Membaca sepotong koran….

Didepan lab. komputer ada sepotong koran, sepertinya bekas “keset” anak-anak. Maklum musim hujan, biasanya koran bekas jadi pilihan untuk menjadi media pembersih alas kaki. Maksud saya tadinya mau dibuang, tapi tertarik untuk membacanya terlebih dahulu, sebentar. Setelah saya baca ternyata satu kolom penuh tulisan dalam koran tersebut bagi saya sangat menarik, yang intinya sih tentang tips mengenal gaya belajar anak. Memang, tulisan dengan topik seperti ini sering saya temukan dan pernah membacanya. Tapi kadang typikal penulisan orang beda-beda, dan itu adalah gaya menulis, ciri khas penulis, yang kadang topiknya sama tapi penyampaiannya beda dan berbeda pula terhdap ketertarikan orang untuk membacanya. Begitulah…

Setelah saya baca, saya mengingat kembali apa itu gaya belajar, auditorial, visual dan kinestetik. Topik semacam ini sepertinya saya pernah menulisnya di blog ini, dan ini dia tulisannya: Seorang Guru Wajib Mengetahui 8 Kecerdasan Siswa , hehhe bukan promosi. Dari koran tadi saya mengingat paragraf ini, “anak yang audio biasanya lebih mengandalkan pendengaran, anak yang seperti ini biasanya sering disebut anak yang cuek karena mereka lebih fokus dengan telinga. Anak yang seperti ini juga, cenderung lebih suka dengan suasana yang ramai ketika belajar, makanya cocoknya duduk dibangku bagian belakang… dan seterusnya…

Begitulah, membaca ternyata memberi banyak manfaat. Pantesan dari dulu, guru saya sering menyuruh siswanya untuk rajin membaca. Saya masih ingat waktu SD zaman sekolah saya dulu, setiap siswa sering dipinjamkan buku bacaan untuk dibaca, dan setelah satu minggu harus dikembalikan. Dan rasanya senang luar biasa ketika membaca buku-buku pinjaman tersebut. Sampai saya tahu siapa penemu pesawat terbang, Wright bersaudara. Dan penemu-penemu lainnya….

Bukan cuma itu, lantaran tidak banyak media yang bisa saya dapatkan, potongan koran bekas bungkus sayur, ikan asin, terasi sering menjadi sumber baca yang menarik. Kadang sangat menarik, tapi ketika hendak melanjutkan membacanya tidak tuntas karena sudah robek.

Sepotong koran yang saya baca tadi, mengingatkan saya dulu. Hehhe nostalgia jadinya. Sayang, sekrang sudah jarang saya melihat anak-anak yang gemar membaca, entah melalui buku, koran atau media online seperti internet. Padahal sumber informasi saat ini tinggal pilih, mau yang mana?

Akhirnya jadi kepikiran untuk memberi tugas membaca pada siswa saya…..membaca buku komputer? Ya terserah membaca buku apa aja yang penting buku yang bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: