Archive for Juli, 2009

Juli 31, 2009

Indonesia Unite!

Indonsia Unite, pelecut semangat baru generasi bangsa yang tercabik oleh pembom yang pengecut

indonesiaunite
INdonsia unite, dan tak ada yang mengklaim siapa penggagas geraan tesebut. tapi geraan tesebut sangatlah luar biasa memekikan semangat baru dan membua ksadaran-kesadaran generasi muda akan semangat ebangsaan yang begitu tinggi.

Bom Marriot, tindakan yang dilakuan pengecut hebat……….

Menggelegarnya BOm yang menghancurkan dua hotel mewah dijakarta beberapa waktu lalu, memang sangat memukul perasaan bangsa Indonesia , membuat sakit dan membuat getir sendi-sendi keamanan INdonesia di mata dunia. dan peristiwa tesebut juga membuat geram tentunya , membuat ingin menghukum berat si pelaku yang begitu konyolnya melakukan peerjaan yang sangat pengecut tersebut.

terlepas dari isu apapun yang dikaitkan dengan peristiwa tesebut kita patut sepakat perbuatan tesebut sangatlah tidak manusiawi dan pasti dilakukan oleh orang yang sakit jiwa. entah ap adipikiran “mereka” jika semangat membunuh dijadikan pembenaran dari sebuah ijtihad . jihad, atau alasan apapun itu ketika menghilangkan nyawa manusia-manusia yang tidak tahu menahu soal pendzaliman yang dilakukan pihak yang ditargetkan pembom itu , pastilah sangat tidak di anjurkan dalam agama manapun didunia ini. kecuali agama tesebut adalah agama baru yang sengaja diciptakan untuk teroris.

Penulis sendiri beberapa tahun yang lalu sangatlah mendukung setiap apa yang dilakukan para “Mujahid” yang ikhlas melakukan bom bunuh diri. itu semua karena kegeraman penulis atas apa yang dilakukan Amerika tehadap Afghanistan dan Irak . sampai penulis mempunyai pemikiran2 militan untuk melakukan hal yang sama dengan apa yang biasa penulis lihat di situs2 garis keras tentang perlawanan terhadap Amerika, dengan cara apapun. tokoh Al-Qaida pun menjadi sosok yang begitu penulis kagumi, dan seakan dialah sang hero bagi penulis. bagi pejuang-pejuang islam tentunya.

Namun perspektip penulis berubah setelah beberapa kali melihat korban-korban dari beberapa peristiwa pemboman yang terjadi di Indonesia. betapa sakitnya dan menderitanya para koban tersebut terlebih mereka kebanyakan orang2 Indonesia yang kebetulan mencari napkah di tempat yang diledakkan . dan beberapa kali penulis hampir muntah ketika melihat potongan-potongan tubuh dari korban-korban yang kebetulan teekspos TV. dan astaghfirullah….sungguh sangat biadap pelaku tesebut.

Pespektip Jihad yang begitu penulis pegang kuat sedikit berubah, walau pada kaidah yang “wajib” penulis tetap yakini sampai kapanpun tentu bukan dengan cara pengecut yang mereka lakukan .Jihad punya banyak wadah yang masih melompong untuk diisi dengan tindakan-tindakan yang benar. salah satunya dengan menjadi guru, karena penulis yakin dengan mendidik maka kita menyiapkan generasi-generasi bangsa. dan itu adalah jihad luar biasa yang lebih baik daripada membumi hanguskan bangunan dan nyawa seseoang.

Penulis yakin, perongrongan yang dilakukan kaum musyrikin pada masa kin bukan sekedar dengan invasi militer tetapi lebih dari itu invasi melalui perangkat teknologi adalah invasi yang jelas dan sangat sulit untuk dilawan, kecuali dengan teknologi itu sendiri. akidah-akidah “baratisme” yang kini begitu nyamannya di kenakan remaja-remaja Indonesia adalah PR yang mesti di selesaikan. Internet, dan media-media visual lainnya adalah piranti yang menggantikan kehbatan nuklir-nuklir mutakhir. untuk itu marilah kita didik geneasi – generasi bangsa ini dengan penidikan yang berimbang, kuatkan tauhidnya dengan pendidikan agama yang benar, dan kuatkan pula Teknologinya dengan pendidikan-pendidikan yang “up to date ” terhadap perkembangan teknologi.

Penutup

Akhirnya kita sepakat, tanpa perlu membuat sebuah voting, tanpa perlu harus membuat sebuah angket, dan quisioner-quisioner lainnya bahwa Bom bunuh diri apapun target dan dasarnya adalah tindakan yang tidak akan meninggikan “jaulah” Islam, dan tak akan membawa kemenangan demi islam yang kaffah. dan sepakat pula pembomman dengan memakan korban adalah tindaan merusak dan merugikan, dan agama manapun tak ada yang sepakat dengan hal tesebut, kecuali otak merka sudah tak waras.

Juli 16, 2009

Cerpen Untuk Lely

Sebuah Mimpi yang Panjang

Part 1

Malam sudah semakin larut. tapi hawa kantuk belum juga menghampiriku. padahal semestinyanya aku sudah teridur lelap agar paginya bisa bangun lebih segar. besok adalah jadwal kuliah pagi, jadwal matakuliah paktik yang memerlukan banyak energi agar bisa konsentrasi penuh. entahlah mataku sepertinya enggan tidur.


mul2
Dan dengan membaca aku pikir bisa memancing hawa kantukku. kulirik deretan buku di rak butut. cuma deretan buku2 tebal yang menyebalkan semuanya tentang buku2 penunjang mata kuliah yang isinya kebanyakan tutorial dengan source2 coding pemrograman yang tak asyik untuk penghantar tidur. tapi kudapati satu , dihimpitan buku2 kusam yang berantakan. sebuah buku coklat , catatan harian.

Kuambil buku harian itu, debu2 yang menempel memancing penasaran ku untuk melihat kembali catatan2 yang aku buat . perlahan aku baca, lembar perlembar yang ternyata itu catatan 7 tahun yang lalu . sebuah lipatan menyembunyikan catatan ringan yang menarik. catatan yang membuat aku tertawa sendiri . sebuah cerita yang bisa2nya aku catat di buku harian itu.

“Adalah 21 Juli 2002. disuatu pagi yang cerah selepas teminal Baranang siang di Kota Bogor. didalam Mikrolet menuju Ciawai aku duduk sendiri menikmati laju kendaraan yang melaju sangat santai. ya…cuma aku sendirian dalam mikrolet itu. namun selepas Sukasari mikrolet itu berhenti , dan sepasang anak Adam naik membelalakan mataku, mengisi bangku kosong didepanku.

Aku menghela napas melihat pemandangan didepanku itu. bukan pemandangan sensual yang bisa aku temukan di sepanjang jalan di kota Bogor. tapi sensual lain yang lebih dari itu, sensual yang tidak senonoh apalgi urakan diobral layaknya barang kakilima di pasar Taman Topi. sosok wanita cantik dengan gamis muslimah yang tak menyisakan sedikit pun celah aurat . pemandangan yang siapapapun akan berteriak “subhanallah!”.

Begitu cantik titisan Hawa ini, matanya bening memancarkan binaran kasih sayang. hidungnya manis diantara lesung yang sedikit memerah. bibirnya tipis bewarna alami menyunting kulum senyum yang “astagfirullah!” manisnya, menghiasi deretan gigi yang berjejer rapi layaknya butiran biji mentimun . suaranya sangat merdu menggetarkan genderang telingaku dengan cengkok khasnya. ya ………aku merasakan semuanya.

Bibirku yang ceriwis ingin segera mereka tanya. menganga hendak melepas kalimat pembuka. siasat untuk berpura-pura bertanya sesuatu agar bisa kenalan , ngobrol-ngobrol sebentar untuk selanjutnya mendapat dorprize kartu alamat dan nomor telpon tersusun rapi dikepalaku. tapi……….

Tapi saat itu aku tak mungkin melakuannya. bukan lantaran lidahku kaku , bukan lantaran aku tak berani atau lantaran takut di cuekin. bukan?
di kota Bogor tak ada tanya pembuka silaturahmi yang tak berbalas jawab lantaran kesombongan . di kota ini ta ada sombong yang diiara, tak ada pembudidayaan sipat jutek, tak ada. semuanya ramah dan penuh kehangatan persaudaraan.

Lalu, mengapa aku tak mungkin melakukannya , tak mungkin melempar tanya kepada wanita scantik itu?

Itu!
Cowok yang duuk didekatnya.
“Oo. ada bodyguadnya to!” dalam hati.
dan bukan cuma itu yang membuat aku menelan ludah kental-kental, bayi mungil yang ada di pangkuannya itu, membungkam segala hasrat dan ceiwisku.
ya. yang duduk didepanku itu tak lain adalah sepasang suami istri , pasangan muda.

Umur mereka sepertinya masih sangat muda. bapak si bayi itu paling seumuran aku , kalaupun lebih paling dua atau tiga taunan dari umurku saat ini. bahagia banget sepertinya pasangan muda itu, itu telihat dari raut mukanya yang beseri-seri selalu, terlebih saat mereka bergantian memangku bayi kecil nan lucu itu.

“Kok bisa ya berumah tangga muda?” tanyaku dalam hati.
Ting! pikiranku terbang kealam hayalan, membayangkan sesuatu yang tidak mungkin tejadi. membayangkan sesuatu hal yang mustahil , hal yang tak akan pernah benar-benar tejadi. membayangkan seandainya Lelaki yang duduk disamping muslimah cantik itu adalah aku. membayangkan seandainya yang menjadi ayah dari bayi kecil itu adalah aku.
“Bahagia banget deh Gue…..!” pikirku.

“Masih muda punya istri cantik , punya anak dan menjalani rumah tangga bahagia. mungkin kalu masih muda-muda begitu kayak pacaran aja kali ya? ih, jadi ingin………..!” aku senyum-senyum sendiri.

Memasuki pasar ciawi pasangan muda itu turun. aku menatap pasangan muda itu sampai jauhnya. hingga lenyap di belokan dan teerhalang oleh gedung-gedung disekitar sana. sebuah pemandangan mengagumkan yang sedikit mencemburukan hati hilang sudah. menyisakan bayangan – bayangan menakjubkan dihatiku. bayangan tentang dua pasangan yang begitu telihat sempurna dimataku. bayangan yang akan aku bawa pulang , menjadi oleh-oleh sepanjang usiaku.
“Bahagia deh Loooooo…..!” Gumamku, sambil bergidik istighpar, mengusir khayalan-khayalan menysatkan.

Bayangan sejoli itu tebawa sampai aku turun dan pindah angkot di terminal Ciawi. terbawa utuh, sampai ke ruang berbau khas , bebau obat-obatan dan berwarna khas , umah sakit Ciawi. dan didepan temanku yang berbaring sakit , bayangan sejoli itu masih utuh diingatanku. bahkan sampai…………..
21 Juli 2002!”

Tanggal 21 Juli mengakhiri catatan di Bulu harian kusam itu, sebuah catatan yang aku tulis tujuh tahun yang lalu.

Part 2

Hampir jam 2 pagi.
mataku sudah mulai berat. hawa kantuk sepertinya mliai menyerang. dan sepertinya aku sudah tak sanggup lagu untuk membaca beberapa catatan di buku harian kusam itu. dan…..

Sebuah waktu, membuat aku terpaku.
berada di “entah” tahun berapa aku saat itu berada. dan entah di ngeri mana aku berada. aku berdiri seperti orang asing, karena tak kudapati seorangpun yang kukenali. begitupun dengan riuh ramainya suasana saat itu. yang aku kira itu sebuah prosesi.
kulihat banyak sekali bunga-bunga indah yang ditata disetiap ruangan, begitu eloknya. dan kulihat beberapa orang terampil tengah sibuk menata sebuah tempat , begitu apiknya, yang aku pikir itu sebuah pelamainan megah.

Kuperhatikan angkaian bunga yang ditata di ruangan-ruangan itu sangat teamat cantik. sangat dkloratip. berjejer sangat jauhnya , warna-warni yang aku pikir itu semua bunga segar yang pasti mahal harganya. tempat itu laksana “Flower Shop” di sebuah bazar bunga. atau mungkin seperti taman bunga yang di pindah keruangan. aku tak henti-hntinya berdcak kagum dengan semua yang kulihat itu. sangat kagum.

Semua yang aku lihat mungkin itulah kejadian mengaggumkan dari objek teindah yang pertamakalinya aku lihat seumur hidupku.
Kuperhatikan…..

=================================
Lihat selengkpnya disini

Juli 11, 2009

SBY, Kisruh DPT dan Kemenangan Demokrasi

Sudahlah berdebat…………..

tpsmulProses pemilihan Presiden Republik Indonesia telah berlalu, dan hasil dari proses tersebut sudah diketahi walalu resminya kita mesti menunggu beberapa minggu lagi. Tepi secara persentasi yang kita lihat pada perhitungan cepat baik dari beberapa lembaga survei , maupun dari perhitungan cepat yang dilakukan oleh KPU sendiri “yang kembali memimpin “ negeri ini sudah jelas siapa pasangannya. sudah jelas pula siapa yang dipercaya oleh jutaan rakyat Indonesia, dan dari hasil tersebut kita yakin dengan peningkatan intelegensia rakyat indonesia sekarang ini.

Proses demokrasi yang banyak dikecam lantaran banyak hal yang dirasa merugikan banyak pihak, baik dari pasangan calon president maupun bagi hak-hak rakyat indonesia kini selesai sudah, dan kita tentu tinggal menunggu apa yang telah di janjikan pasangan SBY-Boediono tersebut saat kampanye. Kita wajib menagih semua yang telah dijanjikan.

Namun banyak hal yang kadang kita mengernyitkan dahi lantaran apa yang dilakukan oleh penyelenggara Pilpres, yaitu KPU. Kita tak henti-hentinya berpikir “aneh” tentang kisruh DPT. Secara logika kita mungkin berpikir” kok sampai segitunya”hingga beberapa jam sebelum hari HA DPT masih bermasalah, sampai-sampai kedua pasangan kontestan coba ikut nimbrung untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Ada apa dengan DPT?

Daftar Pemilih Tetap ( DPT ) merupakan rekapan seluruh rakyat Indonesia yang akan memperoleh haknya untuk menentukan siapa yang akan dipilihnya sebagai pemimpin negeri nanti. Dari DPT inilah bangsa indonesi ditentukan. Karena aspirasi demokrasi tersalurkan secara benar. Tapi kenyataannya hal tersebut malah membuat sebagian masyarakat diindikasikan tidak terpenuhi hak-haknya nanti pada saat proses pemilihan, tanggal 8 Juli tersebut.

Sebagai manusia awam, penulis kadang berpikir sederhana tentang rekapitulasi DPT tersebut. Kenapa banyak sekali data ganda, sehingga muncul persepsi bahwa itu adalah indikasi kecurangan, yang kemudian kita dengar dengan pemilih piktif. Padahal mnenurut penulis , seyakinnya tidak mungkin Lembaga Independent seperti KPU melakukan hal tidak terpuji untuk memenangkan salah satu pasangan calon president, apapun alasannya.

Namun yang kita lihat , banyak sekali hal menggelikan ketika menyimak DPT tersebut. Ketika melihat nama-nama ganda dengan data yang sama pula ( meliputi tanggal lahir, jenis kelamin, usia, dan alamat), kita berpikir kenapa hal tersebut bisa terjadi di jaman yang serba komputerisasi tersebut. Padahal penulis yakin untuk inputan data penduduk sebelum dimasukan ke dalam DPT pasti ada proses panjang, dari mulai pendataan yang dilakukan secara berjenjang ( mulai dari tingkat RT yang dilakukan oleh ketua KPPS maupun RT setempat, kemudian ketingkat PPS, PPK dan seterusnya sampai ke pusat) dan selain hal tersebut pastilah penggunaan Teknologi Informasi menjadi hal berikutnya yang di perlukan.

Nah, disinilah letak lucunya.
Ketika ada data yang sama dalam proses penginputan pastilah terjadi apa yang disebut dengan redudancy data, sehingga proses penginputan tidak mungkin bisa dilakukan. itu yang terjadi jika kita berpikir menggunakan teori komputer, mengacu pada pemrograman terstruktur maupun sistem basis data. Karena setiap data yang diinpu akan terlebih dahulu diseleksi secara terstruktur. Tapi pada kasus DPT bermasalah ini kita jadi merasa aneh tentunya ketika melihat banyaknya data yang ganda, dan yang lebih lucu lagi ketika penulis melihat nama yang memperoleh hak pilih di DPT dengan tahun lahir 2005 dan itu lolos terekap di DPT.
Tentunya jika penginputan dilakukan dengan menggunakan TI dengan software yang sudah diyakin kredibilitasnya pastilah nama dengan tahun lahir 2005 tersebut tidak mungkin lolos, sebab si pembuat software telah melakukan penyeleksian. Tapi kenyataannya kejadian tersebut luput dari penyeleksian . Hal demikian inilah yang membuat kita bertanya , apakah proses penginputan sudah dilakukan dengan benar secara komputerisasi? Ataukah inputan tersebut cuma dilakukan secara manual mengguanakan program aflikasi perkantoran?

Sudahlah

Siapa calon terpilih sudah kita ketahui, dan itu menjadi awal yang baru untuk pemerintahan Indonesia limatahun kedepan. Apapun yang terjadi dengan banyaknya hal lucu, aneh, dan menggelikan seputar proses Pemilihan kepala negara ini itu merupakan bagian sejarah yang akan dipertanggungjawabkan oleh setiap institusi . Dan kita sebagai rakyat , sudahlah …….sudah, kita telah melakukan yang terbaik atas pilihan kita. Kita telah menunaikan hak kita, dan kita telah menjalankan kewajiban yang benar sebagai warga yang baik. Sudahlah…..kita tak perlu ikut-ikutan larut dalam polemik yang pelik para insan politikus dari masing-masing pasangan calon yang berkepentingan akan polemik tersebut.

Sudahlah……
sudah, kita telah menang secara demokrasi, sekalipun banyak yang bertanya akan kematangan proses demokrasi kemarin. Yang jelas semua kewajiban kita untuk berikhtiar mencari pemimpin bangsa “yang mudah-mudahan arip bijksana” sudah kita lksanakan. Siapapun pemenangnyya, yang terpilih untuk memimpin negeri lima tahun kedepan selayaknya kita dukung dan do’akan ……

Juli 4, 2009

Menyimak Diskusi…

Beberapa pekan ini kita disuguhkan oleh bermacam jargon yang lumayan intens di teling kita. ada “Lebih cepat lebih baik”, ada “Pro Rakyat….” dan ” Lanjutkan!”. jargon-jargon tersebut kian menggigit di kuping kita manakala Debat di buat, manakala Diskusi di Propokasi.

imagescapeDan beberapa minggu ini adalah sangat menarik ketika kita di suguhkan tontonan langka yang cuma lima tahun sekali adanya. sebuah tontonan di era perebutan kursi kekuasaan baru, di era repormasi yang tengah menuju perubahan demokrasi yang benar-benar demokrasi. sebuah wacana yang hangat dikemukakan para tokoh politik negara, yang hangat di gembar – gemborkan para tifosi sang Calon President yang berkampanye.

Banyak diskusi yang cukup menarik buat tontonan demokrasi, diskusi yang sebenarnya sebuah pembelajaran politik bagi seluruh rakyat indonesia menuju perubahan dalam tata cara menentukan sebuah pilihan . sebuah tatacara yang sebetulnya masih cukup baru bagi bangsa ini, setelah sekian puluh tahun tontonan semacam itu terkekang oleh rantai kekuasaan otoriter .

Dan minggu – minggu kemarin kita semua menikmati tontonan tersebut, menikmati berbagai visi dan misi yang di lempar para calon terpilih tersebut. banyak pendapat yang mengatakan debat tesebut tidak cukup menarik, tidak cukup menggambarkan subtansi dari sebuah debat yang moderat. debat yang ada hanyalah sebuah kemasan jual dari produk yang diiklankan, debat yang hanya menjadi media jual dari produk-produk iklan yang bersliweran mengurung “muth” para kontestan debat yang terlihat canggung, menjaga diri dan malu-malu.

Tapi beberapa hari berikutnya esensi sebuah debat mulai terlihat, atmotsfir debat mulai meningkat seiring pancingan-pancingan kritik dai satu kontestan ke kontestan yang semuanya punya persepsi yang bragaam tentang masa depan bangsa ini. dan sebuah debatpun mulai terlihat, dan cukup menghibur!

Lalu apa yang kita dapatkan dari sebuah debat tersebut?
banyak tontonan gatis dari berbagai pengtahuan yang sebelumnya mungkin kita tidak tahu, banyak celoteh menggelikan yang mungkin sebelumnya tidak kita sangaka bakal keluar dari para calon pemimpin yang terbiasa dengan protokoler. dan kita menemukan sebuah Visi, sebuah misi, sebuah hal yang dapat menjadikan referensi untuk meyakinkan kita tentang siapa yang akan kita pilih 8 juli mendatang.

Lalu siapa yang akan kita pilih?
kita melihat 3 calon yang mempunyai kapabilitas dan profesionalisme berpariasi, kita pun bisa melihat
visi yang kadang membingungkan atau misi yang cuma selalu kembali ke Undang-undang, atau kita pun bisa menemukan sebuah krativitas dan inovasi-inovasi baru yang coba di tawarkan , dan kita tetarik untuk kesemua hal tesebut, maka sekarang kita menemukan banyak pilihan. terserah siapa yang pantas kita pilih!