Relasi Guru dan Murid

relasi guru-muridSaya tertarik untuk menulis tentang relasi, tapi bukan relasi antar tabel dalam sebuah database perancangan program aplikasi. Melainkan relasi antar kelas, dimana entitasnya adalah guru dan murid. Sekali lagi, relasi yang akan saya tulis bukan relasi antar tabel dalam materi kuliah sistem informasi. Ini hanya hasil save knowledge saja dari dolanan field search di internet dan implementasinya yang saya temukan selama mengajar. Relasi dalam arti bahasa adalah hubungan. Relasi guru-murid, artinya hubungan antara guru dengan murid. Dari relasi tersebut nanti akan muncul korelasi atau sebab-akibat. Pernyataan relasi guru-murid: “jika gurunya berbudi pekerti santun-mengajarkan sopan-santun kepada siswa-korelasinya siswa akan santun pula”. Tetapi sebaliknya, “jika gurnya tidak santun-mengajrkan sopan-santun kepada siswa-kemungkinan siswa tidak akan santun pula”, pertanyaanya adalah kenapa demikian?

Saya terinsfirasi dari salah satu paragraf dari tulisanya pak Anwari WMK di situs jubilee-jkt.sch.id: “Jati diri seorang guru ditandai oleh personalitas sang guru sebagai teladan kebajikan, inspiratif saat mengajar, paham perkembangan mutakhir ilmu pengetahuan, serta mengerti semangat zaman yang tengah bergolak. Jati diri seorang murid terkait erat dengan talenta yang tersembunyi, vitalitas jiwa yang progresif, kedekatannya dengan aspek-aspek imajinatif kreatif, dan eksistensi diri sebagai anak-anak zaman.”

Walau kata-katanya terlalu rumit, tapi saya coba menyederhanakan maksudnya. Bahwa seorang guru erat kaitanya dengan nilai-nilai kebaikan, itu ditandai dari prilaku bajiknya. Artinya apa? Bahwa seorang guru memang harus baik, bila perlu benar-benar baik. Baik dalam segala hal, performence, skill dan terutama prilakunya (religi). Sebab guru adalah contoh utama dalam kelas, dan orang yang ikut mempengaruhi baik dan buruknya siswa dimasa depanya. Jika siswa sering mendapati hal-hal tidak baik yang tidak sepantasnya dilakukan oleh gurunya, maka apa yang dilihatnya akan menjadi pembenaran siswa ketika melakukan hal-hal yang tidak semestinya.

Inspiratif dalam mengajar, artinya guru harus menjadi pusat insfirasi, pemberi insfirasi, motivasi dan hal-hal lainya yang mampu membangkitkan semangat siswa untuk mengetahui sesuatu yang diberikan oleh guru dalam bentuk materi pelajaran dan lainya. Siswa akan merasa letih, dan merasa waktunya terbuang cuma-cuma hanya untuk melihat gurunya berbicara didepan kelas, menjelaskan sesuatu yang dianggapnya tidak menarik. Disinilah tantanganya bagi rekan guru, bagaimana menciptakan sesuatu yang menarik agar siswanya tidak merasa hanya membuang-buang waktu saja di dalam kelas atau sekolah.

Paham perkembangan mutakhir. Guru, bukan cuma dituntut berprilaku bajik, smart dan inspiratif, melainkan harus peka terhadap perkembangan mutakhir. Dalam masanya, guru hanya cukup berlama-lama didepan kelas memberikan ceramah pengetahuan kepada siswa, sepotong kapur tulis, dan dibelakanya papan tulis serta buku lusuh menjadi media dan panduanya. Tapi ketika zaman menuntut penggunaan teknologi kedalam kelas, sekolah, maka model-model pembelajaran berbasis ICT pun tak mungkin diabaikan. Guru tak mungkin menyerah dan mengatakan “saya tidak bisa” atau alasan lainya untuk menghindar dari teknologi, saat ini. Guru haru belajar dan mengikuti tren teknologi bersusah payah agar tak tertinggal dari siswanya, agar model-model pembelajaranya sesuai dengan zamanya.

Relasi-relasi tadi setidaknya hanya 3 dari sekian banyak relasi anatara guru dan siswa didalam kelas, di dalam sekolah, dan didalam pembelajaran tentunya. Dan kita sebagai guru di zaman peradaban teknologi saat ini, setidaknya harus mampu mengadopsi 3 hal yang menurut saya sangat menarik tersebut. Mengadopsi nilai-nilai kebajikan, inspiratif, dan up date perkembangan mutakhir. Dan dari ketiganya, nilai-nilai kebajikanlah yang seharunya terus menerus dikuatkan, ditingkatkan.

Reff image:http://www.ajarn.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: