Spirit Mengajar di Tahun 2013

Hari pertama di tahun 2013, dan saya baru tahu ternyata hari ini tanggal merah, pertanyaanya kok tanggal merah? Sudahlah, toh terserah saja sama yang bikin kalender. Pertanyaan berikutnya apa yang akan saya kerjakan di thun 2013 ini? Jawabanya ya mengajar lebih baik, dan lebih baik lagi. Jawaban seperti itu mudah di duga sebenarnya, toh kata-kata lebih baik hampir semua orang mengatakanya di penghujung 2012 sebagai sebuah harapan dan do’a. (apa bedanya coba, harapan dengan do’a?).

Spirit mengajar, begitulah topik yang ingin saya tulis pada posting pertama di tahun 2013 ini. Spirit mengajar itu maksudnya apa sih? Spirit itu dalam kamus bahasa indonesia artinya semangat (nomina), kalau mengajar memiliki arti yang luas tapi saya persempit, mengajar itu memberikan informasi pengetahuan secara benar kepada orang lain, lebih tepatnya kepada siswa saya. Jadi spirit mengajar yang saya maksud, semangat untuk memberikan informasi pengetahuan dengan benar kepada siswa saya. Tidak menarik ya artinya? Tapi begitulah yang saya ingin lakukan. Semangat, memberikan informasi pengetahuan, dengan benar. Tiga kata tersebut menjadi kata kuncinya.

Semangat, itu bagian dari peningkatan mutu. Bagaimana kita mau dan bisa berubah jadi lebih baik kalau kita sendiri tidak semangat melakukan sesuatu untuk perubahan yang kita inginkan. Dengan adanya semangat kita jadi lebih kreatif, dan mau berpikir dan mengerjakan sesuatu dengan lebih giat dan pada akhirnya muncul apa yang disebut inovasi. Bagitulah semestinya yang kita lakukan untuk profesi kita sebagai guru. Semestinya kita semangat dalam menyayangi siswa, semangat dalam mendengar keluh kesah siswa, semangat dalam memberikan solusi kepada siswa, semangat dalam menghadapi kesulitan-kesulitan siswa, semangat dalam memenuhi tuntutan siswa, sekolah, orang tua siswa dan tuntutan masyarakat terhadap profesi kita.

Memberikan informasi pengetahuan, begitulah pekerjaan guru sebenarnya. Informasi pengetahuan? Pengatahuan tersebut tidak terbatas dengan mata pelajaran, tapi knowledge lainya yang lebih luas, tentu harus dibarengi dengan knowlege guru juga tentang cara menyampaikan informasi pengetahuan tersebut dengan benar dan sesuai etika. Jika ingin memberikan informasi yang baik, maka ketahui dan pahami terlebih dahulu informasi tersebut dengan baik pula, dan sampaikan dengan cara yang baik pula. Sebab, guru itu penjerumus peradaban. Interaksinya dengan siswa setiap hari adalah cara untuk menjerumuskan peradaban. Pertanyaanya, mau dijerumuskan kemana siswanya? Apakah ke jalan yang baik, atau ke jalan yang menyesatkan.

Dengan benar. Apapun jika dikerjakan dengan benar, dengan cara yang benar, dengan tujuan yang benar maka hasilnya akan benar. Begitulah semestinya kita melakukan tugas-tugas kita sebagai seorang guru. Mengerjakan tugas guru dengan benar, seperti menguasai materi yang akan di sampaikan ke siswa dengan benar, dengan benar di sini harus sesuai dengan kurkulum dan dengan aturan-aturan lainya. Dengan cara yang benar, maksudnya cara mengajar dari mulai penyusunan skenario, mencari suplemen, model, dan lainya. Dengan tujuan yang benar, ini lebih penting. Apakah tujuan mengajar kita hanya untuk “sekedar” menunaikan kewajiban? Ataukah untuk syi’ar mencerdaskan generasi berikutnya?

Begitulah Spirit Mengajar di Tahun 2013 yang saya makud. Dan mudah-mudahan saya mampu melakukanya lebih baik lagi di tahun 2013 ini. Semoga!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: