Ide Usaha

Artikel singkat ini merupakan resensi sub bab “ide usaha” dari sebuah buku yang sudah lama menghiasi tumpukan buku-buku saya. Buku tersebut berjudul “Membangun spirit enterpreneur muda indonesia” dengan sub title “suatu pendekatan praktis dan aplikatif” karangan Arman hakim nasution, Bustanul arifin noer, dan Mokhamad suef yang diterbitkan oleh Elex media komputindo 2001. Buku tersebut sangat insfiratif dan membangkitkan gairah wira usaha terutama bagi yang sedang mencari dan memikirkan ide usaha.

Memulai sebuah usaha memang sebuah tindakan yang harus diperhitungkan betul segala kemungkinan dan resikonya, sebab jika tidak matang perhtungannya bisa-bisa investasi yang kita lakukan untuk suatu jenis usaha malah menjadi prahara harta kekayaan kita. Tapi terlalu berhitung juga bukan tindakan yang “elok” jika berencana menjadi usahawan, karena bisa-bisa perhitungan yang terlalu rinci malah mendramatisir keadaan sehingga kita takut untuk melangkah, jika sudah begini jangan harap kita mampu memulai sebuah usaha. ‘Tidak usah berencana karena sebagian besar kenyataan tidak akan berjalan sesuai rencana, tidak usah berharap karena harapan akan pupus, tidak usah punya tujuan karena hanya akan membatasi diri kita’ begitulah prinsip hidup Bob Sadino , apa artinya rencana yang detil dan rinci kalau kita sendiri takut untuk merealisasikannya?

Ikut tren

Menurut logika, sebuah usaha yang berpeluang sukses adalah usaha yang mempunyai tingkat persaingan kecil, tetapi tingkat kebutuhan pada konsumennya tinggi. Kalau istilah blogger, tingkat pencariannya tinggi tetapi tingkat persiangannya rendah. Tapi banyak kejadian memperliatkan bahwa kecenderungan orang memulai usahanya adalah dengan mengikuti tren saat tertentu. Contohnya saja kalau sekarang banyak orang mendirikan lapangan futsal dengan asumsi lapangan futsal banyak dicari anak muda yang saat ini lagi trendnya futsal, maka rame-rame orang mendirikan lapangan futsal. Hal serupa dilakukan dengan berbondong-bondongnya orang mendirikan warnet.

Pola pikir seperti ini (ikut tren) merupakan pola pikir yang terlalu sederhana dan sempit, memilih jenis usaha dengan mengikuti tren berarti kita mencoba menceburkan diri ke jenis usaha dengan persaingan yang penuh sesak, jika seperti ini sulit bagi kita untuk berkembang.

Sekalipun demikian meniru bukanlah hal yang ditabukan, sebab tidak sedikit orang yang memulai usahanya dengan meniru usaha orang lain akhirnya berhasil. Tentu meniru suatu jenis usaha harus disertai dengan kreatifitas, misalnya saja banyak sekali orang berbisnis bakso, dan dari sekian banyak kedai-kedai bakso yang bisa dengan mudah kita temuakn dimana saja kita akan menemukan sesuatu yang tidak sama, entah penamaan, bentuk bakso, penyajian, layanan, tempat dan lain sebagainya, itulah kreatifitas.

Jangan menunggu datangnya ide

Ide atau gagasan tidak selamanya datang begitu saja, sehingga kita tidak mengetahui kapan ide itu akan datang. Jangan menunggu datangnya ide layaknya ilham yang bisa diperoleh dari mimpi ketika tidur. Ide harus dikejar, ide harus dicari. Kenyataan ini membuktikan bahwa usahawan bukanlah kerja otot melainkan kerja otak. Ingat, ide tidak selamanya datang begitu saja karenanya kita harus mencarinya.

Bagaimana mencari ide usaha? Ide usaha bisa datang dari apa yang kita lihat, kita dengar atau kita lakukan. Bisa saja kita kepikiran untuk memulai suatu usaha jualan bakso lantaran kita sering melihatnya, atau karena kita sering mendengar kesuksesan para pedagang bakso dan lain sebagainya.Ide usaha bisa kita temukan saat jalan-jalan ke luar kota, atau ketika melihat TV, internet, koran dan lain sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: