanglah tidak terlalu merugikan orang lain, tapi tetap saja akan membuat orang lain merasa tertipu, pun dengan kredibilitas kita ketika suatu waktu ketahuan. Bagaimana kalau berbohong untuk mengambil keuntungan dari orang lain?

Ini jelas sudah merupakan tindakan kriminal, dan sepantasnya mendapat sangsi sosila dan hukum. Seperti aksi cracker yang dengan seenaknya “nyelonong” ke sistem orang lain dan mengambil data penting. Aksi scammer lewat bisnis internet marketingnya, saya menipu banyak downline lewat kata-kata manis, kisah sukses dan lainnya. Pun dengan “tikus-tikus kecil” yang suka melakukan aksi pemeblian online tanpa mau membayarnya. Ini semua tentu sangat merugikan orang lain.

Seperti beberapa kasus yang pernah saya alami, ada beberapa pembeli produk online saya yang ternyata tidak melakukan pembayaran. Mereka menggunakan nama orang lain, alamat orang lain, dan atribut-atribut orang lain lainnya untuk tujuan “menipu” saya. Tentu saya dirugikan, tapi disisi lain orang yang melakukan “bodoh” tersebut juga merugikan dirinya sendiri, terlebih yang jejaknya bisa ketahui.

Ini menjadi pengalaman lumrah, yang biasa dialami oleh pelaku bisnis online. Dan untuk  bisnis online dengan skala yang besar mestinya dijalankan  menggunakan sistem yang baik, untuk meminimalisir penipuan tadi.

Teman  pun bisa membohongi kita
Cerita tentang seorang kakek yang ngajak kencan seorang wanita lewat facebook di China bisa jadi pelajaran berharga bagi kita. Kakek yang menggunakan nama dan photo samaran di akun facebooknya berhasil memperdayai seorang wanita kesepian, singkat cerita keduanya bertemu disebuah hotel untuk melaksanakan “hajat” bejatnya. Tapi sebelum hajatnya terlaksana keburu si kakek keburu kena bogem mentah suami wanita kesepian tadi yang berhasil mengenduk niat istrinya lewat jejak chating di akun facebook istrinya tersebut.

Sebenarnya bukan cuma bogem mentah yang mengagetkan si kakek, tapi ternyata wanita yang hendak dikencaninya ternyata adalah istri dari anaknya yang sudah menghadiahinya bogem mentah tersebut. Dan tentu si wanita pun kaget, ternyata yang hendak ditemuinya adalah bapak mertuanya yang selama berkenalan di facebook menggunakan nama dan photo orang lain.

Begitulah, siapapun bisa membohongi kita di internet, termasuk teman baik kita sekalipun. Mungkin modusnya ada yang sekedar ingin “lucu-lucuan saja” atau bisa jadi modus bisnis lainnya.

Andai saja sumpah Pinokio berlaku untuk semua orang saat ini, tentu akan banyak sekali kita temui orang-orang yang berhidung panjang. Termasuk teman kita…………….bahkan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: