Menjadi Trainer ICT

Trainer ICT| Menjadi trainer ICT? Bisakah seorang guru menjadi trainer ICT? Sangat menarik bagi saya untuk menulis tentang trainer ICT, lebih menarik lagi karena tulisan ini saya dedikasikan untuk seluruh guru di Indonesia yang mempunyai “super talent” dalam hal pengelolaan pembelajaran dan pemanfaatan ICT.

Apa itu trainer?

Trainer atau instruktur kata instructor dengan asal kata instruction. Secara bebas maka kata itu dapat diartikan sebagai orang yang memiliki kekuasaan untuk memberikan instruksi (perintah). Instruktur disini harus didengar, dipatuhi dan dikuti. Istilah ini  lebih memiliki kesan otokrasi yang bernuansa top down. Istilah ini kerap kali digunakan pada lembaga dengan garis koordinatif yang kental, seperti TNI, namun pada beberapa lembaga istilah ini sudah mengalami pelamahan arti dari maksud yang disebutkan di atas.[1]

Dalam banyak artikel yang mengupas mengenai trainer, menyebutkan bahwa menjadi seorang trainer harus memiliki beberapa kompetensi khusus, baik kompetensi konseptual (strategi), kemampuan teknis (psikomotorik), dan kemampuan moral (apektif).

Dengan kemampuan konseptualnya seorang trainer mampu mengorganisisir materi yang akan disampaikan, karenanya dia butuh pengetahuan tentang psikologis (psikologis pendidikan, tingkah laku dan psikologis kepribadian, butuh pengetahuan tentang prosedur pengajaran, dan yang lebih penting mengatahui dengan baik materi yang akan disampaikan.

Kemampuan psikomotorik akan membantu dalam komunikasi, model dan jenis metode pelatihan, mendinamiskan kelompok dalam pelatihan, ice breaking, mengorganisir bahan pelatihan, serta memanfaatkan media apa saja yanag akan digunakan dalam pelatihan.

Sementara kemampuan moral akan membantu seorang trainer dalam menata prilaku, tata bahasa, sopan santun dan nilai-nilai keagamaan serta menghormati adat istiadat ketika memberikan pelatihan.

Trainer ICT

Tiga kemampuan khusus trainer tadi bisa dijadikan bahan evaluasi diri jika kita berkeinginan menjadi seorang trainer. Kemampuan khusus tersebut bisa diperoleh dengan banyak belajar dan latihan tentunya . Bagaiamana dengan trainer ICT? Banyak sebutan untuk seseorang yang berprofesi sebagai trainer, ada trainer super quantum, trainer e-learning, trainer jarimatika semuanya tergantung spesifikasi pelatihan yang diberikan oleh seorang trainer. Kalau pelatihannya sepsifik dibidang ICT maka tak ayal lagi orang menyebutnya trainer ICT, tentu trainer yang berlabel ICT memiliki spesifikasi kepelatihan masing-masing sesuai dengan kompetensi keilmuannya, entah itu programming, teknik dan jaringan, atau multimedia dan lainnya.

Alur proses pelatihan trainer ICT

Untuk menjadi seorang trainer ICT harus mengetahui beberapa prosedur berikut:

  1. Mengidentifikasi kebtuhan. Sebelum pelatihan dimulai (beberapa hari atau menggu jadwal pelatihan) seprang trainer harus mengidentifikasi kebutuhan, seperti bahan materi, referensi, makalah, cd tutorial, file persentasi, laptop, dan lain sebagainya. Dan yang paling penting adalah seorang trainer harus mengethaui sasaran dari pelatihan, siapa pesertanya, jumlahnya, agar target-target pelatihan yang akan dicapai bisa terpenuhi.
  2. Perencanaan pelatihan. Proses ini meliputi keseluruhan element yang berhubungan dengan even pelatihan, seperti siapa panitia, tim pengelola, peserta, perencanaan sarana dan prasarana, perencanaan media, komunikasi, akomodasi, konsumsi dan hal lainnya yang berhubungan dengan e.o pelatihan.
  3. Evaluasi. Proses evaluasi menempati posisi yang sangat penting dalam pelatihan, tidak ada satupun usaha yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas pelatihan jika tidak disertai dengan langkah evaluasi. Evaluasi dalam pelatihan akan ikut pula menentukan arah pengembangan peserta selanjutnya. Evaluasi dalam pelatihan dapat dibagi menjadi dua yaitu evaluasi trainer terhadap peserta, yang pada akhirnya menentukan tingkat kelulusan dan arah pengembangan peserta selanjutnya (follow up) dan evaluasi peserta terhadap trainer, evaluasi ini bertujuan untuk memantau sejauhmana seorang trainer berhasil dalam tugasnya, di samping itu evaluasi ini juga ikut menentukan kredibilitas seorang trainer ICT.

Bisakah seorang guru menjadi trainer ICT?

Bisakah guru menjadi trainer? Bisakah seorang guru menjadi trainer ICT? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, marilah kita runut seperti apa sih pekerjaan guru dalam kesehariannya. Saya yakin guru yang baik sebelum mengajar akan mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, entah itu rpp, bahan ajar, sumber referensi, media, dan pendukung mengajar lainnya. Ketika dikelas seorang guru pun akan berusaha memahami karakter masing-masing anak sehingga tau yang mana anak visual, auditorial, dan kinestetik sehingga guru tersebut dapat mengkondisikan materi yang diberikan pada seluruh anak dengan masing-masing karakter dan gaya belajar yang unik. Setelah itu guru pun akan berusaha menguasai kelas dengan metode-metode dan basic keilmuannya yang pernah ia dipelajarinya di bangku kuliah. Dan pada akhirnya seorang guru yang baik akan mengevaluasi cara mengajarnya, apakah sudah sesuai dan mencapai target yang diinginkannya tentu indikator pencapaian itu bukan cuma nilai berupa angka-angka melainkan value yang lebih tinggi lagi yaitu perubahan prilaku, sikologis, dan seterusnya. Begitulah runtutan pekerjaan seorang guru, dan seperti itu pula trainer bekerja.

Menjadi trainer ICT? Untuk menjadi trainer ICT basik utamanya adalah kemampuan memanfaatkan ICT untuk pembelajaran, untuk mendapatkan kemampuan tersebut dibutuhkan skill khusus terhadap peminatan bidang keilmuan ICT entah itu skill knowledge nya, entah itu softskill atau hardskill. Tapi diluar itu ICT adalah ilmu yang tak dibatasi oleh gelar kesarjanaan, seorang matematikawan bisa menjadi master trainer ICT karena “sering ngoprek” teknologi dan tahu memanfaatkannya untuk pembelajaran. Tapi sebaliknya banyak sarjana komputer yang tak mampu melakukan apapun dengan bekal keilmuannya lantaran tidak tahu memanfaatkan keilmuannya. Toh untuk menjadi trainer ICT bukan berarti mesti menguasai programming, jaringan, dan detail software atau hardware. Yang dibutuhkan trainer ICT adalah kreativitas dan inovasinya dalam memanfaatkan ICT untuk pembelajaran yang menarik dan memudahkan siswa, guru, dan sekolah. Dengan skill aflikasi PowerPoint pun seorang guru bisa menjadi trainer ICT. Jadi……….tunggu apa lagi, segeralah persiapkan diri untuk menjadi trainer ICT jika berminat……..!

Referensi:

1. http://www.andragogi.com/document2/Menjadi%20Pelatih.htm

One Comment to “Menjadi Trainer ICT”

  1. Inilah target saya selanjutnya… Good posting Mister

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: