Mengarahkan Siswa Untuk Senang Menulis

Saya bukan penulis, bukan pula pembaca yang berkacamata minus. Jadi saya bukan apa-apa, sekalipun demikian sy suka ngeblog dan menulis hal-hal yang saya anggap menarik dan -mungkin-bermanfaat bagi orang lain. Makanya sekalipun bukan penulis, saya berusaha untuk selalu menulis setiap hari, dan tak terasa saya sudah menulis selama 5 tahun untuk blog “ndeso” ini. Dan 5 tahun menulis ternyata mempengaruhi “gaya” mengajar saya, gaya bicara saya dan semua hal yang tidak saya lakukan sebelum 5 tahun menulis rutin di blog ini. Apa itu?

Dulu, saya cenderung sangat pendiam. Enggan untuk berbicara panjang lebar, karena saya tak tahu harus “ngobrol” apa dan takut apa yang saya obrolkan tidak menarik untuk lawan bicara saya. Padahal waktu itu saya juga eksis di lingkungan saya, kerap menjadi maker untuk kegiatan-kegiatan kecil, dan kegiatan-kegiatan tersebut kerap menjebak saya untuk tampil dan bicara di depan orang banyak. Dan itu sangat tidak mengasikan buat saya kala itu, sekalipun saya mampu berbicara di depan orang banyak tetap saja durasi berbicara saya terbatas dan tidak mengasyikan buat yang mendengarnya.

Dulu, saya memilih untuk masuk kamar dan tidur ketimbang harus bertemu dengan tamu atau orang lain yang bertamu ke rumah. Dan saya selalu tidak nyaman jika bertamu ke orang lain.

Begitulah saya, dan beruntunglah saya berkenalan dengan WordPress ini, berusaha untuk rutin menulis. Dan ternyata rutinitas tersebut membawa perubahan untuk saya secara personal. Saya cenderung tidak malu-malu lagi, tidak takut kehabisan kata-kata ketika “ngobrol” dengan orang lain, dan saya tau topik menarik yang pantas untuk dibicarakan dengan orang lain tersebut.

Mengajak siswa untuk gemar menulis

Dan sekarang saya ingin mengajak siswa saya untuk senang berbagi kreatifitas mereka, menuangkan apapun yang ingin mereka tulis dalam blog. Dengan membiasakan menulis dalam blog saya yakin akan berdampak postif pada knowledge mereka. Bagaimana saya memancing mereka untuk mau menulis di blog? Pertama tentu dengan “paksaan” yang sebenarnya tidak memaksa, yaitu denga memberikan tugas menulis, tentu tugas tersebut sinkron dengan materi pelajaran. Kedua, “mendoktrin” mereka dengan sesuatu yang “wah” tentang blogging, misalnya saja kisah sukses blogger dan manfaat istimewa lainya dari aktivitas blogging. Dan yang ketiga, mengatakan bahwa mereka itu hebat mampu menulis, mampu berekspresi dan “reward” lainya yang membuat semangat menulis mereka tetap konsisten.

Begitulah, saya ingin beberapa tahun kedepan siswa-siswi saya sudah terbiasa bahkan menjadi sebuah kebutuhan untuk menulis di blog mereka sendiri, yang saya sebut blogging adict. Dengan rutin menulis….mereka akan terbiasa memetakan masalah, mengambil kesimpulan, dan menanggapi persoalan dengan perpektif yang seimbang. Smoga!

Ref image: http://addison6thgrade.blogspot.com/

3 Komentar to “Mengarahkan Siswa Untuk Senang Menulis”

  1. selain siswa, rekan guru lainnya juga perlu di ajak hehehe

  2. setuju, mas! lupa saya heheeh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: