Makna Idul Fitri bagi seorang Blogger

Tak terasa Ramadhan telah berlalu,dan Idulfitri pun sudah beberapa hari meninggalkan kehangatannya.hari-hari biasa kembali kita nikmati seperti hari-hari sebelum ramadhan, walau dengan sejuta harapan dari pebaikan-pebaikan selama ramadhan untuk kita aflikasikan di hari ini, hari sesudah Ramadhan dan Idulfitri.mul_ritech_2009

Kita 29 hari lamanya sengaja memposisikan diri sebgai manusia yang benar-benar manusia, bertindak dan bergerak mencoba untuk selalu dalam koridor tatanan agama yang syar’i. kita seakan berada dalam universitas ramadhan dengan segala bentuk pendisiplinan diri dengan harapan mendapatkan sebanyak-banyaknya pahala dari pencipta kita. lalu setelah itu kita temukan hakikat zakat sebagai bentuk ketaatan kita untuk menjalankan rukun islam , lebih dari itu pendidikan kramahramahan dan syang menyayangi, slaing peduli dan mempedulikan trhadap sesama adalah inti dari pengalaman berzakat yang kita kerjakan.

Tiba lah Idulfitri yang begitu luarbiasa gaungnya di bumi indonesia ini, dengan di awali peristiwa mudik yang sekakan menjadi ritual tahunan yang wajib hukumnya untuk para migan melakukannya. bertumpuk-tumpuk keberhasilan selama merantau di boyong pulang untuk membahagiakan keluarga di kampung halaman, atau malah mungkin pembuktian keberhasilan diri sebagai bukti perantauannya.

Lalu apa yang kita dapatkan dari Idulfitri?

Sisi etimologis
Idul Fitri terdiri dari dua kata. Pertama, kata ‘id yang dalam bahasa Arab bermakna `kembali’, dari asal kata ‘ada. Ini menunjukkan bahwa Hari Raya Idul Fitri ini selalu berulang dan kembali datang setiap tahun. Ada juga yang mengatakan diambil dari kata ‘adah yang berarti kebiasaan, yang bermakna bahwa umat Islam sudah biasa pada tanggal 1 Syawal selalu merayakannya (Ibnu Mandlur, Lisaanul Arab).Dalam Alquran diceritakan, ketika para pengikut Nabi Isa tersesat, mereka pernah berniat mengadakan ‘id (hari raya atau pesta) dan meminta kepada Nabi Isa agar Allah SWT menurunkan hidangan mewah dari langit (lihat QS Al Maidah 112-114). Mungkin sejak masa itulah budaya hari raya sangat identik dengan makan-makan dan minum-minum yang serba mewah. Dan ternyata Allah SWT pun mengkabulkan permintaan mereka lalu menurunkan makanan.(QS Al-Maidah: 115).

Jadi, tidak salah dalam pesta Hari Raya Idul Fitri masa sekarang juga dirayakan dengan menghidangkan makanan dan minuman mewah yang lain dari hari-hari biasa. Dalam hari raya tak ada larangan menyediakan makanan, minuman, dan pakaian baru selama tidak berlebihan dan tidak melanggar larangan. Apalagi bila disediakan untuk yang membutuhkan.
Abdur Rahman Al Midani dalam bukunya Ash-Shiyam Wa Ramadhân Fil Kitab Was Sunnah (Damaskus), menjelaskan beberapa etika merayakan Idul Fitri. Di antaranya di situ tertulis bahwa untuk merayakan Idul Fitri umat Islam perlu makan secukupnya sebelum berangka ke tempat shalat Id, memakai pakaian yang paling bagus, saling mengucapkan selamat dan doa semoga Allah SWT menerima puasanya, dan memperbanyak bacaan takbir. Kata yang kedua adalah Fitri. Fitri atau fitrah dalam bahasa Arab berasal dari kata fathara yang berarti membedah atau membelah, bila dihubungkan dengan puasa maka ia mengandung makna `berbuka puasa’

bagi penulis lebaran atau Idulfitri tak lain kembali ke syawal, kmbali mnjalani aktivitas normal dengan spirit lebih baik dan sikap saling maap memaapkan adalah awal penjernihan pikir untuk lebih bening dalam menghadapi hari-hai berikutnya. berkumpul dengan saudara, tetangga sekampung, atau sanak nan jauh di sana adalah resesi yang menarik kearena kita bisa berbgi senyum dan keihlasan , dan sediit rejeki kita bagikan bagi keponakan atau ana-anak di kampung kita adalah bentuk “jalan-jalan” hati menuju kebahagiaan di hari raya tesebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: