Haruskah Menyalahkan Internet?

Ilustrasi dari bloggergita.blogspot.com

Ilustrasi dari bloggergita.blogspot.com

Pada rapat rutin, kamis kemarin. Ada satu isu tentang banyak siswa yang belakangan sering berucap dan menulis kata-kata yang tidak pantas. Kata-kata tersebut tak lain kata-kata kotor , alias pornowicara. Ada satu kasus, wali kelas sampai marah-marah karena dia menemukan buku siswa yang bertuliskan kata-kata kotor tersebut. Belum lagi coretan-coretan di meja yang juga kerap ada kata-kata kotornya. Terjadi satu kesimpulan spontan dalam rapat kami oleh beberapa guru yang mengatakan bahwa polah siswa tadi lantaran peralihan usia, maklum kasus ditemukannya kata-kata kotor tadi dominan di kelas lima. Memang, peralihan usia dari anak-anak ke remaja sering memunculkan semangat keingintahuaan anak terhadap apa yang sering mereka temukan. Bisa saja kata-kata kotor tadi mereka tiru lantaran seringnya mereka menemukan orang-orang disekitar berucap, bicara, dan celetukan lainnya dengan bahasa-bahasa yang tidak baik, lewat pendengarannya yang masih segar akhirnya sesuatu yang tidak baik tentang perbendaharaan kata melekat dalam ingatannya.

Akhirnya, lingkungan menjadi wadah penting yang mewarnai prilaku anak tadi. Berikutnya, lantaran pengaruh buruk internet. Facebook menjadi media yang kami persalahkan, karena sering ditemukannya wall wall dengan bahasa yang tidak baik. Lalu sebagai guru TIK haruskah saya menyalahkan internet dan facebook?

Sebagai guru TIK yang juga bagian dari masyarakat online di internet, tentu saya akan mengatakan bahwa teknologi informasi seperti internet tentu memiliki banyak mudharatnya, tapi juga banyak sekali manfaatnya. Inilah tantanganya bagi siapapun yang mengajar TIK. Disamping memperkenalkan internet dan manfaatnya, kita juga harus jujur pada anak-anak (baca:siswa) bahwa di dalam internet tersebut banyak sekali jebakan-jebakan yang bisa menyesatkan siswa kepada hal-hal yang negatif.

Internet tidak bisa disalahkan, yang perlu ditingkatkan adalah kewaspadaan orang-orang disekitar anak-anak agar sebisa mungkin memberikan edukasi yang baik tentang internet. Saya masih ingat, sekitar tahun 90-an. Saat itu belum ada yang namanya internet, yang ada hanya radio, TV dan surat kabar. Pada saat itu juga banyak keluhan para orang tua tentang prilaku anak-anaknya yang disinyalir lantaran media-media tadi. Lalu ketika internet datang dan banyak sekali perubahan prilaku, kemunduran moral, dan hal negatif lainnya serta merta internet pun menjadi penyebabnya. Padahal internet hanya salah satu faktor saja, karena diluar itu lingkunganlah yang memegang peran banyak terhadap pembentukan watak dan prilaku anak.

Lingkungan tersebut, yaitu lingkungan rumah dan lingkungan disekitar rumah. Jadi bagi para orang tua sering-seringlah melihat disekitar rumah dan disekitar luar rumah, sudah “save” apa belum buat anak anda? Begitupun dengan guru. Bukan dengan menyalahkan internet?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: