SBY, Kisruh DPT dan Kemenangan Demokrasi

Sudahlah berdebat…………..

tpsmulProses pemilihan Presiden Republik Indonesia telah berlalu, dan hasil dari proses tersebut sudah diketahi walalu resminya kita mesti menunggu beberapa minggu lagi. Tepi secara persentasi yang kita lihat pada perhitungan cepat baik dari beberapa lembaga survei , maupun dari perhitungan cepat yang dilakukan oleh KPU sendiri “yang kembali memimpin “ negeri ini sudah jelas siapa pasangannya. sudah jelas pula siapa yang dipercaya oleh jutaan rakyat Indonesia, dan dari hasil tersebut kita yakin dengan peningkatan intelegensia rakyat indonesia sekarang ini.

Proses demokrasi yang banyak dikecam lantaran banyak hal yang dirasa merugikan banyak pihak, baik dari pasangan calon president maupun bagi hak-hak rakyat indonesia kini selesai sudah, dan kita tentu tinggal menunggu apa yang telah di janjikan pasangan SBY-Boediono tersebut saat kampanye. Kita wajib menagih semua yang telah dijanjikan.

Namun banyak hal yang kadang kita mengernyitkan dahi lantaran apa yang dilakukan oleh penyelenggara Pilpres, yaitu KPU. Kita tak henti-hentinya berpikir “aneh” tentang kisruh DPT. Secara logika kita mungkin berpikir” kok sampai segitunya”hingga beberapa jam sebelum hari HA DPT masih bermasalah, sampai-sampai kedua pasangan kontestan coba ikut nimbrung untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Ada apa dengan DPT?

Daftar Pemilih Tetap ( DPT ) merupakan rekapan seluruh rakyat Indonesia yang akan memperoleh haknya untuk menentukan siapa yang akan dipilihnya sebagai pemimpin negeri nanti. Dari DPT inilah bangsa indonesi ditentukan. Karena aspirasi demokrasi tersalurkan secara benar. Tapi kenyataannya hal tersebut malah membuat sebagian masyarakat diindikasikan tidak terpenuhi hak-haknya nanti pada saat proses pemilihan, tanggal 8 Juli tersebut.

Sebagai manusia awam, penulis kadang berpikir sederhana tentang rekapitulasi DPT tersebut. Kenapa banyak sekali data ganda, sehingga muncul persepsi bahwa itu adalah indikasi kecurangan, yang kemudian kita dengar dengan pemilih piktif. Padahal mnenurut penulis , seyakinnya tidak mungkin Lembaga Independent seperti KPU melakukan hal tidak terpuji untuk memenangkan salah satu pasangan calon president, apapun alasannya.

Namun yang kita lihat , banyak sekali hal menggelikan ketika menyimak DPT tersebut. Ketika melihat nama-nama ganda dengan data yang sama pula ( meliputi tanggal lahir, jenis kelamin, usia, dan alamat), kita berpikir kenapa hal tersebut bisa terjadi di jaman yang serba komputerisasi tersebut. Padahal penulis yakin untuk inputan data penduduk sebelum dimasukan ke dalam DPT pasti ada proses panjang, dari mulai pendataan yang dilakukan secara berjenjang ( mulai dari tingkat RT yang dilakukan oleh ketua KPPS maupun RT setempat, kemudian ketingkat PPS, PPK dan seterusnya sampai ke pusat) dan selain hal tersebut pastilah penggunaan Teknologi Informasi menjadi hal berikutnya yang di perlukan.

Nah, disinilah letak lucunya.
Ketika ada data yang sama dalam proses penginputan pastilah terjadi apa yang disebut dengan redudancy data, sehingga proses penginputan tidak mungkin bisa dilakukan. itu yang terjadi jika kita berpikir menggunakan teori komputer, mengacu pada pemrograman terstruktur maupun sistem basis data. Karena setiap data yang diinpu akan terlebih dahulu diseleksi secara terstruktur. Tapi pada kasus DPT bermasalah ini kita jadi merasa aneh tentunya ketika melihat banyaknya data yang ganda, dan yang lebih lucu lagi ketika penulis melihat nama yang memperoleh hak pilih di DPT dengan tahun lahir 2005 dan itu lolos terekap di DPT.
Tentunya jika penginputan dilakukan dengan menggunakan TI dengan software yang sudah diyakin kredibilitasnya pastilah nama dengan tahun lahir 2005 tersebut tidak mungkin lolos, sebab si pembuat software telah melakukan penyeleksian. Tapi kenyataannya kejadian tersebut luput dari penyeleksian . Hal demikian inilah yang membuat kita bertanya , apakah proses penginputan sudah dilakukan dengan benar secara komputerisasi? Ataukah inputan tersebut cuma dilakukan secara manual mengguanakan program aflikasi perkantoran?

Sudahlah

Siapa calon terpilih sudah kita ketahui, dan itu menjadi awal yang baru untuk pemerintahan Indonesia limatahun kedepan. Apapun yang terjadi dengan banyaknya hal lucu, aneh, dan menggelikan seputar proses Pemilihan kepala negara ini itu merupakan bagian sejarah yang akan dipertanggungjawabkan oleh setiap institusi . Dan kita sebagai rakyat , sudahlah …….sudah, kita telah melakukan yang terbaik atas pilihan kita. Kita telah menunaikan hak kita, dan kita telah menjalankan kewajiban yang benar sebagai warga yang baik. Sudahlah…..kita tak perlu ikut-ikutan larut dalam polemik yang pelik para insan politikus dari masing-masing pasangan calon yang berkepentingan akan polemik tersebut.

Sudahlah……
sudah, kita telah menang secara demokrasi, sekalipun banyak yang bertanya akan kematangan proses demokrasi kemarin. Yang jelas semua kewajiban kita untuk berikhtiar mencari pemimpin bangsa “yang mudah-mudahan arip bijksana” sudah kita lksanakan. Siapapun pemenangnyya, yang terpilih untuk memimpin negeri lima tahun kedepan selayaknya kita dukung dan do’akan ……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: