Sekilas Sejarah Ilmu Tajwid

Sekilas Sejarah Ilmu Tajwid| Tulisan ini merupakan texbook dari buku dengan judul “Risalah Tartil Al-Qur’an” yang merupakan panduan ilmu tajwid berdasarkan riwayat Hafsh’An’Ashim melalui jalan Asy Syathibiyah, buku tersebut dikarang oleh Irfan Abu Hawariyyah. Saya menuliskan kembali secara singkat di blog ini dengan maksud untuk mengarsipkan catatan belajar tajwid saya, mudah-mudahan maksud baik saya ini tidak dikategorikan sebagai plagiarisme.

Perlu diketahui Sekolah tempat saya mengajar saat ini tengah meningkatkan kualitas SDM khususnya dalam hal peningkatan standar tertentu dalam bidang rohaniah, salah satunya menertibkan tartil Qur’an semua guru dan staf, hal ini tidak lain sebagai langkah awal untuk pelayanan pendidikan yang lebih baik lagi kepada masyarakat khususnya siswa-siswi kami. Terus terang sekalipun waktu kecil saya “belajar ngaji” walau secara tradisional dengan model bagdadi ternyata ketika mengulangnya (belajar kembali) di usia saat ini ternyata sangat tidak mudah. terlebih untuk membenarkan kembali lafal-lafal yang kadung “melekat” di lidah saya yang ternyata lafal-lafal tersebut salah. Dan alhamdulillah, sekolah berkenan memfasilitasi kami untuk belajar kembali tartil qur’an tersebut.

Sejarah

Sesungguhnya ilmu tajwid adalah sebuah ilmu yang bersifat tauqify (doktrin) keseluruhan, tidak ada satu bagian pun daripadanya yang boleh diijtihadkan. Yang berarti bahwa ilmu tajwid ini merupakan satu kesatuan dengan Al-Qur’an yang diturunkan oleh Allah SWT melalui Jibril Alaihisalam kepada Rosulullah SAW. Dimana beliau bertalaqi kepada Jibril dengan bacaan yang telah dibacakan oleh Allah SWT. Lalu Rasulullah pun mengajarkan bacaan-bacaan tersebut kepada para sahabat dan memerintahkan kepada mereka untuk senantiasa menjafa bacaan Al-Qur’an itu sebagaimana waktu diturunkan. Diriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda:

” Sesungguhnya bahwa Allah SWT menyukai agar Al-Qur’an itu dibaca sebagaimana diturunkan .” (Shaih Ibnu Khuzaimah).

Kemudian setelah islam berkembang dan menyebar ke berbagai wilayah di seluruh negeri yang penduduknya tidak mengenal bahasa arab, banyak orang-orang yang baru masuk islam dengan bacaan Al-Qur’an yang salah bahkan menyimpang yang mengakibatkan rusaknya makna bahkan dan kandungan ayat-ayat Al-Qur’an. Melihat kondisi itu para ulama pun merasa khawatir dan takut akan berlanjutnya kesalahan, perubahan dan penyimpangan tersebut, sehingga sebagaian diantara merke berusaha dan bekerja keras untuk meletakan berbagai kaidah dan dasar-dasar pembacaan Al-Qur’an yang benar dan sempurna sebagaimana contoh daru Rosulullah SAW. Lalu dikenalah ilmu tersebut dengan “Ilmu Tajwid.”

Dan patut untuk diketahui, bahwa para ulama tersebut tidaklah meletakan kaidah ilmu tajwid tersebut berdasarkan ijtihad mereka sendiri, tetapi berdasarkan pengamatan terhadap pembacaan para ‘qurro’ yang ‘mutqinin’ yang sanad riwayat pembacaan mereka bersambung ke Rasulullah SAW. Lalu mereka catat dan mereka abadikan sebagai panduan pembacaan Al-Qur’an untuk generasi-generasi setelah mereka bahkan sampai kepada kita saat ini.

Metode-metode peletakan kaidah ilmu tajwid sesungguhnya sangat menyerupai metode peletakan kaidah-kaidah nahwu dan shorof yang dilakukan para ulama Arab yang memperhatikan dengan seksama percakapan dan perkataan orang-orang A’rob (Bady, orang-orang Arab pedalaman) yang masih murni dan fasih bahasanya lalu para ulama tersebut mencatatnya dan abadikan sebagai panduan berbahasa untuk generasi setelah mereka. Dan orang yang pertamakali menuliskan kaidah-kaidah ilmu tajwid dalam bentuk sebuah kitab adalah Al Imam Musa Al Khoqony (wafat tahun 325 h/ sekitar tahun 905 M).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: