Catatan Kecil Ketika Siswa Mendapat Tugas Proyek

proyek pembuatan web siswa kelas 9 sempi nida el adabi

Siswa kelas IX SMPI Nida El-Adabi, founder serbada.info

Pada UAS semester 1 kali ini untuk mata pelajaran komputer, saya membebaskan siswa kelas IX untuk tidak mendapatkan proses formal mengerjakan soal-soal atau praktek yang dijadwalkan dalam satu hari, melainkan memberi mereka tugas proyek pembuatan website secara berkelompok. Mereka saya beri waktu sekitar tiga mingguan dalam mengerjakan proyek tersebut, jadi selama tiga minggu mereka belajar merancang dan mengerjakan hal-hal teknis lainnya secara berkelompok. Selama proses pengerjaan proyek tersebut saya berkewajiban mengetahui progres yang mereka kerjakan, entah melalui laporan, atau sekedar mengeceknya melalui jejak online, atau chating via facebook. Dan setelah tiga minggu, tepatnya hari senin 9 Desember sesuai jadwal UAS untuk mata pelajaran komputer diharapkan proyeknya selesai alias webnya sudah bisa online. Hasilnya, alhamdulillah mereka bisa menyelesaikan proyek yang saya berikan, walau ada yang belum menyelesaikan karena terhambat oleh hal teknis pengkoneksian domain ke hosting. Ada catatan penting yang bisa saya garis bawahi dari proyek ini….

Pertama, untuk mengerjakan proyek dibutuhkan dana. Walaupun untuk proyek ini saya menyarankan mereka menggunakan hosting gratis saja, tetapi untuk domain mereka tetap harus membelinya. Untuk itu dibutuhkan dana, setidaknya untuk membeli domain tersebut. Untuk memperoleh dana dalam sebuah proyek bisa dadapat melalui join venture (baca: patungan) atau melalui sponsor, spnsornya bisa wali kelas, atau guru-guru. Kalau melalui sponsor, siswa harus belajar meyakinkan orang tentang keuntungan-keuntungan yang akan diperoleh sponsorship karena ini tugas sekolah maka minimal si sponsorship tersebut mengetahui manfaat dari proyek yang akan dikerjakan. Karena saya belum pernah mengajarkan cara mendapatkan sponsor (mestinya saya merger dengan guru wira usaha) maka proyek kali ini saya tidak menyarankan dana sponsorship, cukup patungan saja. Kalau domainnya 95 ribu maka tiap siswa wajib menyerahkan dana proyek sekitar 15 ribuan.

Kedua, untuk menyelesaikan proyek dibutuhkan kerjasama. Kalau tidak kompak maka proyeknya tidak akan selesai tepat waktu, bisa molor, atau bahkan tidak bisa selesai. Untuk itu setiap siswa masing-masing mempunyai peran sesuai kemampuan yang bisa diberikan untuk menyelesaikan proyek. Jadi, tidak semua siswa mengerjakan hal teknisnya. Ada yang cukup berkontribusi menulis artikel saja, disain, upload dan seterusnya. Tentu harus ada leader proyek, asisten dan seterusnya dan ini diterapkan dalam pengerjaan proyek tersebut walau bahasanya tidak seformal itu.

Ketiga, siswa harus tahu jadwal pengerjaan . Proyek akan selesai jika sesuai jadwal pengerjaan, jika tidak sesuai maka kemungkinan besar proyeknya akan terhambat. Untuk itu diperlukan kedisiplinan dan tanggung jawab semua anggota kelompok proyek terhadap tugas masing-masing, karenanya harus ada si pengingat (setiap siswa berkewajiban mengingatkan).

Begitulah catatan kecil ini, tentang proyek yang saya berikan kepada siswa saya tahun ini.

3 Responses to “Catatan Kecil Ketika Siswa Mendapat Tugas Proyek”

  1. memang asyik, tidak saja bagi guru melainkan juga siswa asal benar-benar dirancang dengan baik. Saam dan terimakasih untuk blog sekolahnya. Masih hidup lho itu!

  2. Makasih pak Isna sudah berkunjung, makin hebat aja sekarang….

Trackbacks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: