Apa sih Pembelajaran Online itu?

Pengantar
Kegiatan belajar dan mengajar lazimnya dilakukan di dalam kelas, guru berdiri di depan para siswa, dan siswa-diharapkan-duduk manis menyimak materi pelajaran yang disampaikan guru. Tentu dalam menyampaikan materi guru terlebih dahulu menyiapkan skenario pembelajaran yang populer di sebut RPP, guru juga -mestinya-dibekali knowledge tentang penguasaan kelas, model pembelajaran, memahami sanguin-koleris-melankolis siswa, disamping penguasaan materi yang diajarkan tentunya.

Tapi zaman (sedikit) berubah, teknologi terbaru mempengaruhi struktur baku model pembelajaran yang sebelumnya bersifat konvensional tersebut. Gaya mengajar guru pun semakin variatif, tidak lagi melulu mengandalkan kepiawaian ceramah dengan modal utama vibra suara dan wibawa bicara. Melainkan memanfaatkan alternatif teknologi yang bisa digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Maka munculah model pembelajaran multimedia, model pembelajaran elektronik, model pembelajaran online dan lain sebagainya. Ada yang menggunakan perangkat komputer lengkap dengan software aflikasi pembelajaran, ada yang memanfaatkan unduhan video dari youtube, kliping image dari google, peta dunia dari google map, dan banyak lagi.

Pembelajaran  Online
Saya masih ingat waktu SMP dulu, saat itu pelajaran Bahasa Indonesia, mungkin materi mendengarkan. Waktu itu guru saya sangat kreatif, dengan modal Radio tafe recorder dan kaset yang berisi rekaman suara guru saya yang sedang bercerita. Kami pun semuanya terpesona dengan model pembelajaran tersebut, karena menurut kami waktu itu guru saya menyajikan pembelajaran berbeda dari biasanya, dan radio waktu itu masih sangat langka, jadilah kami terpesona dan serius menangkap cerita-cerita yang kami dengarkan tersebut.
Model pembelajaran yang dilakukan guru saya tersebut, adalah model pembelajaran kreatif di jamannya, dan era tape recorder adalah era transisi dari model pembelajaran konvensional ke model pembelajaran online (begitulah saya menyebutnya).

Lalu seperti apa sih pembelajaran online? Sebuah pertanyaan yang mestinya dijawab dengan mudah saat ini. Pembelajaran online adalah pembelajaran yang melibatkan (interaksi) siswa dengan perangkat-perangkat ICT dan kalau saya men-spesifikan lagi yaitu interaksi siswa dengan jaringan komputer (Jaringan komputer tersebut bisa intranet atau internet) untuk mengakses aplikasi-aplikasi yang telah disediakan untuk pemebelajaran pada mata pelajaran tertentu, aplikasi tersebut bisa original buatan guru atau memanfaatkan free software.

Pembelajaran online sebenarnya bagian dari e-learning. Konsep e-learning sendiri mengacu pada model pembelajaran menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan media digital. Dalam pembelajaran online kita optimalkan segala bentuk aplikasi yang bermanfaat yang ada di internet, seperti mesin pencari, blog, situs jejaring sosial, e-mail dan situs tertentu sesuai materi pelajaran yang akan diberikan.

Metode pembelajaran online
Pada praktiknya pembelajaran online terdiri dari:

  1. Web Supported e-learning, yaitu pembelajaran dilakukan secara tatap muka dan didukung dengan penggunaan website yang berisi rangkuman, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, tugas, dan tes singkat.
  2. Blended or mixed mode e-learning, yaitu sebagian proses pembelajaran dilakukan secara tatap muka dan sebagian lagi dilakukan secara online .
  3. Fully online e-learning format, yaitu seluruh proses pembelajaran dilakukan secara online termasuk tatap muka antara pendidik dan peserta didik yang juga dilakukan secara online, teknologi teleconference biasanya jadi pilihan.

Keuntungan Pembelajaran Online

Keuntungan pembelajran online menurut A. W. Bates (Bates, 1995) dan K. Wulf (Wulf, 1996)  yang saya kutip dari situs www.ubb.ac.id yaitu:

  1. Meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau instruktur (enhance interactivity). Apabila dirancang secara cermat, pembelajaran elektronik dapat meningkatkan kadar interaksi pembelajaran, baik antara peserta didik dengan guru/instruktur, antara sesama peserta didik, maupun antara peserta didik dengan bahan belajar (enhance interactivity). Berbeda halnya dengan pembelajaran yang bersifat konvensional. Tidak semua peserta didik dalam kegiatan pembelajaran konvensional dapat, berani atau mempunyai kesempatan untuk mengajukan pertanyaan ataupun menyampaikan pendapatnya di dalam diskusi.
  2. Mengapa? Karena pada pembelajaran yang bersifat konvensional, kesempatan yang ada atau yang disediakan dosen/guru/instruktur untuk berdiskusi atau bertanya jawab sangat terbatas. Biasanya kesempatan yang terbatas ini juga cenderung didominasi oleh beberapa peserta didik yang cepat tanggap dan berani. Keadaan yang demikian ini tidak akan terjadi pada pembelajaran elektronik. Peserta didik yang malu maupun yang ragu-ragu atau kurang berani mempunyai peluang yang luas untuk mengajukan pertanyaan maupun menyampaikan pernyataan/pendapat tanpa merasa diawasi atau mendapat tekanan dari teman sekelas (Loftus, 2001).
  3. Memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility). Mengingat sumber belajar yang sudah dikemas secara elektronik dan tersedia untuk diakses oleh peserta didik melalui internet, maka peserta didik dapat melakukan interaksi dengan sumber belajar ini kapan saja dan dari mana saja (Dowling, 2002). Demikian juga dengan tugas-tugas kegiatan pembelajaran, dapat diserahkan kepada instruktur begitu selesai dikerjakan.
  4. Tidak perlu menunggu sampai ada janji untuk bertemu dengan guru/instruktur. Peserta didik tidak terikat ketat dengan waktu dan tempat penyelenggaraan kegiatan pembelajaran sebagaimana halnya pada pendidikan konvensional. Dalam kaitan ini, Universitas Terbuka Inggris telah memanfaatkan internet sebagai metode / media penyajian materi. Sedangkan di Universitas Terbuka Indonesia (UT), penggunaan internet untuk kegiatan pembelajaran telah dikembangkan. Pada tahap awal, penggunaan internet di UT masih terbatas untuk kegiatan tutorial saja atau yang disebut sebagai (tutorial elektronika) (Anggoro, 2001).
  5. Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (potential to reach a global audience). Dengan fleksibilitas waktu dan tempat, maka jumlah peserta didik yang dapat dijangkau melalui kegiatan pembelajaran elektronik semakin lebih banyak atau meluas. Ruang dan tempat serta waktu tidak lagi menjadi hambatan. Siapa saja, di mana saja, dan kapan saja, seseorang dapat belajar. Interaksi dengan sumber belajar dilakukan melalui internet. Kesempatan belajar benar-benar terbuka lebar bagi siapa saja yang membutuhkan.
  6. Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities). Fasilitas yang tersedia dalam teknologi internet dan berbagai perangkat lunak yang terus berkembang turut membantu mempermudah pengembangan bahan belajar elektronik. Demikian juga dengan penyempurnaan atau pemutakhiran bahan belajar sesuai dengan tuntutan perkembangan materi keilmuannya dapat dilakukan secara periodik dan mudah.

Media untuk pembelajaran Online

Menurut perangkatnya media yang digunakan untuk pembelajaran online diantaranya perangkat komputer, jaringan dan koneksi internet, router, dan perangkat pendukung lainnya yang dibutuhkan sesuai volume kebutuhan dan jenis pembelajaran online.

Menurut aplikasinya, kita bisa menggunakan banyak sekali aplikasi untuk pembelajaran online, seperti Blog, Facebook, Twitter, Google Drive, Email, Moodle, ATutor Cms, Wolframe Alpha, Chamilo, Docebo, Dokeos, OLAT, dan masih banyak lagi, baik berbayar maupun gratis.

Penutup

Pembelajaran online menurut saya merupakan “pilihan lebih baik” dalam proses kegiatan beajar dan mengar masa kini. Dengan pembelajaran online interaksi antar guru dan siswa bisa terjadi dimana saja (online) tidak melulu di dalam kelas yang kadang itu membosankan. Dengan pembelajaran online setiap siswa dapat mengakses materi lebih cepat, berdiskusi tanpa batas waktu. Bagi guru, pembelajaran online tentu sangat mengasyikan, karena kita bisa menghemat banyak waktu yang kadang hanya terbuang untuk apersepsi yang tidak fokus. Tentu untuk menerapkan pembelajaran online perlu “sosialita” yang akrab dengan manajemen sekolah, “publikasi” yang menarik dengan semua masyarakat akademis dilingkungan sekolah dan knowledge yang up to date terhadap penguasaan perangkat, aplikasi, model, metode dan teknologi terbaru. Itu semua memerlukan kreatifitas…..

Url terkait dengan pembelajaran online:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: