Archive for Februari, 2009

Februari 26, 2009

sejarah Yahoo

Yahoo! ditemukan pada tahun 1994 oleh dua orang mahasiswa bernama David Filo dan Jerry Yang. Mereka menciptakan Yahoo sebagai satu cara untuk meningkatkan minat mereka di Internet. Mereka tidak pernah membayangkan bahawa usaha mereka akan menjadi salah satu temuan populer paling terkemuka di Internet.

Panduan Yahoo dengan pantas menjadi popular sebagai jejak popular bagi pengunjung Web Internet berguna. Pada tahun 1994, Yahoo mencapai akses sejuta sehari, Yaitu hampir 100 ribu Pengunjung Website tesrsebut. Kini Yahoo merupakan salah satu Web Favorite yang di akses di internet, menerima melebihi 345 juta pengunjung setiap bulan.

Sepanjang tahun kewujudannya, Yahoo telah melalui beberapa perubahan halaman utama. Anda bisa melihat sejarah bergambar melalui halaman WayBackMachine (http://web.archive.org/web/*/http://www.yahoo.com). Yahoo kini telah berkembang keberbagai portal terbesar, menawarkan semua fasilitas dari mendownload, video, dan siaran streaming secara online untuk keuangan, berita, hiburan, dan pribadi.

Februari 18, 2009

Lubang di Internet explorer

|=============================================
|Awas, Celah di Internet Explorer 6
|=============================================
Para pakar keamanan internet memperingatkan tentang adanya lubang baru di Internet Explorer versi 6 (IE 6). Celah di browser besutan Microsoft tersebut membuat pengguna dapat diserang dedemit maya sewaktu-waktu.

US Computer Emergency Response Team (US-CERT) mengatakan, jika cracker berhasil memanfaatkan lubang tersebut, mereka dapat menyelinap masuk dan mencuri data tanpa diketahui pengguna.

Perusahaan antivirus McAfee pun memberikan peringatan serupa dengan US-CERT. Yichong Lin, peneliti dari McAfee mengatakan, lubang tersebut diketahui pertama kali disingkap dengan sebutan ‘pstzine’.

Meski demikian, dikutip detikINET dari vnunet, Jumat (27/6/2008), browser lain semisal Internet Explorer 7 dan Firefox dikatakan dapat menangkal serangan akibat celah ini.

Sementara bagi IE 6, baik US-CERT dan McAfee sama-sama menyarankan pengguna internet untuk melakukan upgrade agar keamanan berinternet pengguna lebih terjamin.

==================================================================

Februari 17, 2009

Cara Block situs Porno

DNS dari AWARI untuk filter konten berbahaya

Diperpus Nida el-Adabi

Diperpus Nida el-Adabi

Sekedar informasi saja buat melindungi generasi bangsa kita dari rusaknya konten-konten berbahaya di internet yang dapat meracuninya. Oleh karena itu mari kita pasang DNS secondary local kita di proxy server, router atau apalah yang dapat memfilter komputer kita dengan memberikan DNS secondary nya ke IP AWARI yang mana sudah memiliki filter untuk konten-konten berbahaya seperti situs porno, pasanglah dengan IP DNS yakni :
— 203.34.118.10
— 203.34.118.12

berikut screenshotnya dimana letak DNS tersebut pada form
settingan IP address :
yang berada di area contro panel komputer anda .

Setelah semua sudah di setting untuk mengetahui sudah bisa terfilter atau belum silahkan buka situs porno untuk mengujinya , jika sudah berhasil biasanya di area situs porno yang ditampilkan tersebut ada ” Character Warning ” yang memberitahukan bahwa situs tersebut sudah diblokir.

Jika sudah berhasil maka anda telah memfilter konten internet anda dari hal-hal yang negatif. tapi ingat DNS server ini hanya mampu memblokir situs yang benar-benar situs porno, maksudnya karena perkembangan jejaring internet “kiwari” sangat cepat, hal – hal yang berbau pornografi kadang berada di situs – situs yang sepertinya buksn situs porno tetapi ketika kita buka ternyata weleeeeh…..

Contohnya situs Jejaring sosial seperti Friendster.com kadang dimanpaatkan oleh pemuja genre bugil atau sex’r untuk mempublish gambar atau video seronoknya.dan untuk kasus seperti ini DNS SERVER ini tidak bisa memblokirnya karena yang diblokir disini hanyalah situs-situs yang berakhiran sex atau xxx.

Memang perkembangan teknologi bisa memudahkan siapa saja untuk melakukan dan berbuat apapun untuk tujuan apapun. secanggih apapun sistem atau softwere dibuat maksecanggih itu pula para ‘cracker’ atau penjahat cyber .

Dan yang lebih penting , sehebat apapun sebuah system pasti ada cara untuk menjebolnya.
untuk itu manajemen akhlaklah yang lebih utama untuk diterapkan . caranya seperti apa
manusia adalah mahluk paling brilian dibanding mahluk lainnya dibumi ini. ketika pengaruh negatip merambah rumah anda melalui jalur internet atau memasuki kawasan dilingkungan anda dengan celah warung internet ,maka proyek yang lebih penting adalh disiplinkan semua hal yang akan atau berimplikasi kearah pengaruh – pengaruh negatip tersebut.

Anda pemilik warnet atau anda yang hendak memulai bisnis warung internet buatlah skema ruangan yang bisa meminimalisir semua hal-hal yang mengarahkan ‘user’ untuk mencicipi blur-blur negatip prodak teknologi yang disalah gunakan. jangan buat sekat -sekat pemisah land komputer yang cenderung private. buatlah setransparan mungkin sehingga ‘user’merasa jengah untuk coba-coba mengakses situs-situs senonoh tersebut.dan yang lebih penting jangan jadikan alasan keberadaan pengakses situs forno di warnet anda merupakan trafik uang anda. tanpa pengakses seperti itupun warnet anda akan tetap berjalan ……

key!

Atau jika anda adalah orang tua yang punya akses teknologi bagus dikeluarga anda, maka jangan biarkan anak anda begitu mudah menikmati pasilitas -pasilitas gratis yang malah membawa anak anda ke pencucian otak yang menyesatkan. buat jadwal berkala untuk tiap individu dalam mengakses sebuah informasi di connect internet anda , sesuaikan jam dengan umur dan kebutuhannya. sesuaikan jam dengan waktu luang anda agar bisa menemani anak anda ketika menikmati akses informasi tersebut.

Semoga bermanfaat….
Jikalau anda sudah membaca artikel mohon kiranya dapat meluangkan waktunya dan menyebarkan artikel ini kepada mereka yang membutuhkannya.

Februari 17, 2009

Mengajar dengan Trik ( easy and Fun )

Jika anda adalah seorang guru atau orangyang berkecimpung dibidang pendidikan , dan pengajaran secara langsung. maka anda akan akrab dengan hal-hal berikut:

1. berhadapan dengan peserta didik yang susah menyerap pelajaran.
2. Peserta didik yang bandel dan tak mencerap apapun yang diajarkan.
3. peserta didik yang tidak mempunyai semangat belajar
4.Pesert didik hiper aktip dan cenderung emosional

Sebagai pengajar kadang yang sudah profesional sekalipun sering kebingungan atau berada pada suatu titik dimana dia tidak bisa melakukan apapun untuk merubah keadaan tersebut. hal-hal demikian kadan tak sesuai dengan teori – teori mengajar dari bangku kuliah , Pengalaman lah yang biasanya menyelesaikan keadaan tersebut.

Penulis sendiri mengalami hal demikian , suatu waktu sepertinya tidak dapat berbuat apa-apa ketika siswa sepertinya tak mendengar sepatah katapun dari apa yan dibahas pada pembahasan materi . siswa berisik , becanda dan seolah tak ada kegiatan belajar sama sekali yang terlihat adalah anak-anak itu berlarian , berteriak-teriak dan tak tentu laku.

Emosi ?
tentu , sebagai mahluk biasa gurupun punya titik emosi yang kadang meletup juga , walau untuk beberapa lama disekam saja.mungkin situasi seperti inilah yang membuat beberapa kasus yang menyeret guru kemeja hijau lantaran tindakan refersupnya terhadap siswa . padahal tindakan refersip tersebut kadang disebabkan oleh tindakan siswa itu sendiri.kalau sudah demikian apa yang harus dilakukan? membiarkan siswa demikian tentu itu bukan hal yang bagus apalagi wibawa guru dipertruhkan pada kondisi tersebut, bertindak ” kasar ” itu juga bukan pilihan baik sebab pada akhirnya akan berdampak tidak baik terhadap semangat dan situasi KBM berikutnya.bukan cuma itu , guru pada saat ini ditaruh pada posisi yang serba “Kagok” , Dituntut bisa mendisiplinkan anak tapi terperangkap pada posisi yang sulit , karena hal-hal yang dianggap ” keras ” bisa berbuah petaka pada guru tu sendiri.

Lalu apa yang harus kita lakukan ?

Berikut ini beberapa trik atau tips menangani siswa , dalm Proses KBM . dari berbagai sumber situs dan share dengan para pengajar teman penulis :

sebelumkita membahas tentang baaimana seharusnya menangani ank didik marilah kita pelajari kinerja Otak , sebab dari sinilah nantinya akan ada titik temu antara trik dan kajian teoritis proses penerimaan ilmu dan daya cerap anak , serta metode – metode kasuistik .

Memisahkan hal-hal yang kurang penting untuk bertahan hidup. Stimulus apapun yang dikenalkan ke dalam lingkungan langsung kita, baik yang baru (segar) maupun yang agak berbeda dalam intensitas emosionalnya segera mendapat perhatian kita.

1. Yang perlu diperhatikan berkaitan dengana pengingatan. Tidak ada satu bagian pun dari otak yang digunakan untuk menyimkpan ingatan. Dulu dikatakan bahwa kita memiliki dua jenis memori, yaitu memori jangka pendek dan memori jangka panjang. Kalau di dunia computer kita mengenal memori sementara dan memori tetap. Tetapi penelitian baru menunjukkan, bahwa seekurang-kurangnya otak mempunyai 5 jenis memori:

a. Memori yang bekerja, yang berada prefrontal dan parietal orteks sangatlah pendek, hanya beberapa detik lamanya;

b. Memori implicit, yang sering kali dibagi menjadi “refleksi” dan “procedural”, disimpan dalam cerbilium. Hal ini membuat kita bisa naik sepeda setelah bertahun-tahun tanpa aktivitas, atau mengendara modil secara autopilot.

c. Memori eksplilit atau deklaratif, yaitu memori jauh, menyebar mengitari korteks, yaitu kumpulan data seumur hidup mengenai banyak topic – ideal untuk Trivial Pursuit;

d. Memori episodic, yang bertugas mencatat pengalaman pribadi seperti lokasi, peristiwa, orang yang terlibat dan situasi, disimpan dalam hippocampus;

e. Memori semantic, yang diciptakan dalam hippocampus dan disimpan dalam angular gyrus yang tugasnya menyimpan makna kata dan symbol dari buku teks, video, diagram, program computer, cerita tertulis dst, seerta memberi pemahaman umum pada kita tentang cara kerja dunia dalam ujian.

Dengan memahami berbagai jenis memori pada otak, kita bisa memahami tentang pertanyaan mengapa beberapa orang bagus dalam mengingat apa yang mereka lakukan pada musim liburan sepuluh tahun yang lalu (episodic) tetapi tidak bisa mengingat nama seseorang yang dia baru temui dua hari yang lalu (semantic), Selain itu molekul peptide, yang mengalir ke seluruh tubuh juga menyimpan dan mentransfer informasi. Memori sulit diidentifikasi.

Kekutan memori, dan oleh karena itu kemudahan dalam mengingatnya, nampaknya tergantung kepada kekuatan dan pemrosesan input awal. Sekarang pentingnya belajar dengan multi indera menjadi jelas. Ketika beberapa indra secara bersamaan terlibat, pesan diterima melalui beberapa kanal yang berbeda dan mempunyai kemungkinan lebih besar runtuk tetap menonjol. Ada juga lebih banyak cara untuk memicu memori: lokasi (di mana kita berada), perasaaan (seperti apa?); gerakan (apa yang kita lakukan); nama dan wajah orang lain (siapa lagi di sana); sebagai kebalikan dan hanya kata-kata (apa kata guru/buku teks).

Dengan kenyataan-kenyataan tersebut di atas kita menemukan bukti bahwa seseorang bisa mengingat:

· 10% dari apa yang mereka baca;

· 20% dari apa yang mereka dengar;

· 30% dari apa yang mereka lihat

· 50% dari apa yang mereka lihat dan dengar;

· 70 dari apa yang mereka ucapkan;

· 90% dari apa yang mereka ucapkan dan lakukan bersama-sama;

Dari fakta-fakta tersebut, untuk memaksimalkan belajar guru harus kreatif untuk menciptakan cara-cara belajar aktif, misalnya membuat cara belajar ominant (semacam cerita-cerita bersambung). Bila memungkinkan rancang aktifitas yang melibatkan siswa dalam kegiatan fisik( selain berbicara, mendengarkan, membaca dan melihat). Ciptakan pengalaman belajar yang benar-benar merupakan pengala man. Belajar episodic itu mudah, karena hal ini berlangsung sepanjang waktu secara alamiah. Sebaliknya pengingatan ominant membutuhkan banyak motivasi internal, dipicu sendiri oleh bahasa dan yang hal paling lemah karena belangsung secara evolusi yang sangat lama..

Cara lain yang terbaik adalah belajar secara dramatis. Beri sentuhan emosional. Menurut wartawan Jill Neimark, memori yang dikaitkan dengan informasi yang dipicu secara emosional akan terpatri dalam otak dalam waktu yang lama. Contoh sederhana adalah peristiwa-peristiwa yang kita alami sendiri, baik yang dramatis apalagi yang romantis, biasanya terekam dalam otak dalam jangka waktu yang panjang, ominant bisa terekam seumur hidup. Peeristiwa yang sangat emosional, baik posisitf, maupun negative, diingat dengan baik karena zat kimia yang dikeluarkan, seperti adrenalin, noradrenalin, ebke;lin, vasopressin, ACTH (adrenocoroticotrophic hormone) berfungsi sebagai perekat memori. Merekaa memberitahu otak untuk mempertahankan peeristiwa yang mungkin menjadi titik penting untuk referensi di masa mendatang. Caranya dengan meminta siswa mengambil risiko, turut serta dan mencoba hal-hal yang belum pernah mereka alami sebelumnya. Berilah cerita-cerita yang dahsyat dengan menggunakan analogi dari pelajaran yang sedang kita berikan untuk mendorong imiginasi; menciptakan ketegangan dan suspense.

Semakin banyak rangsangan terhadap ominant (organ “emosional” berbentuk almond di area tengah otak), maka semakin kuat kesan yang dihasilkan. Penelitian pakar psikologi Dr. James McGaugh ari University of California menyimpulkan bahwa emosi dan hormone “dapat dan memang meningkatkan inatan. Meneurut penelitiannya dengan jelas menunjukkan bahwa emosi yang relative biasapun dapat meningkatkan memori. Jadi untuk membuat mereka mau belajar, kita tidak harus selalu menempatkan siswa dalam kejutan seperti situasi horror, dan yang membahayakan jiwanya.

Bahkan, di sekolah kedokteran Standford University, penilitian rofessor William Fry menunjukkan tubuh bereaksi secara biokimiawi terhadap terrawa. Dia mengatakan, tertawa pada saat Anda belajar adalah ide bagus karena hal ini meningkatkan kesiagaan otak. Keseimbangan kimiawi dari dari darah diubah hingga bisa mendorong produksi neurotransmitter oleh tubuh. Jika situasi kelas yang banyak tawa adalah OK.

2. Pentingnya gerakan. Ide lama yang menyatakan pikran dan tubuh terpisah telah dibuang ke luar karena ominan biologis yang kuat. Sebagai contoh, berbagai penelitian tentang cerebellum, yang dulu dianggap berhubungan dengan fungsi motor, telah membuktikan bahwa ia sangat berkaitan dengan persepsi ruang, bahasa, perhatian, emosi, pebuatan keputusan dan memori. Ia hanya 10 % dari isi otak, tetapi mempunyai lebih dari setengah neuron otak. Sekarang diketahui bahwa ia mengirimkan sinyal ke banyak bagian cerebral cortex, tidak hanya ke motor cortex seperti diperkirakan sebelumnya. Profesor Susan Greenfield dari Oxford menyatakan, bahwa tidak ada satu pusat gerakan tunggal di otak kita. Gerakan dan belajar berada dalam hubungan yang terus menerus dan rumit.

Implikasi dari hal ini jelas bisa dipastikan bahwa harus ada gerakan fisik, bahkan dalam situasi belajar “akademis”, yang merupakan kebalikan dari apa yang kebanyakan guru percayai. Tetapi apakah gerakan bisa meningkatkan prestasi ? Ya ! Dalam sebuah penelitian di Kanada terhadap lebih dari 500 siswa yang dilaporkan oleh Dr. Carla Hannford, penulis Smart Moves: Why learning is not in Your Head, mereka yang menghabiskan waktu satu jam tambahan tiap hari di kelas gym jauh lebih baik dalam ujian mereka ddibanding dengan mereka yang tidak berlatih.

Penelitian lain membuktikan, aktifitas fisik meningkatkan aliran darah ke otak. Kadang-kadang memang ada manfaatnya untuk meminta siswa melakukan kegiatan fisik di tengah pelajaran –lari di tempat selama satu menit misalnya. Meregang atau melakukan satu atau lebih gerakan menyamping. Semua itu hanya untuk sekedar menyegarkan tubuh dan otak.

Menurut Dr. Max Vercuyssen, Associated Professor di sekolah Kedokteran Hawai, hanya dengan mminta siswa berdiri saat Anda berbicara bisa meningkatkan penangkapan mereka terhadap apa yang Anda bicarakan. Kadang di awal pelajaran, berikan berbagai permainan fisik yang menarik. Untuk memperlajar lebih dalam tentang kinesiology pendidikan buka web. http://www.braingym.com

.

2. Setiap Orang Perlu merasa aman secara emosional dan psikologis.

Kecerdasan intelektual atau disebut Intelligence Quotien, dewasa ini sudah tidak lagi menjadi ukuran utama kecerdasanm seseorang. Termasuk di negeri Barat. Pada umumnya mereka berpendapat bahwa kecerdasan intelektual tidak akan mempunyai arti bila emosi terombang ambing.

Selain Stephen Covey, dalam bukunya “The 8th Habit” atau Saymour dalam bukunya “YOU ARE SMARTER THAN YOU THINK”, juga pakar-pakar lain seperti Coleman berpendapat sama. Coleman misalnya mengatakan “……lebih baik menangkap kekuatan emosi dalam pemiikiran, pertimbangkan bagaimana otak terlibat…….” Dari akar yang paling primitive, batang otak, muncul pusat emosi. Jutaan tahun kemudian secara evolusioner, dari area emosional ini berkembang otak yang berpikir atau “neo korteks”…..Karena banyak dari pusat otak yang lebih tinggi bermunculan memperluas cakupan dari area limbic, otak emosional memainkan peran penting dalam arsitektur saraf. Pada akar dari mana otak baru tumbuh, area emosional terjalin melalui begitu banyak sirkuit yang berhubungan ke seluruh bagian neurokorteks. Ini memberi sel-sel titik pusat emosi kekuatan yang besar untuk mempengaruhi fungsi bagian lain dari otak – termasuk pusat untuk pikiran.

Emosi lebih kuat dari pikiran. Kita tahu betapa beratnya kita berkonsentrasi untuk menulis sepucuk surat yang rumit pada saat kita menerima berita yang tragis. Emosi berbeda dengan perasaan. Emosi adalah antara lain kegembiraan, ketakutan, keterkeejutan, muak, kemarahan dam lesedihan – ini merupakan fenomena universal, yang sepenuhnya biologis dan berjalan ke jalan bebas hambatan dalam otak. Peraaan adalah responm yang berkembang secara kulturan dan mental terhadap kondisi dan mengambil jalur yang lebih memutar dan lebih lambat ke tubuh.

Dalam kasus-kasus ekstrim, misalanya pada saat kita sedang terancam, naluri yang mengambil alih. Naluri adalah bagian otak yang paling kuni, Paul MacLean meneyebutnya “otak reptile” Nalauri ini menghidupkan perilaku yang semata-mata untuk bertahan hidup, tanpa ada perasaan dan pikiran. Pokoknya selamat dulu. Hasrat untuk bertahan hidup sangat dominan. Sebagai salah satu contoh yasng sederahana bisa dikatakan bila kita mendengar seseorang berteriak “Api !”, Anda tidak akan terus membaca buku ini dan segera akan melompat mencari jalan ke luar yang terdekat. Dengan demikian pada dasarnya otak dirancang untuk bertahan hidup dan bukan untuk belajar.

Dalam hubungan ini ada tiga macam realitas yang akan m,endjelaskan:

Pertama, lebih banyak koneksi saraf yang berasal dari area limbic emosional ke neokorteks intelektual daripada sebaliknya. Ini berarti bahwa organ-organ limbic dapat berkuasa;

Kedua, thalamus yang jauh berada di daoam otak berfungsi sebagai saklar, atau statsiun relay, yang mengirimkan informasi ke neokorteks untuk pemrosesan rasional.. Tetapi jalur tercepat bukanlah “naik” ke batas berpikir, tapi turun ke amygdale (pusat emosi) dan area “survival” (bertahan hidup) reptile. Bahkan j ika otak mencurigai adanya input yang mengisyaratkan bahaya – langkah kaki di belakang bisa berarti kita sedang diikuti, suara kaca di tengah malam bisa berarti pencuri masuk ke dalam rumah – otak segera mengirimkan informasi “turun” ke amygdalam, yang ada di pusat seluruh respon ketakutan dan ancaman dipanggil untuk segera bertindak. Ia mengaktifkan seluruh system simpatetik, melepaskan andrenalin, vasopressin dan peptid kortisol, y ang bersama-sama mengubah cara kita berpiki dan bertindak. Tekanan darah kita naik, otot besar kita menegang dan system imun kita tertekan. Reaksi naluriah ini menyebabkan kita lari untuk menghindari bahaya atau bersumbunyi atau bersembunyi di bawah sprei.

Ketiga, adalah distribusi darah.Dalam keadaan normal, darah secara meerata mengalir ke seluruh bagian otak, termasuk neokorteks. Dalam contoh di atas ketika otak merasa terancam, darah menggumpal di area reptile. Degup jantung dan tekanan darah meningkat, memperbanyak asupan ke basis otak, dan darah dipompa keluar dari neokorteks, dan menghambat proses pemikiran higher order (tatanan lebih tinggi). Akibatnya, peerilaku untuk bertahan hidup mengambil alih: menjauh dari masalah; mengubur kepala dengan pasir; menjadi difesif; membalas serangan; bergerombol; pura-pura mati; melarikan diri.

Jenis ancaman yang memacu perilaku tersebut di atas bisa fisik, seperti takut ditodong, atau tidak bisa berpindah dari satu ruang ke ruang lain karena tidak ada lantai landai. Ancaman bisa juga psikologis dan emosional – takut diabaikan, takut terlambat dijemput, takut menonjol di kelas, takut diolok-olok, diremehkan, diejek, terungkat, tertangkap, diperingatkan, disingkirkan dan sebagainya.

Semua perasaan dan berbagai rasa cemas itu akan berpengaruh kepada suasana belajar siswa. Oleh karena dalam hubungan ini guru harus melakukan pengamatan kepada tiga hal yang penting, yaitu:

a) Aturan Ruang Kelas

Belajar paling efisien terjadi ketika siswa sama sekali tidak ada perasaan takut ditekan, diejek, dilecehkan, diacuhkan, ditinggal, diolok-olok, diremehkan atau dipermalukan. Aturan dasar kelas yang tegas, yang dibuat bersama siswa, dapat memperkuat norma-norma perilaku posistif dalam mendengarkan dan mengurangi peremehan. Gagasan untuk menciptakan masyarakat yang beradab dan harmonis seperti ini sangat berhubungan dengan kepedulian untuk kewargane- garaan dan gerakan nasional untuk menerapkannya. Hal ini sangat penting sehingga seluruh bagian 3 dari kotak alat guru disediakan untuk ini. Di luar ruang kelas Anda, mulailah menangani keseluruhan perilaku dan etos sekolah.

b) Perilaku dan Sikap Guru

Ini artinya cara kita berkomunikasi dengan siswa. Peneliti R.C. Mills menemukan bahwa siswa merasakan suatu keadaan emosi tertentu dari guru, yang mempengaruhi kesadaran mereka. Guru yang humoris, tersenyum hangat, memiliki sikap yang menyenangkan, dan sungguh-sungguh gembira dalam pekerjaannya menyebabkan siswa bekerja lebih baik daripada siswa dengan guru yang tidak menunjukkan karakteristik yang ramah. Dorongan, umpan balik positif dan pengakuan semua tampak melepaskan serotonin – neurotransmitter yang penting membantu interkoneksi sarap.

NLP (Neuro Language Program) memberitahu kita bahwa sebagian besar komunikasi itu non-verbal, yaitu cara kita memandang, bagaimana kita berbicara dan apa yang kita lakukan, yang digabung dengan apa yang kita sebenarnya ominant, memberi hasil total. Pengaruh dari cara guru terhadap siswa memiliki dua sisi: pertama langsung terhadap perasaan nyaman siswa, dan yang kedua, terhadap persepsi mereka mengenai apa yang bisa diterima; kita memberi teladan tentang norma kepada mereka, mereka akan menirunya. Jadi bila kita sarkastik (menggunakan kata-kata kasar), siswa mungkin menjadi tegang dan mereka sendiri mungkin juga menggunakan kata-kata sarkasme juga. Kita dengan jelas dapat melihat bagaimana guru dapat mempengaruhi “keadaan” siswa seperti yang dijelaskan oleh NLP dan accelerated learning (pembelajaran yang dipercepat). Dalam hubungan ini tentu saja menuntut guru agar segera melakukan introspeksi dan mengoreksi diri agar kita sendiri lebih trampil dan lebih cerdas secara emosional.

a. Pengajaran Kexcerdasan Emosional

Masih ada hal lain selain siswa dan guru yang saling menenggang dan saling berperilaku baik. Ada harapan bahwa siswa mampu mengidentifi- kasi, menyebutkan, dan menjelaskan perasaan. Kemudian ada kemampuan dalam menangani emosi mereka sendiri dan merespon emosi orang lain dengan benar. Lebih lanjut lagi, ada perkembangan kepribadian yang diharapkan, seperti pengendalian emosi, dorongan hati, keteguhan dan ketangkasan social, ditambah nilai-nilai yang diinginkan seperti kejujuran dan komitmen terhadap keadilan. Untuk mendukung hal ini harus memiliki tanggungjawab personal, kemauan untuk melihat kehidupan sebagai kumpulan pilihan dari waktu ke waktu, dan kemauan untuk mengubah perilaku, perasaan dan keyakinan berdasar kesadaran akan potensi pribadi dan keterbatasan yang self-imposed. Hebatnya ini semua bisa diajarkan.

3. Siswa menjadi lebih termotivasi, terlibat, dan terbuka ketika mereka mempunyai sedikit kendali atas belajar mereka.

Banyak cara untuk seorang guru yang professional agar bisa mempertahankan siswa agar tetap konsisten dan penuh perhatian terhadap pelajaran seperti disebut dalam sub judul di atas.

Dari sekian banyak variable untuk bisa menjaga agar anak tetap termotivasi ada 4 hal yang penting yang harus diperhatikan, yaitu:

Pertama, berikan kesegaran dan variasi unntuk mempertahankan perhatian, baik saat pelajaran atau di antaranya.

Kedua, pahamilah bahwa otak akan memberikan perioritas pertama untuk kebutuhan pokok – jika siswa lapar, haus, kedinginan, kepanasan atau kadang-kadang sedang ingin ke belakang, mereka tidak akan memperhatikan teori apapun yang sedang dihadapinya, tapi peerhatiannya akan tercurah kepada apa yang dirasakan pada saat itu.

Ketiga, “gambaran besar”. Jika siswa memahami tujuan dari pelajaran atau memahami skema pelajaran dan hubungannya dengan pelajaran yang lalu pikiran dan perhatian mereka akan terbuka. Jika mereka memahami bahwa tujuan dari pelajaran itu penting dan mereka ingin mengetahuinya sendiri maka RAS (Rectacular activating system) atau sisten pengaktipan rektakular yang ada dalam otak mereka akan terbuka lebar-lebar.

Keempat, tujuan personal.Kebanyakan sekolah, penentuan target siswa dilakukan dengan buruk. Tidak ada cukup waktu yang diberikan untuk diskusi diagnostic, tidak ada hubungan nyata antara guru dan siswa, targetnya akhirnya berubah menjadi umum (seperti: “Saya akan memperbaiki tulisan saya”) atau sepele (seperti: “Saya akan membawa pena saat pelajaran)”; tidak ada kelenturan dalam system sehingga setidaknya siswa dapat berkonsentrasi terhadapa target belajar yang lebih bermakna (mereka masih harus menyelesaikan jadwal pelajaran secara kaku di mana semua isi pelajaran dan prosesnya dibuat oleh guru) maka oleh karena itu semua rutinatas akan terasa seperti ritual yang membosankan.

Untuk menghilangkan situasi dan kondisi yang membosankan seperti tersebut di atas tidak perlu dilakukan perombakan besar-besaran, tapi cukup dengan mefungsikan guru sebagai pembimbing dan pelatih, hubungan antara guru dan siswa harus tulus, kurikulumm yang dirancang harus tetap berjalan dan sumber-sumber belajar, termasuk waktu dan ruang harus dipergunakan lebih fleksibel agar dapat lebih digunakan secara personal. Tentang pendapat lebih jauh mengenai peran RAS dan kekuatan dari tujuan personal, pelajari program Investor in Excellence yang diselenggarakan oleh Pacific Institute. Kunjungi situs web di http://www.pac-inst.com.

Kelima, Rencanakan bersama siswa. Ini adalah jalan menuju rasa memiliki dan motivasi diri dan yang dapat dilakukan bahkan dalam kerangka kurikulum nasional dan silabus ujian. Ada empat level di mana kegiatan ini bisa dilakukan.

1. Perlu diadakan pertemuan terbuka dengan siswa untuk menyusun peraturan tentang hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada saat jam pelajaran.

2. Menggabungkan belajar dengan minat siswa sendiri dan menyelesaikan rencana belajar pribadi agar sesuai dengan kecenderungan model tiap siswa sendiri.

3. Mengorganisasi serangkaian pilihan teknik mengajar yang sesuai dengan minat siswa secara individual Tujuannya sama yaitu unntuk semua siswa yang jalannya yang berbeda-beda untuk mencapai tujuan akhir agar siswa menguasai pelajaran yang diberikan sesuai dengan kurikulum.

1. Pendekatan yang paling canggih, yaitu mendorong siswa untuk mencapai level tertinggi.Sistem ini mendorong siswa untuk memperbaiki diri sendiri dengan menaiki tangga pencapaian. Dalam perjalanan, mereka menemukan diferensiasi dalam tingkat yang wajar dan berbagai gaya belajar, dan di luar basis pertama mereka diminta untuk bekerja secara mandiri tanpa guru.

PEERBEDAAN DIANTAR SISWA

Isu Penting

Orang berbeda. Orang bereaksi secara berbeda terhadap keadaan yang sama, mereka memiliki kesukaan dan ketidaksukaan yang berbeda, memerka memiliki perilaku bawaan yang berbeda-beda, mereka memandang dan memroses pengalaman secara berbeda. Secara biologis, otak tiap orang sama khasnya dengan sidik jari yang merupakan hasil dari sebuah proses yang fantastis dan inter koneksi saraf yang berjalan dengan kecepatan 300.000.000 hingga 500.000.000 synapse baru tiap detik saat tahap awal kehidupan. Selama periode itu arsitektur dasar dari otak berkembang, dan tentu saja, gaya belajar yang disukai seseorang ditentukan. Menurut Michael Grinder, gaya belajar yang disukai seseorang adalah model yang mereka pelajari untuk digunakan agar bertahan hidup sebagai bayi, jadi otak mereka memberikan prioritas pertama untuk sisa hidup mereka. Dr. Anthony Grecorc, di sisi lain, percaya bahwa pikiran terpisah dari otak dan bahwa perbedaan dalam gaya belajar adalah manifestasi eksternal dari perbedaan pikiran, bukan perbedaana fisik dalam struktur otak dan jalur neuron.

Jalan manapun, bila dihadapkan pada perbedaan seperti itu, seorang guru mudah merasa kewalahan, dan ini adalah gaya belajar masuk. Model tersebut mengurangi kerumitan dan membuat kita dapat menangani teritori tersebut. Menurut Rita Dunn, “Gaya belajar adalah cara di mana tiap siswa belajar berkonsentrasi terhadap proses dan mempertahanakan informasi”. Ini dapat dilihat sebagai “suatu set karakteristik personal yang dipaksakan secara biologis dan perkembangan yang membuat metode pengajaran yang sama akan efektif bagi beberapa siswa dan tidak efektif untuk siswa laiannya. Tiap orang memiliki gaya belajar, ini sama khasnya dengan tanda tangan.” Robert Sternberg juga mendifinisikan gaya belajar sebagai: “Suatu cara menggunakan kemampuan seseorang. Hal ini sendiri bukan kemampuan tapi kesukaan.”.

J.W, Keefe menggambarkan suatu “karakter individual dan pendekatan yang konsisten terhadap pengorganisasian dan pemrosesan informasi”.

Sejak awal tahun 1970-an banyak usaha telah dilakukan untuk menggolongkan berbagai perbedaan alami dan dapat dipelajari ini. Setidaknya adalah tujuh pendekatan yang luas, masing-masing dengan kerangka referensi, peneliti dan variasi tentang pentingnya itu sendiri.

1. Pendekatan berdasarkan pemrosesan informasi – yang menjelaskan berbagai cara menerima dan memroses materi baru. Misalnya, Kagan, Kolb, Honey dan Mumford, Grecorc, Butler, Mc Carthy.

2. Pendekatan berdasarkan kepribadian – yang menjelaskan berbagai jenis karakter. Misalnya Myer Briggs, Lawrence, Keirsey & Beat. Simon & Byram, Singer-Loomis, Grey-Wheelright, Holland, Geering.

3. Pendekatan berdasar modalitas-indra – yang menjelaskan berbagai tingkat ketergantungan atau indera khusus. Misalnya Messick, Bandler & Grinder;

4. Pendekatan berdasarkan lingkungan – yang mendeskripsikan berbagai respon terhadap kondisi fisik, psikologi, social, dan instruksional. Misalnya Witkin. Eison, Canfield.

5. Pendekatan berdasarkan interaksi social – yang mendifinisikan berbagai jalan untuk menghubungkan dengan lainnya. Misalnya, Grasha-Reichman, Perry, Mann, Furmann-Jacobs, Meril;

6. Pendekatan berdasarkan intelegensia – yang menjelaskan berbagai bakat yang secara social dikenal. Misalnya Gardner, Handy;

7. Pendekatan berdasarkan geografi serebral,- yang medeskrip sikan dominasi ominant dari berbagai bagian otak, kedua hemisfer, contohnya. Misalnya,Sperry, Bogen, Edwards, Herman. Untuk penelitisn lebih jauh buka situs :ttp//:www.univeraleducator.com/LearnStyle/index.html

Bersambung……….