Sakit Perut

Alhamdulillah hari ini perut saya sudah tidak melilit lagi. Berbeda dengan beberapa hari kemarin perut ini rasanya melilit, perih, mual, kembung, ulu hati panas dan bayarannya saya kudu pulang pergi kamar mandi, mesti sabar duduk dengan pose ngilu memegang perut menunggu “sang hajat” turun ke kloset. Nyatanya sang hajat itu enggan turun cuma sedikit cairan yang untuk mengeluarkannnya perlu banyak energi. Luar biasa sakitnya.

Wal hasil saya akhirnya mesti ketemu dokter sebuah pekerjaan yang paling saya tidak sukai. Namanya di kota kecil cuma ada 1 dokter praktik terdekat,  lainnya lumayan jauh atau mesti antri di puskesmas. Dengan perut melilit-lilit akhirnya saya lakukan pekerjaan yang tidak saya sukai tersebut.

Dengan skuter buatan jepang yang brand nya di Indonesia laris manis seperti kacang goreng pelan-pelan dan sampailah di halaman dokter praktik tersebut. Alamak rame nya! bagaimana ini? kalau saya mesti ikut ngantri apa jadinya kalau sedikit-sedikit mesti ke toilet yang saya juga belum tahu dimana letaknya. Akhirnya saya pulang lagi, dan balik lagi setengahdua belas siang jam segitu saya pikir pasti orang-orang udah selesai diperiksa dokter. Nyatanya……………masih ramai juga.

Akhirnya dengan terpaksa saya daftar juga, dan dapat jadwal jam 3 sore. Ga apa apa lah yang penting tidak mengantri. Dan jam 3 sore akhirnya saya balik lagi dan benar saja saya tida mesti mengantri, selang 2 pasien akhirnya saya ketemu juga sama dokter idaman orang-orang sakit di tempat tinggal saya ini.

“Sakit apa mul?” tanya dokter itu. Sok akrab amat kata saya dalam hati tapi saya tidak mau memikirkan kenapa dokter itu hanya memanggil nama tidak ada embel-embel bapak atau lainnya yang menurut orang tua itu lebih sopan.

“Sakit perut, dok..” Jawab saya. Dan beberapa menit dokter itu mewawancarai saya untuk mengetahui keluhan penyakit saya, mendengar kronologis keluhan saya kata dokter saya kemungkinan ada gejala mejen. Dan beberapa menit kemudian cek tensi, dan cek lainnya. Setelah beberapa lama saya diberi menu obat dan bayar di kasir plus obat.

Dan alhamdulillah atas perantara dokter tersebut sakit perut saya dan b.a.b saya sudah normal lagi.

Ibrah

Dari sakit perut tersebut ada banyak pelajaran saya temukan, pertama apapun alasannya sehat itu mahal harganya bukan mahal dari ukuran pengobatan dan biaya perawatan lainnya tapi ukuran produktivitas yang dihasilkan oleh orang sehat akan lebih banyak kesempatannya dibanding orang yang sakit.

Kedua, menjaga kesehatan itu kadang bukan menjadi keharusan karena kita baru sadar ketika sakit sudah menimpa kita. Kadang kita (saya) kurang memperhatikan nasihat orang yang peduli terhadap kesehatan saya seperti istri, teman sejawat dan  orang tua. Jujur saya bukan type orang yang perfec terhadap kesehatan, hal-hal kecil seperti cuci tangan, jajanan diluar, dan jenis makanan pun tidak terlalu saya pedulikan dampak kesehatannya.

Ketiga, Kopi. Saya memang Kopiholic tiada hari tanpa Kopi. Sampai sarapan pagi pun kalau disuruh milih antara sarapan dan kopi pasti saya memilih Kopi, walhasil maag saya kena dan pencernaan saya juga kena imbasnya.

Keempat, aktivitas pekerjaan yang lebih banyak duduk juga tidak baik terhadap pencernaan. Maka ini nasihat juga untuk para blogger hati-hati dengan kesehatan anda terutama pencernaan jika aktivitas menulis yang terlalu berlebihan akan berdampak kurang baik terhadap kesehatan.

Kelima, sakit kadang mengingatkan kita akan perkara non dunia. Bahwa kita tidak selamanya hidup, ada kematian. Dan sakit bisa saja menjadi jalan menuju kematian. Ini menjadi telaah bahwa disampingaktivitas untuk memenuhi kebutuhan duniawi kita juga jangan sampai melupakan perkara akhirat. Sebab sesuatu yang paling dekat menurut Imam Ghazalai adalah kematian…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: