Pelajaran dari Pak Yakub

Belajar itu dimana saja, tidak mesti dalam ruang khusus yang biasa kita sebut kelas. Toh kelas itu definisinya luas, bukan “mentog” pada ruang khas dengan deretan bangku, dan papan tulis. Begitulah, persefsi saya tentang kelas. Dan itulah yang saya rasakan kemarin, ketika saya berkunjung ke rumah Pa Yakub, dosen penguji saya. Tujuan kunjungan saya tak lain untuk meminta tanda tangan (ACC) dari hasil refisi pasca sidang beberapa minggu yang lalu. Dan apa yang saya dapatkan bukanlah sekedar tanda tangan, melainkan kuliah penuh makna yang kami dapatkan selama kurang lebih 3 jam. Selama kuliah, mungkin inilah kuliah yang saya anggap paling istimewa. Kenapa? Karena saya mendapat konsep “mudah” bagaimana membuat perancangan sistem, dan itu tidak saya dapatkan seblumnya. Yang kedua, saya mendapat banyak motivasi, insfirasi, dan spiritual.

Ramah

Pelajaran pertama yang saya dapatkan adalah keramah tamahan. Ini yang saya anggap istimewa kesatu. Pertam kali masuk, langsung disambut sopan santun, senyum layaknya seorang bapak kepada anaknya. Dipersilahkan duduk, suguhan teh hangat, kue kecil dan cemilan lainya (sebenarnya sedikit membuat saya malu, karena saya datang tanpa membawa apapun). Ini potret seorang guru yang istimewa, menurut saya.

Memberi spirit tentang makna tanggung jawab

Ini pelajaran kedua, dan ini yang saya anggap sebagai istimewa kedua. Dalam prolog nya sebelum membuka topik tentang utama kedatangan saya tersebut. Beliau memberi hujjah tentang bagaimana kita harus menjaga kredibilitas orang lain, dan bertanggung jawab secara moral terhadap apapun yang kita perbuat. Mungkin pembaca belum tau maksudnya. Begini, kedatangan saya dan teman saya kerumah dosen yang kebetulan dalam sidang skripsi dialah sebagai pengujinya. Dan pasca sidang tentu ada koreksi yang harus kami perbaiki. Nah, setelah memperbaiki skripsi tersebut tentu kami harus bertemu dengan dosen penguji untuk mendapatkan verifikasi bahwa skripsi kami dinyatakan layak jilid karena sudah diperbaiki. Begitupun tujuan kami ke rumah Pak Yakub, tak lain untuk meminta verifikasi tersebut, kebetulan waktunya sudah deadline. Dan, alhamdulillah, bukan sekedar tanda tangan melainkan 3 jam penuh makna yang saya anggap sebagai kuliah istimewa.

Soal menjaga kredibilitas maksudnya, beliau ingin skripsi yang kami buat tersebut benar. Sebab skripsi merupakan hasil karya yang akan disimpan di arsip perpustakaan kampus yang nantinya akan menjadi bahan referensi mahasiswa lainya, bayangkan kalau ternyata skripsi kita tersebut ternyata banyak kesalahan, tentu yang mengambil referensinyapun akan tersesat dan kembali membuat skripsi yang salah. Itu satu, berikutnya skripsi kita pun akan dibagikan ke dosen penguji dan pembimbing lainya, dan tentu dosen lain akan melihat siapa saja yang menandatangani skripsi tersebut, tentu ini akan menyangkut kredibilitas seseorang, jika skripsi kita banyak sekali salah tentu orang-orang yang menandatangani skripsi kita pun akan terkotori kredibilitasnya dan bukan cuma yang orang , tapi instansi tempat kita observasi, kampus, pembimbing, dan seterusnya. Yang ketiga, tentu skripsi tersebut akan kita simpan seumur hidup, dan ini mungkin akan menjadi bahan referensi anak-anak kita ketika hendak membuat skripsi, apa yang terjadi? tentu kesalahan berulang, terus begitu, dan ini menyangkut kredibilitas kita dimata anak-anak kita.

Belum lagi, jika kita nantinya menjadi profesional, tentu skripsi kita akan menjadi rujukan orang dalam melihat ke profesionalan kita. Dan, bisa saja orang lain yang kebetuluan satu jabatan dengan kita, jika tahu skripsi kita ternyata tidak layak, bisa saja ini menjadi senjata yang ampuh untuk menjatuhkan karir kita.

Dan tanda tangan itu perkara yang mudah, tapi menghargai kredibilitas orang yang memberi tanda tangan itu yang harus dijaga. Dijaganya dengan cara tadi, memperbaiki kesalahan skrispsi. Terlebih Pak Yakub adalah penulis buku, dan referensinya dipakai pula dalam pembuatan skripsi kami, tentu kredibilitasnya dipertaruhkan. Makanya kami kembali mendapat kuliah, dengan sabar, dan jelas, kembali dosen penguji saya tersebut kembali membahas konsep perancangan sistem informasi secara runtut dan mudah dipahami. Luar biasa menurut saya, disamping mengorbankan waktu beliau, dan ini gratis.

Setelah selesai memberi materi kuliah tadi, beliau memberi amanat, yang isinya kurang lebih “saya sudah memberikan pemahaman tadi, silahkan memperbaikinya, kalaupun kalian tidak memperbaikinya tanggung jawab kalian kepada Allah SWT. Tapi mari kita jaga sama-sama kredibilitas orang lain, terutama orang yang membubuhi tanda tangan skripsi mas mas ini..”(beliau memanggil kami dengan sebutan itu). Sederhana, tapi mengena.

Ngalor ngidul

Sejenak sebelum pulang, kami ngobrol ngalor ngidul dulu dengan Pak Yakub. Dan saya tertawa ketika beliau mau mendaptar kuliah lagi untuk jurusan pendidikan, dan pendidikan agama, padahal saat ini sedang mengambil doktor, dan deretan gelar akademiknya sudah panjang banget dari mulai S.Kom, M.Kom, MM. Dan berseloroh dia mengatakan, bahwa dia cuma senang belajar saja. Dan lebih jauh lagi dengan kuliah dibanyak jurusan akan memudahkan beliau untuk bertahan dan masuk ke jenis pekerjaan apapun, terutama mengajar mata kuliah apapun. Ini menyangkut nilai jual juga, tapi intinya dia hanya ingin banyak belajar. Dan tanpa malu-malau dia menyebutkan latar belakangnya dulu, dimana dia sebelumnya hanya seorang OB disebuah kampus terkenal di Jakarta, dan lebih hebatnya lagi sejak lulus SD dia sudah hijrah ke Jakarta untuk bekerja, dari hasil pekerjaanya tersebut dia bisa sekolah dan sekolah sampai akhirnya seperti saat ini.

“Allah tidak akan merubah suatu kaum, jika kaum tersebut tidak mau merubahnya” satu kutipan penting dari mulut pak Yakub. Jika kita mau merubahnya lebih besar, ya maka kita harus berusaha berubahnya pun lebih besar. Begitulah…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: