Nusaptel Tidak Masuk Kampus

Bahasa pemrograman Nusaptel. Bernaridho I. Hutabarat. Sebuah pertanyaan saya tentang eksistensi Nusaptel yang tidak masuk kedalam mata kuliah di kampus, terutama kampus yang menyelenggarakan program studi ilmu komputer.

Saya pernah memposting tulisan mengenai bahasa pemrograman Nusaptel, setidaknya dalam beberapa title posting berikut:

Tak perlu dijelaskan mengapa saya interest untuk memposting tulisan ini, perkenalan saya dengan konsep bahasa pemrograman Nusaptel pun sudah saya jelaskan di posting terdahulu. Saya banyak membaca mengenai eksitensi Nusaptel dari beberapa Blog yang kebanyakan hanya memberikan informasi mengenai bahasa pemrograman buatan anak lokal, nusaptel. Dan selebihnya lagi merupakan Blog yang kontra (baca: kritik) terhadap kelemahan-kelemahan Nusaptel. Dan dari sekian banyak Blog tak satupun yang membahas lebih jauh mengenai pengakflikasian bahasa pemrograman Nusaptel tersebut layaknya bahasa perograman yang sudah populer lainnya.

Dan perlu diketahui Nusaptel adalah konsep bahasa pemrograman, bukan bahasa pemrograman yang sudah jadi. Artinya bahasa pemrograman ini belum bisa digunakan untuk membuat sebuah aflikasi (software aflication).

Nusaptel tidak masuk kampus?

Pertanyaan itu mungkin akan dibantah dengan jawaban; Nusaptel pernah diajarkan disebuah kampus di Jawa Tengah. Tapi bagaimana dengan kampus lain? pasti jawabannya sama, Nusaptel tidak masuk kampus.

Dan saya pernah menanyakannya langsung ke pak Bernaridho I. Hutabarat via e-mail, dan berikut jawaban beliau mengenai eksitensi Nusaptel di kampus:

Halo Mulyadi Tenjo,

Anda boleh memuat e-mail saya ini.
Kenapa NUSA tidak dijadikan mata kuliah?
Sebelum saya memberi jawaban langsung, saya perlu klarifikasi.
[1] NUSA sudah pernah jadi kuliah selama 2 semester di Ma Chung; tahun 2010-2011.
     Artinya; pernah ada success story. Tidak mutlak penolakan akan NUSA.
[2] Walau NUSA diajarkan pada saat itu, nama kuliahnya bukan NUSA.
[3] NUSA adalah programming-language.
     Nusaptel adalah programming-tool; ‘trade mark’ Kominfo, tapi tidak mereka daftarkan di Dirjen HAKI.
     VOTO NUSA adalah programming-tool: trademark atas nama saya, sudah didaftarkan di Dirjen HAKI.
    Programming-language berbeda dengan progamming-tool.
    Sebagai contoh: nama programming-languages: C#, BASIC, C++.
    Nama programming-tool: Microsoft Visual Studio.
Sekarang saya akan jawab. Ada beberapa penyebab NUSA tidak dijadikan kuliah:
[1] VOTO NUSA sangat minim programming-library-nya.
[2] Belum ada tenaga pemasaran
[3] Sivitas akademika di Indonesia bukan orang-orang yang suka exploit produk yang belum jadi untuk
     di-enhance. Sivitas Akademika di Eropa dan Amerika Serikat tdk mengolok-olok Linux yang pada awalnya dlm
     keadaan seperti NUSA. Mereka malah menganggapnya sbg tantangan untuk di-enhance.
     Tapi hal tersebut tidak dan tidak akan terjadi di Indonesia.
Semoga dua kekurangan di atas suatu saat dapat diatasi. Semoga dua/tiga tahun lagi NUSA diajarkan di univ.
Terimakasih,
Bernaridho

One Comment to “Nusaptel Tidak Masuk Kampus”

  1. Jangan mengorbankan anak didik hanya demi bahasa eksperimental. Itu hanya membuang waktu mereka yang berharga. Jangan harap Nusa akan berkembang, karena tidak ada komunitas yang mendukungnya. Coba, mendowloadnya saja dibuat susah, harus mendaftar dulu. Apalagi Nusa butuh compiler C (yang dikritiknya habis-habisan). Padahal Nusa mendapat dana bantuan dari Kominfo, jumlahnya tidak sedikit, tapi distribusinya dibuat eksklusif. Ini bisa digugat karena menyalahi TOR. Nusa mati sekarang, dua tahun lagi, dan selamanya. Saya pikir itu lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: