Perang Cyber

Perang Cyber|Beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah surat kabar, yang dihalaman depannya membahas tentang Cyber Army. Hal ini dilatar belakangi oleh aksi saling retas yang dilakukan oleh hacker Indonesia dan Australia saat ini. Aksi saling retas tersebut lantaran komunitas hacker Indonesia tidak senang dengan ulah pemerintah Australia yang melakukan penyadapan terhadap Indonesia. Sangat menarik kalau mengikuti aksi saling retas para hacker kedua negara seperti membaca novel fiksi ilmiah saja, atau seperti menonton film buatan Hollywood. Aksi saling retas paling sering terjadi adalah antara hacker Chinda dan AS terkait ketegangan hubungan kedua negara tersebut. Tapi disisi lain ternyata perang Cyber itu ada dan kemungkinan akan terus terjadi dimasa yang akan datang. Bahkan dalam surat kabar yang saya baca tersebut Indonesia tengah menyiapkan tentara cyber (Cyber Army) untuk menghadapi serangan-serangan yang mungkin akan terjadi dimasa yang akan datang. Kehadiran internet ternyata membawa perang baru yang lebih soft, yaitu Cyber War.

Saya tidak bisa membayangkan, kalau negara kita terlibat perang cyber dengan Amerika, dimana hampir semua aplikasi internet dibuat dan dikelola oleh negara tersebut. Contohnya WordPress ini, bisa-bisa saya tidak bisa ngeblog lantaran aksesnya dimatikan untuk Indonesia. Belum lagi ketergantungan kita terhadap Google dan penyimpanan data awan lainnya yang hampir semuanya berbasis di Amerika, bisa krisis informasi kita. Pengelola domain dunia juga berbasis di Amerika, kalau mereka diultimatum untuk menghentikan layanan oleh pemerintahnya (misalnya), bisa gawat luar biasa tentunya. Parahnya hampir semua aplikasi internet, dan kita ketergantungan terhadap aplikasi-aplikasi tersebut, berada dan dikelola di Amerika. Jadi pantas saja ketika Australia ketahuan menyadap informasi dari Indonesia, pemerintah kita cenderung diam saja.

Inilah pelajaran pentingnya, bahwa ternyata selama ini kita sudah dibuat ketergantungan dengan produk informasi Amerika. Dan ini permasalahan serius tentunya, terutama untuk kelangsungan informasi jangka panjang negeri kita.

PR buat guru, bagaimana memicu siswa-siswa kita untuk lebih inovatif menciptakan produk sejak kecil yang berhubungan dengan teknologi informasi. Tapi sayang mata pelajaran TIK sendiri malah dihilangkan di kurikulum 2013?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: