Ketika TI cuma singgah di gedung mewah

dsc00027Perkembangan teknologi belakangan memang terasa sangat pesat , era dan versi baru pun bergantian saling memunculkan kelebihan-kelebihan baru . yang satu muncul dengan segala pasilitas dan comportabilitas baru yang lain siap mengejarnya bahkan beberapa detik dibelakangnya akan segera menggantikan versi yang baru tersebut.jadilah teknologi seperti menu-menu hangat direstorsn cepat saji , yang diraci dan diolah koki-koki hebat untuk kemudian disajukan secara cepat dan tanpa permisi. tegantung siapa yang memesannya dan siapa yang memerlukannya.

Tapi perkembangan teknologi tersebut kadang tak semua bisa menikamtinya begitu saja , banyak hal yang membuat orang atau yang menginginkan ” bisa atau mampu ” untuk menikmati teknologi tersebut terhambat oleh banyak hal. bukan cuma uang , yang sebenarnya itu cuma permasalahan klasik yang sudah ada dari zaman terdahulu. tapi lebih daripada itu alasan -alasan lain sangat memungkinkan seseorang atau siapapun menjadi tidak mampu mnikmati perkembangan teknologi tersebut.

Uang , memang kadang menjadi alasan utama setiap kali kita menanyakan “kenapa?” atau ” mengapa anda atau kamu tidak sekolah ?” pasti kebanyakan orang akan menjaawab ” saya ingin sekolah tapi tidak punya biaya !” lantas kita teruskan pertanyaanny kehal yang lebih menjurus daripada tulisan ini . pertanyaanya ” Mengapa anda atau kamu tidak bisa mengoperasikan komputer ? ” jawabannya kebanyakan adalah ” saya kan tidak sekolah !” lantas jangan kita teruskan dengan pertanyaan ” mengapa kamu tidak sekolah ? ” pasti jawabannya kembali kepersoalan Uang . ” saya tidak punya biaya ….!” dan sejumlah alasan lain yang inntinya masalah uang, ketidak mampuan dalam hal keuangan ,jelasnya.

Tapi kalu penulis memakai istilah Mario teguh beliau pernah mengatakan dalam satu sesi ” Bahwa uang bukan segalanya , walau segalanya perlu uang !” .

Untuk menikmati TI memang perlu uang yang kadang tak terbatas, sebab peripehal TI semuanya kadang mengacu pada nominal US Dollar , yang artinya kurs kita mengikuti fluktuasi mata uang paman SAM tersebut. jadilah TI mahal , ekslusiv dan sbagainya yang membuat orang cenderung ogah untuk brusaha mendapatkan kemampuan di bidang TI tersebut.

Dan berapa sih sekolah -sekolah di indonesia yang mempunyai pasilitaslengkap untuk menunjang tran literasi TI nya ? rata-rata semuanya mnim pasilitas, terlebih didaerah-daerah . dan ini mungkin jadi slah satu faktor mengapa TI cenderung bergerak ke kasta atas ( golongan dengan penghasilan menengah keatas ) , dibanding lajur bawah kasta pedesaan , misalnya.

Kita bisa lihat , Kesekolah yang ada di kabupaten tingkat dua misalnya. Kurikulum TI hanya diaplikasikan dalam bentuk teori katimbang praktik . sebab karena pasilitas yang minim tadi . padahal sehebat apapun tenaga pengajar TIK tanpa didukung pasilitas yang ada , pasti tidak akan mampu berbuat apa-apa . dan akhirnya kurikulum TIK cuma jadi bahan perkenalan antara siswa dengan kata-kat atau istilah TIK saja tanpa lebih lanjut belajar mengoperasikannya.

Berbeda tentunya dangan sekolah -sekolah berlabel unggulan yang biasanya berada diperkotaan dengan biaya yang melangait , semua pasilitas pendukdung TIK sangat lengkap . dan bukan cuma itu tenaga pendidik nya pun adalah mereka yang mempunyai kualipikasi bagus secara propesional. dan disinilah geliat TIK lebih fight dan beratus -ratus langkah jauhnya dalam hal memperoleh pengetahuan TIK secara benar.

Ini bisa penulis rasakan , ketika penulis hendak memberikan materi TIK antara materi yang ada dalam silabus tidak sama dengan praktek sebenarnya dilapangan . dengan komputer seadanya penulis berusaha memberikan segala kemampuan agar siswa mampu memahami dan dapat mangaplikasikan semua teori-teori tersebut. tapi seperti halanya yang sudah diterangkan tadi , pasilitas adalah segalanya untuk seorang tenaga pendidik TIK , bukan buku TIK dengan KTSP terbaru. sebab TIK itu perlu dipraktikan bukan sekedar diceritakan dalam bentuk teoritis.sebab TIK adalh pendidikan praktikum yang wajib praktik hukumnya,jika materi ingin yang ada dalam silabus selesai dengan indikator baik.

Lalu bagaiman caranya agar TI tidak cuma menghampiri gedung-gedung mewah saja?

Sebuah pertanyaan yang perlu dicarikan jawabannya agar aa solusi yang dapat setidaknya memberi jalan bagi berjuta masyarakat indonesia ( para peleajar di pedesaan khusunya ) mampu mendapatkan hak nya sebagai warga negara indonesia yang diakui secara Undang-undang. karena TIK sudah masuk kedalam kurikulum pendidikan , dan pendidikan itu adalah hak semua warga indonesia tidak terkecuali , maka sipa saja yang mempunyai kemampuan secara pinansial dan peduli akan pendidikan , TIK khususnya , sedah selayaknya mereka memberikan kontribusi yang berarti bagi berjuta rakyat Indonesia yang ingin melek teknologi tentunya.

Selainn itu kretivitas pengajar atau aktivis TIK sangat lah diperlukan , dengan kreativitas mereka diharapkan TIK dapat sampai kesemua elemen masyarakat. caranya seperti apa ?

Banyak sekali cara sebetulnya yang dpat dilakuakan , slah satunya dengan imbal swadaya anttara masyarakat dengan lembaga pendidikan yang ada diwilayah sekitar .
misalnya dengan harga satu komputer kurang lebih Rp.800.000; ( spesipikasi PIII) warga masyarakat bisa mengumpulkan dana secara swadaya sebesar RP.20.000; kali 40 orang setiap bulannya , dalam jangka waktu setahun maka kan terkumpul 12 unit komputer , ini sudah lebih dari cukup untuk sebuah lab. komputer sekolah an . memang banyak kendala untuk cara seperti ini kekurang sadarna masyarakat akan pentingnyya pendidikan , atau ketidak percayaan terhadap suatu lembaga pendidikan membuat solusi seperti ini jarang sekali bisa diaplikasikan.

Tapi biar bagaimanapun itu adalh seubuah cara atau solusi yang bisa dipraktikan dan tidak ada salahnya untuk dicoba, sebab penulis yakin dengan cara sesederhana itu TIK akan bisa berkembang sampai kepeloksok Indonesia. atau dengan cara cerdas misalnya, membuat proposal ajuaan ke DEPKOMINFO seab penulis yakin di Departement tersebut semua anggaran untuk hal-hal tadi banyak dan sudah terencana. cuma masalahnya birokrasi yang kadang seharusnya program -program TIK bergerak cepat malah jadi lembat .

Sekali lagi peran serta masyarakatlah yang seharusnya jadi pendobrak untuk memajukan TIK di Indonesia . bukan menunggu dari Departement pemerintahan atau turun dari langit.

==========================================
INFO
INFO MENARIK UNTUK YANG INGIN BELAJAR TI
YANG MEMPUNYAI KETERBATASAN BIAYA
BERGABUNGLAH DENGAN :

YAYASAN BINA PUTRA MANDIRI
Jl. Bina Putra Mandiri No.1 Parung panjang – Bogor 16360
==========================================
Sebuah lembaga Pendidikan yang bergerak di bidang
Teknologi Informasi dengan bidang keahlian:
Teknik komputer
Teknik Komputer jaringan
Pemrograman
Sistem Informasi
Multimedia
Rekayasa Perangkat Lunak
=============================================
SEMUA KEAHLIAN TERSEBUT DAPAT DIPEROLEH
DENGAN BERGABUNG BERSAMA :
=============================================
SMK BINA PUTRA MANDIRI ATAU STMIK PRANATA INDONESIA
=============================================
Di Lembaga ini anda akan didik menjadi insan yang mandiri .
bukan sekedar mendapatkan berbagai bidang keahlian tetapi
lebih daripadaitu anda kan langsung bisa mengaplikasikan
semua keahlian tersebut langsung tanpa harus menunggu
selesai pendidikan. Untuk SMK anda kan di prakaryakan di
Cv.Bina Putra Mandiri atau di Magangkan ke berbagai perusahaan-
perusahaan di sekitar Tangerang seperti LG, dan kawasan industri
sesuai bidang keahliannya, atau ke stasiun-stasiun Televisi swasta
( Khusus untuk kelas multimedia ).

dan untuk STMIK PRANATA INDONESIA , anda kan didik menjadi
mahasiswa yang mandiri dengan bidang keahlian Sistem Informasi
dengan Jenjang SI . untuk semester pertama mahasiswa akan mampu
mengerti dan memperbaiki kerusakan komputer ( trouble shooting )
semester berikutnya mulai dengan bahasa pemrograman untuk
berbagai aflikasi. pada semester ini mahasiswa sudah mampu mandiri
bisa menghasilkan uang sendiri , karena akan di salurkan ke berbagai
perusahaan yang bekerjasama dengan Yayasan Bina Putra Mandiri ,
atau Lembaga-Lembaga Pendidikan sekitar . dengan demikian INILAH
SOLUSI BAGI MASYARAKAT YANG INGIN MENDAPATKAN HAK NYA SEBAGAI
WARGA INDONESIA UNTUK BALAJAR TI SECARA MUDAH DAN MURAH, BAHKAN
GRATIS ( Karena anda didik untuk bisa mandiri dan menghasilkan uang sendiri
sebelu selesai perkuliahan ).
================================================
Anda percaya ?
Silahkan hubungi : Telp.021-68081563
e-mail: ekaperintis@yahoo.co.id

MUDAH-MUDAHAN INI KABAR BAIK UNTUK ANDA !

================================================

2 Komentar to “Ketika TI cuma singgah di gedung mewah”

  1. Betul mas, betul buanget.

    beneran tuh ada kuliahan yang bisa memberdayakan mahasiswanya

  2. to: mul
    ehm…ehm…bagus nih n cukup ok untuk tahapan ini…. n terus buat yang lebih bagus lai ya trs ajarin aku dong….!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: