Mengajar Menggunakan Infokus di Sekolah Dasar Tidak Epektif

with infocusAda yang mengatakan bahwa mengajar menggunakan infokus di sekolah dasar tidak apektif, kenapa? Ada yang beralasan ketika mengajar menggunakan infokus dan menayangkan misalnya video yang berhubungan dengan materi pembelajaran, ternyata siswa malah lebih asyik menontonnya ketimbang materi pembelajarannya. Begini ceritanya, suatu waktu Ibu A mengajar di kelas 3 sekolah dasar pada mata pelajaran PKN dan materi yang akan disampaikan adalah tentang suku bangsa di Indonesia. Dengan kreatifnya Ibu A menyiapkan gambar-gambar dan video dari internet yang berhubungan dengan materi yang akan diajarkan besok pagi , seprti gambar rumah adat, pakaian adat, tari daerah dan lagu-lagu daerah. Dan keeseokannya dengan bersusah payah Ibu A ini memasang peralatannya sendiri, infokus, laptop, plus sound yang cukup membuat kelas seperti sebuah home theater. Tapi setelah jam pelajaran berakhir ibu itu tiba-tiba mengeluh bahwa KBM yang sudah ia siapkan susah payah tersebut ternyata kurang epektif. Lalu?

Menurut Ibu A tersebut, ternyata siswa cukup antusias belajar menggunakan perangkat multimedia seperti infokus tersebut. Terlebih ketika mereka sama-sama melihat tayangan video. Tetapi ketika tayangan tersebut dihentikan, siwa pada protes dan minta diputarkan lagi dan lagi.

Dan ketika Ibu A mau masuk ke bagian evaluasi, siswa malah pada tidak antusias. Mereka sama-sama bilang “yaaaaa”. Dan ada siswa yang mengatakan, nonton aja bu, gak usah belajar.

Dari pengalaman Ibu A tadi, kita dapat memperoleh informasi baru terkait media pembelajaran modern. Infokus dalam hal ini saya sebut sebagai media pembelajaran modern. Dengan perangkat tersebut sebenarnya seorang guru sudah mempraktikan cara mengajar berbasis ICT. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan pembelajaran menggunakan infokus tersebut:

  • Pikirkan terlebih dahulu apakah dengan infokus proses KBM jadi lebih epektif? Apakah mengajar siswa SD dengan menggunakan infokus itu akan epektif atau tidak?
  • Siapkan slide pembelajaran interaktif yang benar-benar bisa menjadi solusi KBM yang epektif. Jangan asal buat slide dengan tampilan-tampilan materi saja. Tapi buatlah slide yang didalamnya ada menu-menu yang sudah termanajerilan dengan baik durasi waktu dan pokok-pokok materi.
  • Beritahu siswa, bahwa apa yang akan mereka lihat bukan sekedar menonton, melainkan harus mengamati apa yang ditayangkan tersebut, sebab pada akhir tayangan akan ada evaluasi.
  • Buat LKS pembelajaran dan bagikan kepada siswa. Dalam LKS tersebut sudah terisi beberapa rangkuman materi yang ditayangakan, dan juga bahan evaluasi.

Nah dengan 4 hal tadi siswa diharapkan akan mengerti bahwa kegiatan hari itu (belajar menggunakan infokus) adalah kegiatan belajar mengajar, bukan sekedar menonton…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: