Berhenti Sekolah…

whyKalau pernah berkunjung ke blog ini, saya pernah menulis Nak, Jangan Mundur Sekolah Lantaran Tak Ada Biaya… tulisan tersebut saya posting 2 bulan yang lalu. Tulisan tersebut riil buah kekhawatiran saya terhadap seorang siswa saya yang “gosipnya” akan berhenti sekolah. Masalah ekonomi alasannya. Dan kemarin siswa tersebut benar-benar berhenti. Saya mendapati kabar itu dari wali kelasnya. Kenapa harus bernenti? Itu pertanyaan saya. Kenapa tidak memaksakan untuk terus bersekolah, belajar bersama teman-temannya di kelas, menyimak pembelajaran dan merangkai mimpi tentang hari esok yang lebih baik. Tapi malah berhenti…….

Tidak mampu, miskin, pendapatan orangtua yang tidak memungkinkan dan alasan ekonomi keluarga lainnya jadi senjata yang membunuh semangat siswa saya tersebut. Dan saya paling membenci dengan alasan seperti itu, walau saya juga harus memakluminya lantaran saya juga pernah mengalami hal sulit tersebut ketika harus rela tidak melanjutkan ke SMA lantaran…..orangtua tidak mampu. Mungkin karena saya laki-laki sehingga “ego” nya tinggi, maka saya tidak menyerah begitu saja dan harus memilih bekerja sebelum akhirnya mampu membiayai sendiri sekolah saya, dan alhamdulillah bisa sampai S1 walau bukan dikampus ternama.

“Mau bagaimana lagi?” kata wali kelasnya ketika ngobrol kemarin. Toh pihak sekolah sudah mencoba menyelamatkan dengan memberi solusi-solusi yang dirasa cukup meringankan siswa tersebut. Tapi, berhenti bersekolah malah menjadi pilihannya.

Lalu pertanyaan saya, apakah siswa tersebut “memang” lebih miskin dari saya dulu sehingga benar-benar tidak mampu sama sekali? Kalaupun ia, apakah orangtuanya tidak mencoba ikhtiar lebih keras lagi demi menyelamatkan anaknya untuk tidak berhenti sekolah? Apakah kemiskinan “masih populer” untuk menjadi alasan seseorang untuk tidak mampu sekolah lebih tinggi?

Entahlah………..faktanya siswa saya tersebut memang memilih berhenti. Nak, baca perjalanan perjuangan gurumu ini untuk bisa sekolah agar menjadi motivasi hidupmu, agar jangan “cengeng” dan mudah menyerah untuk tidak bersekolah lantaran alasan kemiskinan. Baca pula kisah wanita ini yang rela jadi pemulung demi meneruskan kuliahnya, kamu kok cengeng sih?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: