Menyimak Diskusi…

Beberapa pekan ini kita disuguhkan oleh bermacam jargon yang lumayan intens di teling kita. ada “Lebih cepat lebih baik”, ada “Pro Rakyat….” dan ” Lanjutkan!”. jargon-jargon tersebut kian menggigit di kuping kita manakala Debat di buat, manakala Diskusi di Propokasi.

imagescapeDan beberapa minggu ini adalah sangat menarik ketika kita di suguhkan tontonan langka yang cuma lima tahun sekali adanya. sebuah tontonan di era perebutan kursi kekuasaan baru, di era repormasi yang tengah menuju perubahan demokrasi yang benar-benar demokrasi. sebuah wacana yang hangat dikemukakan para tokoh politik negara, yang hangat di gembar – gemborkan para tifosi sang Calon President yang berkampanye.

Banyak diskusi yang cukup menarik buat tontonan demokrasi, diskusi yang sebenarnya sebuah pembelajaran politik bagi seluruh rakyat indonesia menuju perubahan dalam tata cara menentukan sebuah pilihan . sebuah tatacara yang sebetulnya masih cukup baru bagi bangsa ini, setelah sekian puluh tahun tontonan semacam itu terkekang oleh rantai kekuasaan otoriter .

Dan minggu – minggu kemarin kita semua menikmati tontonan tersebut, menikmati berbagai visi dan misi yang di lempar para calon terpilih tersebut. banyak pendapat yang mengatakan debat tesebut tidak cukup menarik, tidak cukup menggambarkan subtansi dari sebuah debat yang moderat. debat yang ada hanyalah sebuah kemasan jual dari produk yang diiklankan, debat yang hanya menjadi media jual dari produk-produk iklan yang bersliweran mengurung “muth” para kontestan debat yang terlihat canggung, menjaga diri dan malu-malu.

Tapi beberapa hari berikutnya esensi sebuah debat mulai terlihat, atmotsfir debat mulai meningkat seiring pancingan-pancingan kritik dai satu kontestan ke kontestan yang semuanya punya persepsi yang bragaam tentang masa depan bangsa ini. dan sebuah debatpun mulai terlihat, dan cukup menghibur!

Lalu apa yang kita dapatkan dari sebuah debat tersebut?
banyak tontonan gatis dari berbagai pengtahuan yang sebelumnya mungkin kita tidak tahu, banyak celoteh menggelikan yang mungkin sebelumnya tidak kita sangaka bakal keluar dari para calon pemimpin yang terbiasa dengan protokoler. dan kita menemukan sebuah Visi, sebuah misi, sebuah hal yang dapat menjadikan referensi untuk meyakinkan kita tentang siapa yang akan kita pilih 8 juli mendatang.

Lalu siapa yang akan kita pilih?
kita melihat 3 calon yang mempunyai kapabilitas dan profesionalisme berpariasi, kita pun bisa melihat
visi yang kadang membingungkan atau misi yang cuma selalu kembali ke Undang-undang, atau kita pun bisa menemukan sebuah krativitas dan inovasi-inovasi baru yang coba di tawarkan , dan kita tetarik untuk kesemua hal tesebut, maka sekarang kita menemukan banyak pilihan. terserah siapa yang pantas kita pilih!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: