JAKARTA UNDERTWENTY

Sebelum baca artikel ku kita buat syarap lo berpikir dulu tentang hal sepele yang ingin ku tanyakan . ” Apa coba , bentuknya kecil hitam , melotot…………………….?

Jawabnya nanti dulu ya di akhir artikel!

Pagi ini jakarta kebingungan lantaran isu kenaikan harga , harga sembako , elfiji, parkiran dan sebagainya. tapi seorang ibu asyik aja dengan isu isu tersebut , dia malah ketawa – ketawwa ketika melihat deretan harga yang melambung ditagihan belanjanya. dia cuma cengengesan sama tukang panggul yang juga tiba-tiba menaikan tarip panggulnya , katanya penyesuaian . ibu itu Esti namanya , seorang guru yang sudah lama mengabdi buat bangsanya tapi urung kebagian jatah PNs. dia punya banyak kesempatan buat marah sebenarnya ketika tukang tape tiba-tiba menhardiknya lantaran penawarannya terlalu rendah untuk ukuran jaman serba naik ini. ” 500 bang? ” tanya bu Esti sambil mengendus-endus bau tafe tsb. ” kira-kira aja bu, emang bikin tafe gak susah. mntang – mentang panganan singkong! ”

” ya namanya juga nawar , kalo dikasi sukur gak juga gak apa-apa!” jawab bu esti sama tukang tape tsb.

bu esti ngeloyor meninggalkan tukang tape yang ketawa nyinyir dengan penawaran spekulatip bu esti tsb.yang benar-benar tidak menghargai harga pasaran tape , mungkin itulah yang ada dalam pikiran tukang tape  tadi.

sumpah, bu esti cuma iseng-iseng mnawar aja gak ada niatan sedikit pun buat beli tuh tape, tape tak ada dalam catatan belanjaannya pagi itu. toh menawar cuma bagan unuk sebagian besar wanita indonesia , terlebih ketika berada di sebuah pasar . keiiiiiiinginan menawar slalu saja muncul meski tanpa diperhitungkan dulu akibatnya, biosa sajaa belanjaanya jadi bertambah tanpa perencanaan sebelumnya sehingga itu bakalmenguras daftar anggaran belanjanya, nanti. bu esti tau penawarannya terlalu rendah untuk ukuran jaman SBY saat ini , 500 rupiah dapat apa sih ? tapi sekali lagi namanya uga nawar!

” lagian ibu nawarnya kayak dijamannya pak Harto aja !” celoteh tukang panggul yang pagi itu kabagian rejeki untukmembawakan belanjaannya bu esti. ” tau apa kamu di jamannya Pak harto?” tanya bu esti penasaran, ” enggak tau banyak sih , cuma katanya . katanya dan katanya. kata cerita bapaka saya atau cerita berita dikoran lawas yang masih saja disimpan bapakku !” jawab nya lagi. ” uang gope katanya bisa ngenyangin perut yang kelaparan dua hari !” bu esti ketawa ngedenger celoteh anak muda itu, anak muda yang tergopoh-gopoh mmanggul sekarung belanjaannya.

” berapa harga sebungkus tape saat itu ya? tanya anak muda tiu sama bu esti. ” gak tau ah !” jawab bu esti.tapi saya lebih banyak tahu dibanding kamu. “masa?” ” iyalah umurku jauh lebih tua dari kamu , jadi kau tau banyak keadaan dijaman pak harto itu!” sanggah bu esti cemberut.

” berapa umur kamu ?” tanya bu esti sama ank muda tsb. ” dua puluh bu!” jawabnya.” seumuran dengan ankaku dong, dia semester lima seksrsng!, gaya protes kamu juga mirip dengan anakku,nyebelin. ” atuh maaf bu kalo saya udah nyebelin!”jawab nak muda sambil tersenyum. ” lulusan apa?” tanya bu esti,yang dijawab dengan ketawaan .” he he he he ……………..SMU !” ” kok ketawa?” bu esti aneh.

” ya cuam smu , cuma bisa sedikit pengetahuan,dan selembar ijazah yang lamkelamaaan gak laku dipasaran kerja!” bu esti jadi ikutan senyum ngedenger keluh anakmuda tsb.” Jangan ngeluh dong , saya salut malah sama kamu sekalpun sekolahan tapi mau berat-berat manggul dipasar1″ puji bu esti menghibur.

” Nama kamu?” kali ini bu esti nanya nama.

” Niko…………………., Niko tora , lengkapnya!”

“Oh! ………!”

Akhirnya bu esti naik kedalm mikrolet ,dengan sebelumnya menyisipkan uang duapuluh ribuan kedalam saku ank muda yang membawakan barang belanjaanya tadi.

Niko tora , nama itu nama yang aka membuat cerita selanjutnya dlam           hari hari dikerasnya Jakarta. Jakarta yng akan membawanya ke berbagai pergaulan yang mungkin ia baru rasakan , yang mungkin ia tak menyukainya atau ia sendiri yang rela masuk kedalam  hari-hari dijakarta .

BAGIAN II.

Matahari sudah meninggi .cahayanya tak hangat lagi .deru mesin – mesin kendaraan kian menggempur saja membran telinga. kalau tak biasa tinggal di Jakarta mungkin suara-suara tersebut sudah membudekan telinga . tapi jika terbiasa , suara derup mobil dan bisingnya lalulalang kendaraan tak bedanya dengan suara nyanyian dan derupperkusi saja.

Bu esti sudah sampai didepan rumahnya.

dengan tergopoh-gopoh dia bereriak lantang ,mememcah sepinya rumah.” nadhira……..!, Nadhira………!” Nadhira…bantuin mama!”

“Nadhira……! cepat mama berat nih !” masih sepi.

“Nadhira…………….!”

” Iya ma….., Nadhira siap meluncur !” terdengar suara didalam rumah . tak lama kemudian muncul gadis cantik dengan setengah berlari menghampiri bu esti.

” banyak banget mah belanjaannya?,emangnya buat logistik sebulan ?” celoteh Nadhira sambil mengangkat sekarung belanjaan yang diseret-seret ibunya. ” Ya…mumupung rezeki darigaji papamu masih buloet, masih belum kepecah-pecah buat ini itu itu ini, buat pulsa lah , buat apalah buat apa aja yang selalu di ad-adain oleh kamu !” jawab bu esti .” cie…..sampai segitunya mama, tapi……”

“tapi kenapa ?” bu esti penasaran. ” tapi sepertinya pulsa aku kedodoran nih , udah nuit-nuit gitu mah. kalo udah gitu mesti gimana mah ?” . ” tuh kAN !” bu esti gedek-gedek kepala. dia tak habis pikir dengan anak jaman sekarang kok borosnya ada aja gitu. 20000 kayaknya gak ada artinya , cuma buat cuap-cuap doang , cuam buat ngobrol, ngobrol yang kadang banyak gak pentingnya.

Handphon juga pashion banget, selalu ada model terbaru, selalu ganti type dengan di imin-imingi pasilitas yang semakin canggih aja, karuan anak seumuran Nadhira sudah pasti tergiur oleh fitur – fitur tersebut. buntutnya ya ngerenghek sama ibunya.

bu esti gedek-gedek…………..

sambungan bulan lalu

SESAMPAINYA di dalam rumah, bu esti langsung terdampar di kursi dapur, sebotol air dingin yang disodorkan Nadhira sekilas saja raib kedalam tenggorokannya. Nadhira sibuk memberesakan ruangan dan belanjaan yang baru saja dibawa ibunya itu, belanjaan ditata dalam ruang logistik persediaan rumah tangga selama sebulan itu.gadis cantiik yang kelihatan tomboi itu ternyata terampil juga. ” Ugh!!! capek Ya !! ” bu hesti menghela napas setelah sekian lama membiarkan tubuhnya trdampar dikursi. Nadira cuma tersenyum , dia tahu ibunya berangsur tua, keletihan kerap menghampirinya.

“Eh Ra, Ibu tadi ketemu anak muda , Nikotora namanya !”

“ganteng MAh?” sambar nadira.”wuih lumayan lah , ganteng!” bu esti tertawa mwlihat putrinya itu .” Nah lo, mama pacaran ya, selingkuh gitu, entar bilANGIN LO SAMA PAPA “‘ seru nadira.`

Kali ini Nadira mengancam sambil mencubit ibunya yang karuan saja bu esti terperanjat geli.”gak separah itu kaleee……..” jawab bu esti niru-niru gaya anak jaan kiwari ,anak dan ibu itu akrab banget,seperti teman saja.bu esti bercerita tentang kejadian dipasar .tentang tape yang ia tawar gope, tentang tukang tape yang melotot kayak kesurupan, lalu celoteh setengah protesnya situkang panggul yang membawakan belanjaannya mengenai cara menawar bu esti yang kelewat banget sampai dibandingin dengan jamannya pak harto segala.

” Gope ketoillet aja gak bisa !” Tukas Nadira.

“bukan itu masalahnya ra, mama kesel seolah dia itu tau banget jaman nya pak harto padahal umurnya aja paling gak beda jauh sama kamu.!”

“ma hari gini tau sejarah bukan berarti kudu hidup dijamannya. jaman kiwari gitu, internet ma internet ma,tinggal klik aja ketemu tuh sejarah!” JAWABAN NADIRS DI HE-EH IN SAM BU ESTI .

“HE-EH SIH. mungkin ia tukang panggul yang melek internet.” jawab bu esti .

“bisa. namanya aja keren Niko……..Niko siapa tadi ma…..?”

“Nikotora!”

“Namanya aja bonavid , enggak udin gitu!”

” Udian , apaan tuh?” bu esti gak ngerti.

” udian , udik dan norak ” Nadira ngejelasin sambil ketawa.

” astagfirullah , jangan bikin istilah tidak baik Nadira!,” seru bu est tapi dia tertawa juga.

d

SELAMA IDUL FITRI , MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN MOHN MAAF LAHIR DAN BATHIN……………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: