Pasang Alarm Untuk Bisa Shalat Tahajud

tidur nyenyak bangetSaya ingin bisa melaksanakan tahajud, tapi kalau sudah tidur suka kebablasan. Kadang bangun-bangun beberapa menit lagi menjelang adzan subuh. Untuk mensiasatinya akhirnya saya gunakan fasilitas yang ada dalam hanphone saya, yaitu alarm. Tapi nyatanya saya masih telat bangun juga kalau alarmnya cuma dari satu handphone. Berikutnya saya gunakan dua handphone untuk mengaktifkan fitur alarm dengan perulangan setiap 15 menit sekali dimulai dari pukul 2.30 pagi, karuan kalau malam suara alram terdengar nyaring bergantian. Yang satu selesai bunyinya, yang satu lagi bunyi, begitu seterusnya sampai saya bangun dan matikan. Kalau tidak bangun, terus aja alarm berbunyi sampai pagi. Begtitulah cara saya (yang keimanannya masih setipis kulit bawang) mensiasati diri agar bisa melaksanakan shalat tahajud.

“Dan pada sebagaian malam hari besembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji (QS. al-isra’: 79)”

Sahalat tahajud itu sebenarnya kalau dilakukan setiap malam, rasanya nikmat. Setidaknya ketika orang lain nyenyak tidur, kita terbangun dan mendengarkan kesunyian sambil bermunajat kepada Allah SWT. Keheningan itu membuat pikiran jadi nyaman. Setidaknya itu menurt saya, dan selepas tahajud kira-kira pukul setengah empat saya bisa menulis kembali di blog, nikmat banget. Ketika adzan subuh berkumandang, kita sudah siap untuk shalat. Nikmat bukan?

Tapi itu tadi, semangat untuk tidur sepanjang malam jauh lebih kuat dibanding untuk bisa melaksanakan shalat tahajud. Mata ini kadang rasanya berat banget untuk bangun, kalaupun bangun kadang sekedar membetulkan selimut dan tidur lagi. Dari buku yang pernah saya baca bahwa ketika kita hendak bangun dimalam hari untuk melaksanakan sahalat, maka syaitan akan berbisik ditelinga kita “waktu shalat masih lama” begitu seterusnya, sampai kita kembali tertidur pulas dan ketika kita tidur pulas itu syaitan “mengencingi” kuping kita.

Dalam satu riwayat, sesungguhnya ketika kita sedang tidur, syaitan mengikat kita dengan tiga ikatan. Dan ketika kita terbangun lalu membaca do’a bangun tidur yang “alhamdulillahiladzi ahyana ba’da ma amatanna wailaihi nusur” itu maka satu ikatan terputus. Dan sesudah membaca do’a tersebut lalu kita berwudhu maka ikatan kedua terputus. Lalu setelah berwudhu kita mengerjakan shalat maka putuslah ikatan yang ketiga. Begitulah….

Mengerjakan sahalat tahajud bukan cuma belajar menjadi muslim yang baik, melainkan belajar untuk menghargai waktu. Bayangkan kalau semalaman kita tidur terus, berapa lama waktu yang terbuang hanya untuk menikmati mimpi.

Ketika teknologi makin canggih, kenapa kita tidak manfaatkan teknologi tersebut untuk membantu kita dalam beribadah. Misalnya dengan manggunakan alarm tadi agar kita bisa bangun pagi hari dan melaksanakan shalat tahajud. (yups!)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: