Evaluasi Pengajaran Secara Kasuistik

Sebuah pengalaman mengajar , yang dapat dijadikan referensi kasuistik untuk perkembangan kompetensi guru.terutama guru pemula yang ingin mengembangkan kompetensi diri dan profesionalisme dibidang mengajar dan mendidik anak .
tulisan ini bebas siapa saja boleh mengambil, mengkopi atau memperbanyak sejauh untuk kepentingan pendidikan .dan digunakan dengan sebaik dan seefektip mungkin.ini kasuistik di SDIT Nida El-adabi Parung Panjang ,Bogor.

Oleh:
@Mulyadi Tenjo
mulyaditenjo@yahoo.com

Januari adalah awal semester baru dalam kaleneder pendidikan , setelah libur semester ganjil beberapa lamanya . ada beberapa perbincangan menarik dalam kalender pendidikan yang telah berlalu tersebut. ada bnayk hal yang perlu dievaluasi selama liburan tersebut, itulah resikonya menjadi seorang guru. tak ada istilah libura , walaupun dalam maa liburan sekalipun. karena banyak hal yang merea kerakan entah mempersiapkan RPP atau hal lainnya sebagai bahan persiapan kegiatan belajar mengajar berikutnya.
hal demikian yang kadang membuat guru adalh sosok yang luar biasa , dan pantas disebut sebaaga pahlawan untuk pendidikan sekalipun tanpa tanda jasa.

Pada liburan kemarin penulis sendiri sedikit disibukan dengan persiapan RPP dan isian form perangakat pembelajaran. hal demikian memeang bukan sesuatu yang aneh atau memberatkan walau pada konteks tertentu melakukan aktivitas demikian disaat liburan seikit membuat jenuh pikiran. tapi walau apapun itulah konsekwensi seorang guru , dan itu sudah penulis dipersiapkan sebagai resiko pilihan ketika menentukan pilihan untuk menjadi tenaga pendidik.

Walau bukan berlabel guru profesional , tapi penulis berusaha untuk ,menjadi tenaga pendidik yang profesional dengan standar pendidikan dan pembelajaran penulis tentunya, karena biar bagaimanpun penulis bukan dengan basic keguruan atau apalah amanya yang berspesialisasi dibidang didik mendidik.dimana sebelumnya tak kenal dengan yang namanya Pedagogik andagogik dan jenis artiklasi semacamnya. tapi dengan terjun dibidang tersebut dengan sendirinya penulis harus dan mesti meningkatkan kompetensi dibidang tersbut.

Dengan basik komuter tentu bukan hal yang mudah ntuk beradaptasi dengan bidang yang penuh dengan teknik dan metode pengolahan psikologi anak.dan yang dihadapi bukan perangkat keras sepeerti motherboard , printer, dan pernik pernik komputer lainnya yang tentunya akrab buat penulis.

tapi yang dihadapi adalah mahluk hidup yang berubah-rubah baik karakter, maupun perkembangannya. entah perkembangan fisik, intelektual,dan lainnya.beruntung penulis berada dilingkungan sekolah yang sangat mensuport kompetensi guru dan perangkat sekolahnya. selalu ada penambahan mutu dengan berbagai cara dan intutip kepala sekolah tersebut akhirnya penulis sedikit demi sedikit memahami seluk beluk pendidikan, tenu dengan memperhatikan proses pengajaran sehari-hari,entah dari perkembangan psikologi siswa maupun bagaimana rekan guru lainnya.karena kami selalu share antarayang satu dengan yang lainya.

Adalah sangat menarik buat penulis ketika mengikuti perkembangan anak, dengan kompetensi yang penulis ajukan kepada mereka dengan indikator yang ditawarkan dan ditagih diakhir pembelajaran terlihat bagaimana sesungguhnya seorang anak dalam menyerap apa yang kita sampaikan , apa yang kita jarkan dan sejauh mana metode yang kita terapkan “nyampe”kepada sianak tersebut.

Sangat menarik,
bagaimana kompetisi diantara mereka begitu membuat penulis tersenyum .kenapa?

Dari 28 siswa kelas III yang penulis “asuh” ada ebelas anak yang lumayan bermasalah. bermasalah ? ya, mereka mempunyai masalah yang unik antara sat dengan yang lainnya diantara ke-28 siswa tersebut. sebut saja namanya Irfan,Zaky dan Faris ketiga nak tersebut mempunyai karakter yang lumayan keras, banyak hal yang mereka lakukan yang kadang penulis sendiri merasa kerepotan dengan ulah mereka. bukan cuma berantem, atau suka usil pada teman lainnya tapi lebih dari itu semangat belajarnya yang lemah.tentu hal demikian menjadi pemacu semangat penulis untuk mencoba memperbaiki kondisi mereka.

itu baru tiga orang , berarti 8 orang lagi dengan kebermasalahan yang tak kalah hebohnya dari ketiga nak yang disebutkan tadi.
…………

bersambung ……!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: